Ekonomi Kelas 11 | Perdagangan Internasional dan Agenda lain Pertemuan IMF di Bali

Fahri Abdillah Okt 29, 2018 • 5 min read


Artikel ini membahas agenda pertemuan IMF yang dilaksanakan di Bali, Indonesia. Dalam pembahasan IMF, perdagangan internasional salah satunya menjadi fokusan dan dalam artikel ini penjelasan tentang 2 teori perdagangan internasional.

--

Belum lama ini Indonesia menjadi tuan rumah Annual Meetings (AM) International Monetary Fund (IMF), di Nusa Dua, Bali. Acaranya diselenggarakan selama 2 minggu, mulai dari tanggal 8-14 Oktober 2018. Nah, ada nggak di antara kamu yang nggak belum tahu informasi ini? Atau mungkin juga penasaran, sebenarnya apa sih IMF itu? Kok Indonesia mau aja jadi tuan rumah ya? Oke, biar kamu paham apa itu IMF dan kenapa pertemuannya di Indonesia, kamu bisa simak penjelasannya di bawah ini.

International Monetary Fund (IMF) adalah sebuah organisasi internasional yang bertugas untuk mengatur sistem ekonomi internasional. IMF sedikitnya mengadakan pertemuan sebanyak satu kali dalam setahun di negara anggota. Banyak negara yang ingin menjadi tuan rumah pertemuan akbar ini, karena secara tidak langsung, negara tuan rumah akan mendapat keuntungan di sektor pariwisata dan juga industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Events).

Kok bisa? Ya bisa banget. Kan banyak yang datang, bisa sampai ribuan, soalnya yang datang itu dari 189 negara. Ada yang bawa istri atau suaminya, bawa anak, bawa menantu, atau mungkin ada juga mungkin yang bawa tetangganya. Ya kan siapa tau tetangganya pengen liburan.

Nah, kalau udah begitu, makin aja deh negara tuan rumah akan dikenal oleh banyak kalangan dari berbagai negara. Makanya Indonesia mengadakan sidangnya di Bali, karena Bali merupakan pulau yang memiliki pesona keindahan budaya dan alam yang begitu kaya.

 

Peserta-Peserta IMF di Bali

 

Wah banyak banget kan yang dateng. Ada 2000 jurnalis dan awak media internasional bahkan, bukan nggak mungkin kan negara kita semakin terkenal di mata dunia lewat pariwisata dan keindahan budayanya.

Lalu apa sih yang dibahas dalam AM-IMF ini? Ada beberapa isu penting yang menjadi fokusan dalam pertemuan AM-IMF di Bali, yaitu mengenai pengurangan kemiskinan dan pembangunan ekonomi internasional. Dalam pembahasan pembangunan ekonomi internasional, salah satu yang dibahas adalah perdagangan. Agar mendapat keuntungan, setiap negara membahas dan menyiasati model perdanganan internasional seperti apa yang dapat saling menguntungkan.

Baca juga:  2 Kebijakan Perdagangan Internasional dan Jenisnya

Nah, dalam materi ekonomi kelas 11 terdapat 2 teori tentang perdagangan internasional, yaitu teori keunggulan mutlak dan teori keunggulan komparatif. Wuiih kaya gimana tuuuh?

teori keunggulan mutlak

Adam Smith, seorang filsuf asal skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern, mengatakan bahwa suatu negara bisa dikatakan memiliki keunggulan mutlak dibandingkan negara lain, ketika negara tersebut mampu menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak daripada negara lain. Tapi dengan asumsi bahwa sumber daya alam yang digunakan itu sama ya.

Lukisan Adam Smith

 Lukisan Wajah Adam Smith. Sumber: indianfolk.com

Udah paham belum? Kalau belum paham, sekarang kamu coba lihat table di bawah ini deh. Tabel di bawah ini mencontohkan seperti apa itu teori keunggulan mutlak:

contoh kasus teori keunggulan mutlak

Kalau dilihat dari tabelnya, lebih baik Indonesia mengalokasikan sumber dayanya dan juga menspesialisasikan diri untuk fokus memproduksi beras, kemudian Jepang lebih ke produksi motor. Dengan begitu, jika kedua negara melakukan perdangangan internasional (ekspor dan impor), keduanya bisa sama-sama mendapat keuntungan.

