DNA Menggantikan Flashdisk Sebagai Tempat Penyimpanan Data, Memang Bisa?

Kresnoadi

Jan 22, 2019 • 5 min read

Wow ternyata


apa media penyimpanan di masa depan

Artikel ini membahas tentang apa saja media penyimpanan mulai zaman dulu sampai metode pemanfaatan DNA sebagai media penyimpanan data

--

Setiap dari kita punya hobi yang berbeda-beda. Ada yang suka melukis, menyanyi, traveling, atau apapun. Tapi, percaya deh. Setiap dari kita punya satu persamaan: hobi berlama-lama di depan gadget.

Setiap bangun, kita mengecek handphone. Buka instagram, menatap foto dan video yang tiap beberapa menit selalu bertambah. Buka YouTube, menonton video yang setiap selesai satu video, selalu ada video baru yang muncul.

Manusia menyimpan banyak sekali data.

Dan masalahnya, dari dulu, cara kita menyimpan data masih sama: kita masih menggunakan benda fisik. Mulai dari zaman punch card, disket, flash disk, external harddisk, maupun sistem penyimpanan cloud—yang meskipun terasa tidak ada benda fisiknya, sebenarnya ada dan disimpan di tempat lain.

apa saja alat penyimpanan data

Seiring dengan berkembangnya zaman, para ilmuwan terus berpikir tentang bagaimana cara “meyimpan” file ini. Mereka udah ngebayangin, kalau di masa depan, file digital kayak gini bisa jadi sesuatu yang sangat berharga buat manusia. Mulai dari foto, video, bahkan surat-surat penting akan menjadi digital.

Mereka pun memutuskan untuk memasukkan itu ke dalam DNA.

Iya, DNA yang itu.

apa itu dna?

Kalau kita pikir lebih jauh, seperti halnya flashdisk, DNA memang tempat untuk menyimpan informasi. Bedanya, DNA membawa informasi yang bersifat biologis. Seperti misalnya, warna kulit, bentuk rambut, dan seberapa mancung hidung kamu.

Berbekal ini lah, ilmuwan itu mulai mengulik DNA sebagai tempat penyimpanan data. Kamu pasti tahu, kan, kalau DNA dibentuk dengan 4 basa nitrogen: Adenin (A), guanin (G), sitosin (S), dan timin (T). Kombinasi dari tiga basa nitrogen ini dinamakan dengan kodon. Contoh: GAS, AAS, TTS, CAK, LONTONG. Pokoknya gitu. Nyatanya, selain untuk memberikan instruksi kepada sel dalam membuat protein, kodon juga bisa digunakan sebagai “kode” untuk menyampaikan pesan.

Baca juga: Kenapa Setelah Makan Bisa Terjadi Sendawa?

Pada tahun 1999, ilmuwan di New York, membuat kombinasi 64 kodon dan membuatnya menjadi tanda dari huruf alfabet, nomor, dan simbol.

cara memasukkan data ke dnaTed ed via Youtube

 

Ilmuwan ini lalu memotong 22 karakter huruf tadi menjadi rantai ikatan DNA yang panjang. Kemudian, menyembunyikannya ke dalam sebuah tanda titik di surat yang sudah dicetak. Nah, biar nggak lupa tanda titik yang mana, mereka memberikannya noda di dekat titik itu. Keren gak sih? Udah kayak di film-film detektif gitu.

Ilmuwan itu lalu mengetes untuk “membongkar” noda itu dan membaca pesannya kembali.

Dan ternyata, berhasil.

Hal ini membuat para ilmuwan berpikir lebih lanjut. Jangan-jangan kita bisa memasukkan sesuatu yang lebih besar ke dalam rantai DNA ini. Nggak. Ilmuwan di masa itu gak kepikiran untuk masukin tuyul ke dalam rantai DNA. Mereka aja percaya nggak percaya kok sama hantu.

Mereka kepikiran sesuatu yang lebih masuk akal: file komputer.

Jangan-jangan kita bisa masukin file komputer ke dalam sana? Mereka pun mengubah kodon-kodon tadi menjadi simbol untuk bilangan biner. Sebuah bahasa komunikasi yang biasa digunakan untuk kode jaringan komputer.

cara mengubah bilangan biner ke kodonSumber: Ted ed via Youtube

 

Tahun 2012, ilmuwan asal inggris berhasil menerjemahkan puisi Shakespeare dan pidato Martin Luther King yang terkenal berjudul I Have a Dream dalam bilangan biner menjadi rantai DNA. File ini berukuran 739 Kb.

apa itu bilangan biner

4 tahun kemudian, Microsoft dan Universitas Washington memecahkan rekor tersebut. Mereka menggunakan bilangan biner untuk memasukkan 200 MB data ke DNA. Isinya Universal Declaration of Human Right (Anjuran yang dibuat MU PBB tentang hak asasi manusia, ada 30 pasal) dan musik video dari Band OK Go! dengan resolusi HD.

Penyimpanan berbasis DNA memang terasa asing buat kita. Tapi tidak di kepala para saintis ini. Bayangkan, benda-benda seperti flashdisk… harddisk… kudis… dan berbagai media penyimpanan data lain paling hanya dapat bertahan berapa puluh tahun. Tapi, DNA dapat bertahan hingga 500 tahun. Terlebih jika DNA tersebut disimpan di tempat gelap dan dingin, bisa awet sampai 100 ribu tahun.

Lagipula, gimana coba kalo tiba-tiba bumi kita tertimpa komet, hancur, lalu yang tersisa hanya tinggal beberapa orang saja. Mereka harus berkembang biak dari awal, tanpa semua benda ini dan ilmu pengetahuan. Apakah ilmu pengetahuan yang udah diketahui bisa kembali digunakan?

Atau… ikut menghilang dan kita harus mengulang dari awal lagi?

Di samping itu, DNA merupakan tempat yang sangat besar untuk menyimpan berbagai macam hal. Bayangkan, semua data internet tahun 2016 bisa disimpan hanya dalam 1 gram DNA aja gitu lho!

seberapa banyak DNA dapat menyimpan data

Saat ini, bahkan sudah ada start up yang bergerak di bidang ini. Namanya Carver, yang menyediakan jasa penyimpanan data ke dalam DNA sintetis. Salah satu pelanggannya menggunakan DNA sintetis ini untuk menyimpan password dompet virtual yang berisi bitcoin. Dan harga nya? $1000 aja.

dna sintetis

Kebayang nggak kalau hal ini benar-benar terjadi di masa depan? Kamu akan bisa menyimpan foto di tempat yang tak terbayangkan sebelumnya. Cara mendekati gebetan pun akan lebih asoy. Kamu tinggal fotoin dia, lalu begitu dia minta fotonya, kamu jawab, “Bentar ya. Aku ambil dulu… di nadi.”

Sebenarnya, materi seperti ini ada di dalam pelajaran komputer atau fisika kelas 12, lho. Kalau kamu ingin tahu, tonton aja video pembahasannya lewat ruangbelajar! Di sana kamu akan mendapat video dengan tutor, lengkap dengan animasi dan infografik seru!

 ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts