Peneliti Membuktikan Kalau Kita Lebih Bahagia Saat Menjalani Proses Ketimbang Hasil, Percaya?

Kresnoadi Jan 7, 2020 • 4 min read


 

kenapa proses itu penting

Artikel ini membahas tentang apa itu dopamin, dan pengaruhnya terhadap kebahagiaan manusia dalam menjalani proses hidup

--

Pernah nggak kamu main game petualangan? Karaktermu harus menghadapi raja untuk bisa masuk ke stage berikutnya. Sayangnya, di saat itu level karaktermu belum kuat. Kalau dipaksain ngelawan udah pasti kalah. Kamu pun naikin level dulu dengan mengalahkan monster-monster yang levelnya lebih rendah.

Di momen ini, perasaan yang muncul adalah menggebu-gebu. Kamu ngotot dan bersikeras pengin karaktermu tambah kuat. Kamu pengin buru-buru maju ke stage berikutnya.

Setelah seharian ngelawan monster, karaktermu akhirnya naik level dan kamu siap menghadapi raja. Perasaan berdebar itu datang. Mata jadi lebih waspada. Tangan di mouse dan keyboard dengan sigap. Adrenalin terpacu. Setelah berjibaku dan ngeluarin semua jurus, kamu akhirnya berhasil ngalahin raja.

Anehnya, setelah masuk ke stage berikutnya, perasaan excited berkurang. “Oh, ternyata stage 3 isinya kayak gini toh.” Lalu udah. Gitu aja.

Contoh ini, sesungguhnya terjadi di kehidupan nyatamu.

dopamin

Sebelum kita jauh-jauh ngomongin apa yang terjadi di hidup kamu, kita kenalan dulu sama makhluk bernama dopamin.

Sebagian dari kita mungkin pernah dengar dopamin sering disebut ketika seseorang makan coklat, jatuh cinta, atau dapat followers baru di Instagram yang bikin nagih. “Makan coklat, gih, biar hepi!”

Iya, dopamin adalah salah satu neurotransmitter yang bertanggungjawab atas sensasi rasa senang. Roy Wise, dalam salah satu tulisannya tahun 1980, bilang kalau dopamin berpengaruh dalam membuat pengalaman “bahagia, euforia, dan perasaan lezat.”

Bentar, biar kamu nggak kepikiran dari kalimat di atas, biar dijelasin dikit. Apa sih neurotransmitter? Neurotransmitter tuh senyawa kimia di neuron (sel saraf) yang tugasnya nyampein sinyal berisi informasi dari satu sel saraf ke sel saraf yang lain. Kayak messenger gitu lah. Nah, kalau si dopamin ini tugasnya nyampein hal-hal yang bikin kita bahagia.

Pengaruhnya terhadap kita tergantung dari di mana letak dopamin di otak, neuron apa aja yang ikut campur, dan siapa reseptor yang menerima sinyal. Di beberapa area otak, dopamin bisa mengatur gerakan, tingkat hormon, bahkan fungsi organ. Meski begitu, bisa dibilang kalau kita ngomongin dopamin, kita bakal ngomongin bagian otak yang disebut dengan “jalur rewards”. Letaknya ada di otak tengah. Dan, kalau si dopamin merangsang bagian ini, otak kita akan mendapatkan sensasi bahagia.

Makanya, dopamin ini yang sering diotak-atik sama narkotika. Baca tulisan yang ini deh tentang bahayanya meningkatkan dopamin dari psikotropika meskipun kita senang.

pengaruh-hormon-ke-perasaan

Sumber: MedicalTalks via Twitter

 

Selama ini, para ilmuwan selalu memberikan contoh kayak gini:

Kamu laper -> kamu nemu biskuit di meja -> kamu makan -> dopamin terpicu -> kamu hepi

Atau contoh lain gini:

Kamu laper -> kamu jalan ke kantin -> kamu gak sengaja ketemu gebetan -> dopamin terpicu -> kamu hepi -> di belakang gebetan ternyata ada cowoknya -> kamu ambyar

Ketika kamu mendapatkan rewards, dopamin akan terpicu dan mengantarkan sensasi kebahagiaan ke otak kamu. kamu dapat biskuit, makan, lalu dopamin muncul, bahagia. Kamu dapat tembus ke sekolah favorit, lalu dopamin muncul dan bikin bahagia. Kamu dapet… kamu beli pembalut.

Baca juga: Apa Itu Era Post Truth dan yang Harus Kita Lakukan Esok Hari

Kenyataannya, dopamin jauh lebih kompleks daripada itu.

Selain dari akibat “mendapatkan rewards”, peneliti memperoleh fakta baru: dopamin juga timbul dari hal-hal yang tidak secara langsung “karena mendapatkan rewards”. Misalnya, saat para veteran perang keingat pengalaman buruknya di masa lalu (PTSD), atau malah tikus yang kalah dari perkelahian (ini beneran).

--

Lalu, apa kesimpulan dari ini semua?

Ternyata, sensasi excited dan bahagia juga bisa muncul dari hal-hal lain. Tubuh kita akan secara alamiah bahagia ketika kita sedang struggle. Ketika kita memperjuangkan sesuatu, dopamin akan jadi teman di kepala kita yang terus membuat kita bertahan, melewati proses berat itu, sampai akhirnya kita mencapai tujuan. Sama kayak cerita orang main game di awal di mana kita semangat saat kita lagi susah payah pengin maju ke stage berikutnya.

Dan sekalinya tujuan kita tercapai, stage yang kita pengin sudah kita masukin, sensasi bahagia itu akan berkurang.

So, buat kamu yang di tahun ini punya target tertentu, tetap semangat. Kamu yang pengin masuk kampus tertentu. Kamu yang pengin menguasai suatu skill baru. Kamu yang pengin mendapatkan beasiswa atau ikutan lomba. Bisa jadi di tengah tahun nanti akan muncul berbagai halangan. Bisa aja kamu harus mencapai tujuan kamu dengan kerja keras. Tapi gakpapa. Jangan kuatir karena tubuh kita aja sebenernya suka sama proses. Tubuh kita ngebantu kita dengan ningkatin dopamin yang bikin kita semangat dan melaju untuk mencapai goals yang kita mau.

Last but not least, kalau salah satu tujuan kamu di tahun ini adalah buat menguasai materi-materi pelajaran tertentu, mari kita kejar sama-sama. Ditemani berbagai tutor yang expert di bidangnya, lewat ruangbelajar, kami akan menemanimu menggapai tujuan itu di tahun ini.

ruangbelajar

 

Beri Komentar