Ciri-Ciri Jamur beserta Klasifikasinya

Kresnoadi

Jan 24, 2018 • 3 min read

Konsep Pelajaran SMA Biologi X


Biologi_10.jpg

Pasti ada deh di antara Squad yang pernah makan jamur. Hayo, ngaku! Kira-kira, jamur itu masuk kateogri tumbuhan atau bukan ya? Lalu bagaimana ciri-ciri jamur beserta klasifikasinya? Yuk, kita cari tahu di artikel ini!

Kalau kamu pikir jamur itu tumbuhan, eits, kamu salah! Jamur-jamuran masuk ke dalam kategori fungi. Kenapa? Karena jamur tidak mempunyai klorofil, sehingga tidak mampu menghasilkan makanannya sendiri. Jadi, deh, dia dijadikan kategori baru yang bernama Fungi.

Nah, seperti apa ya ciri-ciri jamur?

Struktur tubuh jamur pada umumnya bersifat multiseluler (bersel banyak). Meskipun begitu, ada juga kelompok jamur yang sifatnya uniseluler. Adapun sifat lainnya adalah eukariotik (memiliki membran inti) dan heterotrof (tidak bisa membuat makanan sendiri). Karena tidak dapat membuat makanannya sendiri, jamur harus hidup dengan menumpang dari inangnya. Nah, cara jamur hidup/bersimbiosis ada beberapa, lho. Ada jenis jamur yang bersimbiosis dengan cara saprofit, parasit, dan ada yang bersimbiosis membentuk lichenes.

Tidak cuma itu aja, Squad. Ada hal lain yang membedakan jamur dengan tumbuhan. Jika diteliti secara anatomis, keduanya mempunyai perbedaan di penyusun dinding sel. Dinding sel pada tumbuhan terdiri dari selulosa, sementara jamur disusun oleh kitin.

 

 

Kalau kamu perhatikan, kelompok jamur-jamuran tumbuh di tempat yang lembap serta memiliki banyak zat organik. Satu hal yang perlu kamu ingat adalah, jamur tidak terlalu suka terpapar cahaya matahari langsung, lho!

Baca juga: Seperti Apa Itu Tahapan Siklus Hidrologi?

 

 sumber vector jamur: www.freepik.com

Jamur-jamur yang termasuk kategori multiseluler tadi, mempunyai sel-sel memanjang menyerupai benang yang disebut dengan hifa. Nah, hifa di jamur tertentu, ada yang bersekat. Sekat pada hifa jamur disebut dengan septa. Di septa jamur ini, terdapat celah yang membuat sitoplasma dari sel yang satu dapat berhubungan dengan sitoplasma dari sel yang lain.

 

Hifa-hifa pada jamur akan membentuk miselium. Miselium pada jamur terbagi menjadi dua: 1) Miselium generatif yang berfungsi sebagai alat reprofuksi (pembentuk spora), dan 2) Miselium vegetatif yang berperan sebagai penyerap makanan dan nutrisi dari lingkungan.

KLASIFIKASI JAMUR

Zygomycota

 

 

sumber: https://www.britannica.com

Zygomycota merupakan jamur yang bentuk sporanya berdinding tebal. Adapun ciri-ciri dari klasifikasi jamur ini adalah hifa tidak bersekat dan mempunyai beberapa inti (koenositik), reproduksi seksual dan aseksual, terdapat rhizoid. Kelompok ini dapat berkembang biak baik secara seksual maupun aseksual. Contoh: Rhizopus stolonifer (tumbuh di roti), Rhizophus oryzae (jamur tempe).

Ascomycota

Ascomycota adalah kelompok fungi yang hifanya bersekat, dan di tiap sel hifanya berinti satu. Salah satu keunikan dari kelompok ini adalah, terdapat alat pembentuk spora yang disebut askus. Kelompok ini dapat berkembang biak baik secara seksual maupun aseksual. Contoh: Saccharomyces cerevisiae (ragi), Penicillium sp, dan Aspergillus sp.

Basidiomycota

 

volvariella-volvacea.jpg

 

sumber: http://www.dreamstime.com/

Basidiomycota adalah jamur yang hidupnya sebagai saprofit (tinggal dengan inang berupa makhluk hidup yang sudah mati) dan parasite. Pada umumnya, kelompok ini berkembang biak secara seksual. Contoh: Volvariella volvacea (jamur merang).

Deuteromycota

Deuteromycota merupakan kelompok jamur yang berkembang biak secara aseksual. Hifanya bersekat, dan hidupnya menempel di sisa-sisa makanan. Tetapi, ada jenis tertentu dari kelompok ini yang sifatnya parasit. Contoh: Candida albicans (jamur yang menyebabkan penyakit infeksi pada vagina).

Nah, itulah tadi ciri-ciri jamur yang dapat kamu ketahui beserta berbagai klasifikasinya. Gimana, Squad, sudah mengerti, kan, apa yang membedakan jamur dengan tumbuhan? Kalau kamu ingin mengetahui materi dengan lebih lancer sambil bertemu dengan guru-guru privat terdekat di sekitarmu, yuk coba aja ruangles!

 New Call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts