Biologi Kelas 7 | Darah Tinggi dan Darah Rendah

Almas Tyas

Oct 25, 2019 • 6 min read

Konsep Pelajaran SMP Kelas VII biologi vii


perbedaan hipertensi (darah tinggi) dan hipotensi (darah rendah)

Artikel ini membahas tentang kelainan sistem peredaran darah yaitu tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tekanan darah rendah (hipotensi).

--

Teman-teman, udah pada tahu kan apa itu pembuluh darah? Tugas pembuluh darah cukup berat ya, karena pekerjaannya nonstop menyalurkan darah dari jantung ke seluruh tubuh sepanjang hidup kita. Saking nonstopnya, terkadang pembuluh darah bisa rawan terjadi kelai an, seperti kelainan darah tinggi dan darah rendah.

Apaan tuh darah tinggi dan darah rendah?? Udah kayak dataran geografi aja. Namanya emang mirip sih, tapi artinya beda yaa.

Darah tinggi dan darah rendah adalah kelainan yang terjadi di pembuluh darah kita. Dua kelainan ini membahayakan dan bisa terjadi tergantung kondisi kesehatan masing-masing.

Kenapa berbahaya? Karena kelainan darah tinggi dan rendah menyerang pembuluh darah yang lokasinya tersebar di seluruh tubuh kita, dari kepala sampai kaki. Kebayang kan, sebagaimana bahayanya kalau kelainan darah tinggi dan rendah terjadi.

Mau tahu lebih lanjut tentang kedua kelainan darah ini? Yuk, baca lebih lanjut!

Darah Tinggi dan Darah Rendah

Darah tinggi atau hipertensi adalah tekanan darah yang cukup tinggi di pembuluh darah arteri. Tekanan yang dimaksud adalah kekuatan aliran darah yang mengalir di pembuluh darah. Tekanannya harus diperhatikan loh, karena kalau terlalu tinggi bisa merembet ke organ-organ penting lainnya seperti jantung dan otak. Bahkan ada satu julukan yang dipakai untuk kelainan ini, yaitu “silent killer”.  Arti dari julukan ini adalah pembunuh diam-diam. Hipertensi bisa menjadi silent killer, karena nantinya akan berkembang menjadi beberapa penyakit mematikan seperti serangan jantung dan stroke.

Hii, serem banget sih. Kok bisa ya?

perbedaan hipertensi (darah tinggi) dan hipotensi (darah rendah)

Iya, karena hipertensi menyerang ke salah satu pembuluh darah yang punya peran paling penting, yaitu arteri. Fungsinya arteri adalah menyebarkan darah berisi oksigen dan nutrisi yang dipompa dari jantung ke seluruh tubuh. Dinding arteri ini sifatnya lebih elastis dibandingkan pembuluh darah lainnya. Jadi kalau tekanan darahnya semakin tinggi, dinding akan semakin melebar/meregang. Semakin dinding arteri melebar, maka semakin rawan pula terbentuk plak (tumpukan lemak) di sekitar dinding tersebut yang bisa menyumbat aliran darah. Hal ini bikin sirkulasi darah tersumbat dan nggak bisa berfungsi semestinya karena jalurnya terhalang. Penyumbatan oleh plak ini biasa dikenal dengan serangan jantung.

Baca juga: Jenis-jenis Sistem Peredarah Darah Manusia 

Hampir mirip dengan serangan jantung, stroke terjadi juga karena tersumbatnya dan terhalangnya pembuluh darah, tapi lokasinya di otak. Penyumbatan ini lah yang menyebabkan tekanan darah semakin tinggi. Semakin tinggi tekanannya, maka semakin sedikit darah yang bisa mengalir ke otak. Kalau sudah parah banget, penyumbatannya bisa bikin pembuluh darahnya pecah. Akhirnya terjadi pendarahan di otak dan sel otak bisa mati. Sebenarnya penyebab stroke itu ada banyak, tapi salah satu penyebab yang paling umum adalah hipertensi. 

Darah Tinggi dan Darah Rendah

Alat tensimeter untuk mengecek tekanan darah. Sumber: hellosehat.com

Terus, gimana caranya supaya tahu kita punya hipertensi atau nggak? Caranya adalah dengan mengecek tekanan darah kita. Tekanan darah bisa dicek dengan alat yang namanya tensimeter. Alat ini fungsinya mengukur seberapa kuat jantung memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh kita. Saat mengecek tensi, akan muncul angka yang menunjukkan berapa tekanan darah kita. Tekanan darah yang normal adalah 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg.

perbedaan hipertensi (darah tinggi) dan hipotensi (darah rendah)

Selain mengukur dari tensimeter, kita juga bisa tahu punya hipertensi atau nggak dari tanda-tanda yang muncul seperti nyeri dada, sesak napas, aritmia (irama jantung tidak teratur), lemas, sakit kepala, urin yang berdarah, dan penglihatan bermasalah.

perbedaan hipertensi (darah tinggi) dan hipotensi (darah rendah)

Terus, gimana caranya supaya terhindar dari hipertensi? Ya hindarilah faktor-faktor pemicunya. Tapi kalau udah terlanjur kena hipertensi, masih ada cara untuk mengantisipasinya kok. 

Darah Tinggi dan Darah Rendah

Kebalikannya dari hipertensi adalah hipotensi, yaitu penurunan tekanan darah yang drastis. Dikatakan hipotensi jika tekanan darahnya di bawah normal yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Yang terjadi saat hipotensi adalah berkurangnya volume darah yang seharusnya bersirkulasi di pembuluh darah. Padahal, darah yang dipompa dari jantung itu mengandung oksigen dan nutrisi yang kaya. Darah tersebut mengalir ke otak, ginjal, dan organ penting dalam tubuh lainnya.

perbedaan hipertensi (darah tinggi) dan hipotensi (darah rendah)

Jadi, bisa bayangin kan, gimana kalau darah itu nggak disebarin ke dalam tubuh kita? Organ-organ yang penting nggak akan mampu berfungsi dengan baik, contohnya otak.

Sel dalam otak butuh oksigen yang cukup untuk bekerja. Kalau otak kekurangan oksigen, yang akan kita rasakan adalah kepala pusing. Pusing bisa membahayakan kalau pusingnya benar-benar luar biasa. Gejala lainnya adalah badan terasa lemas, nafas pendek, dan bahkan pingsan.

Bahaya banget kan tuh. Makanya, jangan sampai kena hipotensi ya. Hipotensi bisa dicegah dengan banyak minum air putih dan makan dengan porsi kecil tapi sering (beberapa kali).

Biasanya hipotensi nggak terlalu bahaya gejalanya. Tapi kalau gejalanya dibiarin terlalu lama, tetap aja bahaya. Ada beberapa faktor hipotensi yang bisa dijauhi dan cara mengantisipasinya.

perbedaan hipertensi (darah tinggi) dan hipotensi (darah rendah)

Nah, udah cukup jelas belum penjelasan tentang kelainan darah tinggi (hipertensi) dan darah rendah (hipotensi)? Kalau ditanya lebih bahaya mana, keduanya sama-sama bahaya dan mengancam nyawa. Pokonya jangan sampai sakit dari dua kelainan ini yaa.

perbedaan hipertensi (darah tinggi) dan hipotensi (darah rendah)

Itulah perbedaan antara hipertensi dan hipotensi. Sebenarnya masih ada banyak kelainan-kelainan darah lainnya loh. Kalian mau tahu apa aja? Yuk, gabung di ruangbelajar! Disana kalian bisa belajar dengan video animasi yang menarik supaya kamu bisa lebih paham. Yuk, yuk!

ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts