#CeritaIntern: Pengalaman Dewa menjadi CPO Analyst Intern Ruangguru

Rabia Edra

Aug 10, 2018 • 5 min read

sukses kerja


Rekan Kerja, salah satu cara terbaik mengetahui dunia kerja yang sebenarnya adalah dengan mengikuti program magang. Namun, banyak orang yang menunggu kesempatan ini ketika sudah berada pada semester akhir atau setelah lulus kuliah. Padahal sebenarnya, mahasiswa yang masih di awal perkuliahan pun bisa mengikutinya. Seperti halnya yang dilakukan Parandita Dewa, mahasiswa Business Management Information System asal Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat. Di akhir tahun pertama kuliahnya, ia memilih kembali ke tanah air selama tiga bulan untuk menjadi seorang Chief of Product and Partnership Officer (CPO) Analyst Intern di Ruangguru. Penasaran dengan pengalamannya? Simak ceritanya.

Parandita Dewa saat di Brooklyn, New York (Sumber: dok. pribadi)

Berawal dari ketertarikannya pada kondisi pendidikan di Indonesia saat ini, Dewa—begitu sapaan akrabnya, memutuskan untuk berkontribusi langsung melalui Ruangguru sejak bulan Mei lalu. Sebelumnya, ia sudah mengetahui Ruangguru serta kedua co-founders Belva Devara dan Iman Usman sejak masih tinggal di Amerika Serikat. "Waktu itu, pertama kali tahu Ruangguru karena melihat YouTube Kak Belva bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, setelah itu langsung ingin cari tahu lebih banyak lagi tentang apa saja yang sudah dilakukan Ruangguru," ucapnya.    

Dewa mengaku terinspirasi dengan pencapaian dan usaha Ruangguru untuk memajukan pendidikan, hingga ia mulai memberanikan berkomunikasi dengan Iman melalui media sosial dan bertanya tentang kesempatan magang. Tak lama, ia pun ditawari sebagai CPO Analyst Intern untuk bisa bekerja sama langsung dengan Iman. "Di awal, sebenarnya belum terlalu tahu mengenai pekerjaan dengan posisi itu, saya hanya tahu menganalisis produk dan mitra Ruangguru saja," tutur pemilik nama lengkap Parandita I Dewa Gede.

Namun, lama-kelamaan ia memahami bahwa CPO Analyst bertugas menjadi generalist yang harus selalu bersedia mengerjakan mulai dari hal-hal kecil sampai menjalankan sebuah project. "Setelah di sini, saya baru tahu kalau bertanggung jawab pada hal kecil seperti membuat minutes of meeting (MoM) pun bisa jadi sangat impactful," lanjutnya.

Dewa bersama Co-founders Ruangguru, Iman Usman (kiri) dan Belva Devara (kanan)

(Sumber: dok. pribadi)

Selama bekerja di Ruangguru, Dewa menyampaikan bahwa semua ini sesuai dengan ekspektasi awalnya. Ia terkesan dengan pekerjaan pertamanya yang penuh dengan pelajaran. Setelah tiga bulan, ia sudah menjalankan beragam tugas yaitu meninjau lebih lanjut kerja sama produk ruangkerja dengan mitra seperti menangani dari segi business process, sales pitch deck, dan persiapan peluncuran produk termasuk UAT (User Acceptance Test)Di samping itu, ia juga turut membuat artikel dan meninjau kembali konten mitra ruangkerja.

Produk ruangkerja merupakan sebuah platform pelatihan online bersertifikat yang dikembangkan oleh Ruangguru dalam bentuk video beranimasi, podcast, artikel, kuis, dan infografik yang diperuntukkan bagi profesional dan mahasiswa. Dalam hal ini, Dewa juga merupakan salah satu yang menginisiasi konten kerja sama antara Ruangguru dengan pihak lain seperti profesional, akademisi, organisasi, dan perusahaan yang memiliki program pengembangan sumber daya. Termasuk, melakukan pengalihbahasaan pada mobile apps, sistem manajemen konten, dashboard, serta membantu mengecek minor fault

Semua hal yang ia lakukan tentunya harus dikerjakan dengan disiplin, hal inilah yang membuat Dewa yakin setelah selesai mengikuti program magang Ruangguru, ia pasti bisa menjalani tantangan pekerjaan di tempat lain. "Saya dituntut untuk bisa mengatur, bekerja sama, dan harus terperinci dengan pekerjaan yang banyak. Tetapi, itu semua bukan untuk kepentingan diri sendiri, harus tetap bisa kontribusi ke orang lain juga," jelas Presiden Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) Philadelphia ini. 

Bersama Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) Philadelphia 

(Sumber: dok. pribadi)

Menjadi seorang intern di Ruangguru merupakan pengalaman yang mengagumkan baginya. Secara soft skills, ia sudah mendapatkan banyak bekal. Tak hanya dari pekerjaan yang sudah ia lakukan, namun juga dari mempelajari kepribadian Belva dan Iman. "Saya melihat cara mereka memimpin, selalu fokus dan memiliki back-up plan, percaya diri, serta kemampuan public speaking  yang sangat bagus. Semua itu jadi pelajaran yang bisa saya ambil," tutupnya. 

Walau sebenarnya, di awal-awal masa magang, ia sempat harus beradaptasi dengan budaya kerja start-up karena sangat berbeda dengan budaya dan kebiasaan di Amerika Serikat. Khususnya mengenai strukturisasi orang-orang yang terlibat dengan pekerjaan yang sama dengannya. Akan tetapi, masalah ini tak berlangsung lama karena justru mendorongnya untuk mampu berkomunikasi dengan banyak orang.

Nah, Rekan Kerja, bagi Anda yang juga sedang merencanakan untuk mengikuti program magang, jangan lupa untuk memanfaatkan waktu dengan efektif selama menjadi intern seperti halnya Dewa. Agar juga dapat memperoleh pengalaman serta pelajaran dengan maksimal. Bagi Anda yang ingin mempelajari video dan artikel lainnya untuk meningkatkan kemampuan soft skills di dunia kerja, ayo unduh aplikasi ruangkerja sekarang!

 

New call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts