Cerita Riski bersama Ruangguru, Si Calon Dokter dari Sumatra Selatan

Muhammad Azka Rais Jul 12, 2020 • 5 min read


cerita juara

Artikel ini membahas cerita Riski seorang pengguna Ruangguru, yang bercita-cita menjadi dokter. Bagaimana kisahnya? Yuk, simak di artikel berikut!

--

Segolongan orang merasa pelajaran IPA merupakan pelajaran yang tidak begitu diminati. Berbagai alasan menjadikan pelajaran ini tidak menjadi sesuatu yang tidak mereka nikmati saat mempelajarinya. Alasannya mulai dari konsep yang begitu rumit, hingga harus berhitung dengan menggunakan rumus yang sulit untuk dipahami.

Namun, hal ini berbeda dengan Riski Silaturahmi, murid SMPN 9 Lahat, Sumatra Selatan. Baginya, IPA merupakan pelajaran yang menarik minatnya. Hal ini dikarenakan cita-citanya yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut.

“Pelajaran yang paling aku suka itu IPA, kak. Karena memang mungkin dari cita-cita aku pengen jadi dokter, jadi memang aku lebih minat ke pelajaran IPA,” tutur Riski saat bercerita kepada tim Ruangguru.

Ia berbagi kisahnya bahwa alasannya bercita-cita menjadi dokter, karena dulu bundanya tidak tuntas mengejar cita-citanya. Sehingga Riski ingin melanjutkan mimpi ibunya itu. Pelajaran IPA memang erat kaitannya dengan bidang kedokteran, karena menerapkan ilmu biologi dan kimia serta pelajaran IPA lainnya. Maka dari itu, pelajaran IPA ini menjadi pelajaran favorit Riski.

cerita juara
Riski tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler Paskibra. (Sumber: Dok. pribadi)

Namun, sebagaimana yang diketahui oleh khalayak umum, menggapai cita-cita bukanlah hal yang mudah. Akan ada rintangan yang harus dihadapi ketika kita berusaha mengejar keinginan kita, meskipun hal itu bermanfaat bagi sekitar.

Bisa jadi karena kendala ekonomi atau sosial. Bahkan bisa jadi rintangan itu datang dari diri sendiri, seperti yang dialami oleh Riski. Kesulitan yang dihadapinya adalah mudah merasa bosan dan antusiasmenya untuk belajar tidak konsisten. Riski mengaku bahwa dalam sehari, jika ia sedang bersemangat belajar, ia bisa menghabiskan waktu 2 jam penuh untuk belajar. Tapi jika dirinya sedang tidak bersemangat, maka ia tidak akan belajar seharian penuh. Hal ini tentunya bisa dipahami.

Kita bisa melihat bahwa, tak jarang media pembelajaran hanya memberikan kesan yang monoton. Misalnya buku pelajaran yang hanya diisi oleh tulisan-tulisan tanpa gambar dan tidak berwarna, sehingga padat dan membuat mata lelah, dan akhirnya sulit untuk dipahami. Padahal gaya pembelajaran orang itu beragam, ada yang menggunakan gaya audio, visual atau kinestetik, bahkan ada yang menggunakan gaya gabungan.

Sehingga hal tersebut dapat diyakini sebagai alasan yang membuat kegiatan belajar kurang menyenangkan. Gambar dan warna yang seharusnya menjadi alat untuk melatih daya imajinasi menjadi tidak ada. Maka pantas saja banyak yang memilih untuk rebahan di kasur dan membayangkan sesuatu. Atau menonton film dan membaca komik. Karena di sanalah bagaimana imajinasi kita bisa dengan leluasa bergerak.

Terlebih di saat pandemi ini, belajar di rumah menjadi beban tambahan. Bagi Riski, rintangan menghadapi kebosanannya dalam belajar, menjadi lebih berat. Ia mengaku, kesulitannya bertambah, karena selama belajar dari rumah, ia lebih banyak mendapatkan latihan soal dibanding penjelasan. Jarak antara pengajar dan murid menjadi kendalanya dalam memahami materi yang sedang dipelajari.

Beruntung, Riski menemukan solusi untuk rintangan yang dihadapinya. Aplikasi Ruangguru yang sejak kelas 7 SMP sudah ia gunakan, membantunya membuka jalan untuk mengejar cita-citanya. Riski mendapati aplikasi Ruangguru yang menggunakan video animasi sebagai media pembelajaran menjadi obat dari kebosanannya ketika belajar.

“Aku, kan orangnya bosenan, nih. Nah dengan belajar di aplikasi ruangguru itu, kan videonya itu beranimasi, jadi aku lebih nggak bosen,” tuturnya. “Nah, aku kan punya kembaran. Jadi, waktu itu kan karena aku emang suka banget main handphone terus-terusan kayak gitu, jadi bunda itu nyuruh aku sama kembaran aku nih buat langganan Ruangbelajar di Ruangguru.”

Riski bahkan berinisiatif, untuk belajar lebih awal dari teman sekelasnya.

“Misalnya besok itu di sekolah ada pelajaran IPA, aku belajar di aplikasi Ruangguru belajar IPA dulu. Nah, terus kan kalo video pembahasannya udah selesai itu, kan ada soal-soalnya juga, ya kak, terus aku jawab-jawab soal. Udah gitu kan di bagian ujungnya ada rangkuman. Nah, rangkumannya itu aku salin ke buku aku. Jadi keesokannya waktu di sekolah itu, aku emang udah bener-bener paham sama materi yang mau dijelasin sama guru, kak.”

Sehingga ketika mendapatkan materi dari sekolah, Riski sebenarnya mengulangi apa yang ia pelajari sebelumnya. Adapun, karena video pembelajaran ini dipandu oleh Master Teacher, Riski merasa Ruangguru dapat melipat jarak antara dirinya sebagai murid dengan pengajar. Sehingga ia lebih mudah memahami apa yang sedang dipelajari.

cerita juara
Ekstrakurikuler Pramuka yang diikuti Riski. (Sumber: Dok. pribadi)

Riski bercerita bahwa berkat bantuan Ruangguru, dalam hal akademis ia menjadi berkembang. 

“Terus juga nilai aku juga ada perubahan, lebih bagus. Karena materi di aplikasi Ruangguru itu mirip sama materi yang ada di sekolah. Jadi waktu guru di sekolahku udah nerangin kayak gitu, aku tuh sebelumnya udah paham,” jelasnya.

Bahkan ia berhasil meraih nilai ujian kelulusan yang memuaskan. 

“Nilai rata-rata (ujian kelulusan) aku 92,3. Jadi biasanya jam 10-an aku coba baca-baca materi, coba mempelajari materi-materinya. Nanti sekitar jam 2 atau setengah 3, aku lebih fokus buat jawabin soal. Dan menurut aku kuncinya itu memang kita harus banyak-banyak jawabin soal. Keseringan pake bank soal Ruangguru, kak.”

Selain itu, ia dengan kembarannya sering berlatih bersama. Bahkan ia dapat membantu melatih kembarannya dalam mengikuti olimpiade matematika yang kemudian berhasil meraih juara 3 tingkat kabupaten. Hal ini menjadi jalan untuk lebih mudah mengejar cita-citanya yang selama ini ia gantungkan di benaknya.

Di akhir wawancara, Riski menyebutkan motto hidupnya yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi kita semua, “Jadilah manusia yang berkualitas baik dari segi akhlak maupun pendidikan.” Riski menjelaskan bahwa baginya akhlak dan pendidikan sama-sama penting bagi manusia agar menjadi individu yang utuh.

Dari cerita Riski, belajar dengan cara yang menyenangkan dapat meningkatkan minat kita dalam menuntut ilmu dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Salah satu caranya adalah dengan belajar dengan video animasi di ruangbelajar. Mau belajar seperti Riski? Tunggu apa lagi? Ayo gabung dengan Ruangguru sekarang juga!

ruangbelajar

Beri Komentar