Fresh Graduate 101: Sulit Mendapat Pekerjaan, Lalu Harus Bagaimana?

Ruangguru Sep 9, 2020 • 4 min read


Halo fresh graduate! Bagaimana rasanya terjun langsung ke lapangan mencari pekerjaan? Apa kamu turut menikmati naik-turunnya? Sudah membuat CV terbaik, tetap belum ada panggilan interview. Ada yang berhasil diundang interview, kemudian tidak ada kelanjutan lagi setelahnya. Bahkan, ada yang sudah melalui serangkaian proses, tapi tidak lolos di seleksi akhir. Nyesek banget ya? Well, that’s a part of life.

Menemukan pekerjaan itu gampang-gampang susah. Ini juga dirasakan oleh orang-orang yang sudah profesional lho. Apalagi bagi kamu, para fresh graduate yang sekiranya belum memiliki cukup banyak pengalaman. Tidak heran, banyak waktu dihabiskan untuk mengirimkan lamaran dan menjalani proses rekrutmen tanpa hasil yang tak kunjung jelas.

Ingat, seiring waktu yang terus berjalan, status-mu sebagai fresh graduate juga tidak akan terus bertahan. Jika sudah hampir setahun belum mendapatkan pekerjaan, kamu tidak bisa dianggap ‘fresh’ lagi, bukan?

Kelamaan menganggur ini memberikan beberapa efek yang ikut menyerang kondisi mentalmu, seperti terbawa rasa malas dan jadi pesimis. Hey, train your mind to see the good in everything! Sambil cari pekerjaan, coba isi waktu kamu dengan positif nan produktif.

 

1. Jadi anak acara

Biasanya, peluang yang paling mudah didapat dari koneksi. Jangan malas menjalin hubungan dengan semua teman-temanmu ya. Bisa saja teman lama kamu punya bisnis dan butuh tenaga. Apabila ada event, jangan ragu menawarkan diri jadi freelance MC, fotografer, videografer, atau decorator mungkin?

Ilustrasi freelancer Foto: truelancer.com

Selain koneksi, zaman sekarang ini, semua hal sudah ada di internet. Tersedia beberapa website yang dapat membantumu menemukan perusahaan yang membutuhkan freelance.

 

2. Gaul di tempat kursus

Selama menganggur, kamu akan berusaha mencari kesibukan agar tidak jenuh di rumah. Nah, kesibukan ini terkadang memicu pada tindakan pemborosan uang. Misalnya, movie marathon di bioskop, shopping, jalan-jalan tanpa memperhatikan budget, dan sebagainya. Akan tercipta kesenangan sih, tapi kesannya jadi menghambur-hamburkan uang lho, teman-teman.

Belajar memasak Foto: kitchenrevolution

Daripada uangmu habis untuk hal-hal kurang berguna, lebih baik kamu ikut berbagai kursus. So, uangmu (atau orangtuamu) bisa dialokasikan dengan baik, yang bahkan menunjang skill kamu. Kalau skill kamu banyak, pasti jadi lebih pede untuk apply ke mana pun. Ikut kursus bahasa, masak, desain, apa pun yang kamu rasa perlu diasah dalam dirimu. Pssst, ada juga lho kursus online gratis yang bisa kamu cari di internet.

 

3. Guru les privat

Kalau kamu punya kemampuan yang memadai, mulailah beranikan diri untuk menjadi guru privat. Dari lingkungan terdekat saja, misalnya tetangga atau sanak saudara. Tidak usah muluk-muluk, misalnya mengajar ngaji, gitar, atau Bahasa Inggris SD. Sekarang sudah ada platform yang mempertemukan guru dan murid dengan mudah dan terjamin. Sambil sharing ilmu, kamu juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Guru les privat Foto: manovredisostruzionepediatriche.com

 

4. Back to school

Aktif ikut organisasi akademik maupun non akademik bisa jadi modal besar untukmu nih. Waktu luangmu bisa dimanfaatkan dengan mengunjungi para junior dan berbagi pengetahuan serta bakat yang kamu punya. Contohnya, mengajarkan tari tradisional di sekolahmu dulu. Eits, jadi pembicara di event para junior juga bisa kok. Kamu bisa sharing ilmu dan berkontribusi sebagai almamater yang baik. Kamu bisa saksikan delapan episode Ask Me Anything Ruangguru untuk melihat referensi sebagai pembicara. Sambil nostalgia ke masa sekolah dan kuliah dulu bakal seru, kan?

 

5. Menjadi volunteer

Kamu bisa turut berpartisipasi dalam berbagai macam aksi sosial, acara musik, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan seperti ini membutuhkan banyak tenaga volunteer yang waktunya fleksibel.

 

Kalau kamu ikuti kegiatan-kegiatan di sana, masa ‘nganggur’-mu akan lebih berisi dan positif, bukan? Semua ini penting sebagai bekal pengalaman yang diperlukan saat masuk ke dunia kerja. Sebisa mungkin jangan hanya diam di rumah menunggu panggilan interview ya. Meskipun kamu tidak mempunyai pekerjaan dalam waktu yang cukup panjang, perekrut bisa menilai dari caramu mengisi waktu luang. Yuk, isi dengan hal-hal positif agar kamu juga lebih optimis. :)

Beri Komentar