Kita sama-sama tahu kalau Indonesia ini sangat kaya akan sumber daya alamnya, udah gitu ditambah dengan populasi penduduk yang besar, seharusnya Indonesia mampu menjadi negara nomer 1 penghasil bahan pangan. Seperti jagung, beras, sayur-sayuran, sagu, gandum, dan banyak lagi.

Kalau pemerintah kita sudah fokus untuk mengembangkan sumber daya manusia agar mampu menghasilkan produk pangan yang baik, sepertinya negara kita tidak usah lagi terus menerus impor bahan pangan, malah harusnya jadi pengekspor terbesar. Dengan begitu, perdagangan internasional bisa terus menguntungkan negara kita ini.

Teori keunggulan komparatif

David Ricardo, seorang pakar ekonomi politik asal Inggris, mengatakan bahwa keunggulan komparatif terjadi ketika sebuah negara lebih unggul dalam 2 macam produk yang dihasilkan, dan dengan biaya tenaga kerja yang lebih murah dibandingkan dengan biaya tenaga kerja di negara lain.

David Ricardo

David Ricardo. Sumber: atlantico.fr

Meski salah satu negara memiliki semua keunggulan, perdagangan internasional tetap bisa dilakukan kok. Perdagangan antar kedua negara tetap dapat saling menguntungkan selama terdapat perbedaan biaya peluang dalam memproduksi barang/jasa.

Coba deh kamu perhatikan contoh dari teori keunggulan komparatif:

contoh kasus teori keunggulan komparatif

Kalau kita lihat dari tabel contoh keunggulan komparatif, alangkah lebih baik jika Jepang lebih fokus dan berspesialisasi pada produk motor. Kenapa? Karena pengorbanannya hanya 0,75 TV. Sedangkan Indonesia sebaiknya lebih fokus dan berspresialisasi pada produk TV, karena pengorbadannya hanya 1 motor. Nah kalau sudah begitu, bisa dijamin keduanya mendapat keuntungan saat melakukan perdagangan.

Biar lebih jelas, perhatikan penjelasan di bawah ini ya.

Keuntungan Indonesia

Di Indonesia 1 unit TV = 1 unit motor, sedang di Jepang 1 unit TV = 1,3 unit motor (160 unit motor : 120 unit TV). Jika negara Indonesia menukarkan TVnya dengan motor di Jepang, maka Indonesia akan mendapatkan keuntungan sebesar 0,3 yang diperoleh dari (1,3 motor - 1 motor).

Keuntungan Jepang

Di Jepang 1 unit motor = 0,75 unit TV (120 unit TV : 160 unit motor), sedangkan di Indonesia 1 unit motor = 1 unit TV. Jika negara Jepang menukarkan motor dengan TV di Indonesia, maka Jepang akan mendapatkan keuntungan sebesar 0,25 yang diperoleh dari (1 TV - 0,75 TV).

Nah begitulah kira-kira dua teori perdagangan internasional, yang satu adalah keunggulan kompetitif dan satunya adalah keunggulan komparatif. Kira-kira menteri keuangan kita dan perwakilan negara kita lainnya menggunakan teori ini nggak ya saat sidang IMF?

Hmm kayanya sih pake ya, karena secara logika ekonomi, kedua teori ini memang relevan digunakan saat negara-negara saling melakukan transaksi perdagangan. Di mana keduanya sama-sama ingin mendapatkan untung. Sebenarnya kalau kamu ingin lebih paham lagi dan bisa menentukan untung rugi dari perdagangan internasional, kamu bisa latihan-latihan soal di ruangbelajar. Di ruangbelajar kamu juga bisa menonton penjelasan melalui video beranimasi.

So, kalau kamu paham terus jadi cerdas, siapa tahu nantinya bisa ngewakilin Indonesia di pertemuan-pertemuan ekonomi kelas internasional. Kita nggak ada yang tahu kan, yang penting terus belajar dan jangan lupa terus update informasi tentang apa yang sedang terjadi di sekitar kita. Biar nggak ketinggalan!

ruangbelajar

Beri Komentar