IPA Terpadu Kelas 6 | Ciri Pubertas pada Perempuan

ciri pubertas pada perempuan

Roro ceritanya ke Mamanya tentang perubahan emosi dan bentuk tubuhnya. Apakah ciri pubertas pada perempuan sudah mulai muncul pada diri Roro ya? Buat kamu yang penasaran, simak ceritanya berikut ini ya.

Episode 1: Pengertian Pubertas

Episode 2: Pengertian Pubertas pada Laki-laki

---

 

“Emang Guntur yang salah kok, Bu” ucap Roro

“Maafin Guntur coba,” ucap Ibunya Roro sambil mengusap kepala Roro.

Roro masih saja cemberut sejak tadi siang jika ditanya soal sebab kenapa dia mudah kesal dengan Guntur.

“Guntur kan ngga tahu kalau es teh yang kamu minum itu terlalu manis,”

“Tapi, Bu….ngga tau kenapa aku sekarang itu gampang banget kesal sama orang,” ujar Roro.

pubertas perempuan

Ibu Roro menghela nafas dan mencoba menenangkan Roro.

“Ibu boleh ngomong sesuatu ke kamu ngga? Tapi kamu harus janji dulu,”

Roro mengerenyitkan dahinya dan mengubah posisi duduknya. Kemudian Roro berkata, “Memangnya ibu mau ngomong apa? Ah pasti ujung-ujungnya belain Guntur dan aku suruh minta maaf kan?”

Ibu Roro hanya tersenyum seraya berkata, “Janji dulu ya,”

“Janji apa Bu?” tanya Roro.

“Janji kamu jangan kaget dan ngga boleh kesal sama ibu, gimana?”

Roro sejenak diam dan menganggukan kepalanya.

“Begini, Ro. Perubahan emosi kamu ini merupakan tanda bahwa kamu mengalami pubertas,” jelas Ibu Roro.

“Pubertas?”

“Iya, Ro. Pubertas itu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Jadi, ada perubahan baik dari segi fisik dan emosional. Di usia seperti kamu saat ini memang waktunya pubertas, Ro. Jadi, ibu sih ngerasanya wajar aja kalau kamu gampang kesal ke orang lain,” penjelasan Ibu Roro hanya membuat Roro terdiam.

“Coba perhatikan deh. Bentuk tubuh kamu juga mulai berubah. Seperti pinggul yang membesar dan payudara yang mulai terbentuk. Selain itu, jerawat dan kulit yang mudah berminyak juga beberapa tanda-tanda pubertas bagi seorang perempuan,”

masa pubertas perempuan

Roro seketika meraba wajahnya dan menemukan jerawat di pipinya.

“Tapi bu, ini ngga bahaya kan?”

“Ngga dong. Nanti juga ada saatnya kamu mengalami menstruasi atau haid,”

“Menstruasi itu apa, Bu?” tanya Roro.

“Itu darah yang keluar dari alat kelamin perempuan (vagina) karena penebalan dinding rahim yang kemudian meluruh. Normal kok bagi perempuan seusia kamu,”

ciri pubertas menstruasi

Roro seakan tak percaya bahwa semua yang dijelaskan ibunya akan terjadi bahkan sedang terjadi padanya.

“Terus aku harus gimana, Bu?” tanya Roro.

“Kamu harus jaga kebersihan badan dan harus menjaga diri kamu. Cari lingkungan pergaulan dengan teman yang baik-baik, terus kalau ada masalah yang kamu hadapin jangan lupa cerita ke ayah dan ibu ya”

tanda pubertas perempuan

Roro hanya mengangguk dan tak lama terdengar suara Guntur memanggil.

“Roro….Roro….”

“Eh...itu ada Guntur sepertinya datang. Ayo, temuin Guntur. Bareng sama Ibu,”

Mereke berdua menuju pintu di ruang tamu dan bertemu dengan Guntur.

“Halo tante….Roro….”

“Hai Guntur...wah...kamu sore-sore begini tante tau deh...pasti mau belajar bareng Roro kan?”

“E...enggak tante. Aku mau nganter titipan dari Mama. Ini ada sedikit buah-buahan buat tante, om, dan Roro,” ucap Guntur sambil memberikan bungkusan berisi buah ke ibunya Roro.

“Wah terima kasih ya Guntur. Nanti sampaikan salam tante ke orang tua kamu ya. Ayo masuk dulu,”

Tak lama mereka duduk di kursi ruang tamu.

“Sama ini tante aku mau minta maaf ke Roro karena udah bikin Roro kesal di sekolah tadi,” ucap Guntur sambil menundukkan kepalanya karena malu.

usia pubertas perempuan

“Kamu ngga salah Guntur. Kata ibu, di usia seperti aku ini menjadi hal yang wajar kalau mudah kesal sama orang lain. Aku sedang mengalami pubertas,” ucap Roro.

“Kamu mengalami pubertas juga? Kata mama aku, aku juga punya ciri-ciri pubertas juga,” seketika raut wajah Guntur menjadi tidak sedih lagi.

“Di usia kalian ini memang wajar banget mengalami ciri-ciri pubertas. Jadi, ngga perlu takut ya. Paling penting kalian harus jaga kebersihan diri dan pilih lingkungan pertemanan yang baik-baik ya,”

ciri pubertas pada perempuan

Roro dan Guntur serempak menganggukan kepala. Tak lama setelah itu Guntur dan Roro saling meminta maaf.

Tamat

Gulungan kertas tersingkap basah.

Nyala terang si lampu pijar.

Kalau materi pubertas terasa susah.

Ayo nonton videonya di ruangbelajar.

ruangbelajar

Beri Komentar