Dampak Anak yang Terjebak dalam Permasalahan Sosial

Rabia Edra Okt 6, 2017 • 4 min read


Sosiologi_Header (5)-2.jpg

RG Squad, seperti yang sudah kamu tahu, saat ini semakin banyak permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Mirisnya, yang merasakan dampak paling nyata ialah anak-anak. Kok bisa ya? Mau tahu apa saja akibat dari fenomena sosial ini? Yuk, simak bersama!

1. Kemiskinan

Kemiskinan diartikan sebagai keadaan seseorang yang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok. Orang tersebut juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Anak-anak yang berada dalam lingkaran kemiskinan terancam kehilangan akses pada hal-hal yang penting untuk kualitas hidupnya, seperti makanan yang bergizi dan pendidikan yang layak.

pengamen anak-anak(1).jpgAnak yang bekerja harus kehilangan haknya atas pendidikan (sumber: kompasiana.com)

2. Kejahatan

Kejahatan dalam masyarakat terbentuk melalui proses imitasi, pelaksanaan peran sosial, identifikasi, dan kekecewaan yang agresif. Anak-anak bisa terlibat sebagai korban maupun pelaku dari kejahatan itu sendiri. Terkadang, dorongan ekonomi dan kurangnya kontrol keluarga menjadi penyebab anak terpaksa melakukan suatu tindak kejahatan.

kasus kriminal anak-anak.jpgKasus kriminal yang menjerat anak-anak dan remaja (sumber: nasional.news.viva.co.id)

3. Disorganisasi Keluarga

Perpecahan keluarga terjadi karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban yang sesuai dengan peran sosialnya. Perpecahan keluarga mengakibatkan terjadinya perceraian, buruknya komunikasi, dan krisis keluarga. Keluarga berperan sebagai agen sosialisasi utama seorang anak yang dapat memengaruhi perilaku anak. Ketika hubungan dalam keluarga retak dan memburuk, anak rawan mengalami gangguan psikologis yang dapat berdampak pada perilaku-perilaku menyimpang di kemudian hari.

4. Sulitnya Penyesuaian Norma

Dalam masyarakat yang sedang mengalami masa transisi, generasi muda terjepit antara norma lama dan norma baru. Hal ini ditandai oleh dua ciri yang berlawanan, yaitu keinginan untuk melawan dan sikap apatis (tidak peduli). Anak-anak usia remaja, akhirnya mengalami konflik batin dan krisis identitas. Akibat sulitnya penyesuaian antara norma lama dari orang tua dan norma baru di masyarakat.

5. Pelacuran

Anak-anak, terutama remaja perempuan, rawan dijerumuskan ke dalam pelacuran. Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa berasal dari dalam maupun luar diri orang tersebut. Faktor dari dalam seperti nafsu seksual yang tinggi, terutama di usia remaja, serta keinginan untuk mendapat gaya hidup tertentu dengan cara instan. Sedangkan, faktor dari luar antara lain ialah tekanan ekonomi dan urbanisasi.

6. Kenakalan Remaja

Remaja yang kurang mendapatkan pemenuhan kebutuhan emosional dari keluarga umumnya terlibat dalam kenakalan remaja, seperti perkelahian, kebut-kebutan, mencoret-coret fasilitas umum, merampok, atau meminta uang dan barang-barang secara paksa.

rangkuman - dampak anak.png RG Squad, lihat kan? Ada begitu banyak dampak dari terlibatnya anak-anak dan remaja dalam berbagai jenis permasalahan sosial. Dampak yang paling nyata tentu saja adalah masa depan dan kehidupan sosial mereka yang terancam akibat harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Semoga saja kelak dampak-dampak permasalahan sosial tersebut bisa segera dituntaskan.

Pelajari lagi beragam fenomena dalam mata pelajaran sosiologi di ruangguru digitalbootcamp yuk!

Daftar RGDB Sekarang!

 

Referensi:

Sunarto, Kamanto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE – UI.

Richard Osborne & Borin Van Loon. 1996. Mengenal Sosiologi For Beginner. Bandung: Mizan

 

Sumber foto:

Foto 'Anak Yang Bekerja' [daring] Tautan: https://www.kompasiana.com/femiardine/551fa2bea333111841b65b9c/sang-pelantun-ibu?page=all

Foto 'Kasus Kriminal Yang Menjerat Anak-anak' [Daring] Tautan: https://www.viva.co.id/berita/metro/865233-1-207-kasus-dilaporkan-ke-polisi-cyber-crime-terbanyak?page=2&utm_medium=sebelumnya-2

 

Artikel diperbarui pada 26 November 2020.

Beri Komentar