7 Fakta Pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020

Shabrina Alfari Okt 6, 2020 • 5 min read


fakta utbk 2020

Banyak perubahan yang terjadi pada UTBK SBMPTN 2020 akibat pandemi COVID-19. Artikel ini membahas tujuh fakta pelaksanaannya yang perlu diingat

---

Setiap tahunnya, UTBK SBMPTN memiliki peraturan yang kerap berbeda-beda. Di tahun 2020 kemarin, pelaksanaan SBMPTN pun mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan dengan SBMPTN di tahun-tahun sebelumnya karena diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19. Berikut dirangkum beberapa fakta mengenai pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020.

1. Sempat ditunda akibat pandemi

Akibat penyebaran pandemi COVID-19 pendaftaran UTBK pada 30 Maret 2020 dan pelaksanaan UTBK pada 20 April 2020 ditunda. Setelah melalui tahap evaluasi dan mempertimbangkan situasi COVID-19, akhirnya diputuskan bahwa UTBK dimulai pada 5-14 Juli 2020.

2. Hanya mengujikan materi TPS

Awalnya, UTBK 2020 akan mengujikan materi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Potensi Skolastik (TPS). Namun akibat adanya pandemi, LTMPT selaku penyelenggara pun memutuskan untuk hanya mengujikan Tes Potensi Skolastik (TPS) saja. Durasi pelaksanaan tes pun relatif pendek yaitu hanya 105 menit (1 jam 45 menit).

Baca juga: Apa itu Tes Potensi Skolastik (TPS) UTBK 2020?

TPS mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi. Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.

3. Pendaftaran UTBK dan SBMPTN dilakukan bersamaan

Pendaftaran UTBK dan SBMPTN di tahun 2020 dilakukan satu kali dan bersamaan. Peserta harus memilih lokasi tes pusat UTBK dan memilih PTN dan Program Studi tujuan secara sekaligus, berbeda dengan peraturan pada tahun 2019 yang memungkinkan peserta memilih prodi dan mendaftar SBMPTN setelah mengetahui hasil skor UTBK. Perubahan ini membuat peserta harus memikirkan secara lebih matang pilihan PTN dan jurusan yang ingin dituju.

protokol kesehatan utbk 2020Protokol Kesehatan UTBK 2020 (Sumber: urbanasia.com)

4. Dibagi menjadi 2 gelombang berdasarkan lokasi

Untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona dan menjaga keselamatan dari para peserta serta penyelenggara, pelaksanaan UTBK diubah dari 4 sesi menjadi 2 sesi per hari. Selain itu, guna mengantisipasi penumpukan peserta di pusat UTBK, LTMPT pun memutuskan pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020 dijadikan dua gelombang.

Gelombang pertama diperuntukan bagi peserta yang sudah berada atau tinggal di lokasi yang sama dengan lokasi pusat UTBK. Sedangkan gelombang kedua diperuntukkan bagi peserta yang sudah terlanjur memilih lokasi pusat UTBK di luar domisilinya dan sulit meninggalkan lokasi tempat tinggal karena adanya peraturan PSBB atau hal lainnya.

5. Dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat

UTBK SBMPTN 2020 dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Hanya peserta yang sehat dan bebas dari COVID-19 yang diperkenankan untuk mengikuti UTBK. Peserta dianjurkan untuk melaksanakan isolasi mandiri mulai 14 hari sebelum pelaksanaan UTBK dan dilarang mampir ke tempat lain selain ke lokasi UTBK. Peserta pun tidak diperkenankan untuk berinteraksi dengan peserta lain di lokasi UTBK. Ruang ujian pun akan kembali disterilisasi sebelum ujian sesi kedua dimulai.

6. Persentase kelulusan UTBK SBMPTN 2020

Total peserta yang mendaftarkan diri pada UTBK SBMPTN 2020 adalah sebanyak 702.402 orang. Jumlah ini diketahui mengalami penurunan sebanyak 12.232 dibandingkan pada 2019. Peserta yang berhasil lolos pada seleksi SBMPTN 2020 ada sejumlah 167.653 orang atau 23,87% dari jumlah peserta yang terdaftar. Dapat disimpulkan bahwa persaingan pada jalur SBMPTN 2020 sangat ketat.

510049624Kelulusan SBMPTN 2020 (Sumber: pikiran-rakyat.com)

7. Prodi dengan nilai dan keketatan tertinggi

Prodi Saintek yang berhasil meraih nilai UTBK tertinggi diraih oleh prodi Kedokteran UGM dengan rerata nilai 642,53. Sementara itu, prodi Soshum yang berhasil meraih nilai UTBK tertinggi diraih oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB dengan rerata nilai 638,86.

Prodi Saintek dengan keketatan tertinggi pada SBMPTN 2020 diraih oleh Teknik Informatika UNPAD dengan rasio keketatan 1:77. Sedangkan, untuk prodi Soshum dengan keketatan tertinggi diraih oleh Ilmu Komunikasi UI dengan rasio keketatan 1:125.

Itulah tadi beberapa fakta penting dari pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020 lalu. Bagaimana kira-kira peraturan dan sistem pelaksanaan UTBK SBMPTN 2021 mendatang? Bagaimana pun kebijakan yang akan diterapkan, persiapkan diri kamu dari sekarang untuk menghadapi UTBK dengan video beranimasi dan latihan soal HOTS UTBK di ruangbelajar.

ruangbelajar

Referensi:

Lima Fakta Menarik UTBK-SBMPTN 2020, Ilham Pratama Putra, medcom.id [daring]. Tautan: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/MkMGWXxN-lima-fakta-menarik-utbk-sbmptn-2020 (Diakses: 2 Oktober 2020)

10 Fakta SBMPTN 2020 di Tengah Pandemi, Safira Fitri, news.okezone.com [daring]. Tautan: https://news.okezone.com/read/2020/08/14/65/2262055/10-fakta-sbmptn-2020-di-tengah-pandemi (Diakses: 2 Oktober 2020)

Sumber foto:

Foto Protokol Kesehatan UTBK 2020 [daring]. Tautan: https://www.urbanasia.com/utbk-2020-hari-pertama-diikuti-703875-peserta-U15700 (Diakses: 2 Oktober 2020)

Foto Kelulusan SBMPTN 2020 [daring]. Tautan: https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01587826/dipilih-secara-random-peserta-dan-panitia-utbk-di-7-perguruan-tinggi-jabar-akan-lakukan-rapid-test?page=2 (Diakses: 2 Oktober 2020)

Beri Komentar