Menteri Keuangan Sri Mulyani Dukung Siswa Memperoleh Alternatif Belajar di Luar Sekolah

Rabia Edra Mar 19, 2018 • 3 min read


Untitled design (26)-6.png

Jakarta, 17 Maret 2018. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi kegiatan Learning Innovation Summit 2018 yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero) dan Ruangguru pada Rabu, 14 Maret 2018 lalu. Agenda ini dianggap sebagai langkah besar untuk memperbaiki kualitas manusia di Indonesia melalui sektor pendidikan. Diharapkan fokus pengembangan pendidikan saat ini tidak hanya dari penambahan alokasi anggaran dari pemerintah. Melainkan, ada sinergi antara berbagai sektor untuk bersama-sama memaksimalkan hasilnya. 

"Masalah kita saat ini sudah bukan lagi tentang anggaran, kalau itu sudah ada Rp440 triliun, tetapi yang belum jadi prioritas adalah bagaimana kita bisa memperoleh hasil terbaik dari adanya anggaran itu," ucap Sri Mulyani saat menyampaikan keynote speech dengan topik Efficiency in Education Spending for a Better Learning Outcome. Maka, salah satu cara untuk mampu memberikan dampaknya adalah dengan meningkatkan kapasitas SDM dengan berbagai learning program.

Berdasarkan data, tercatat 75,6 juta dari 257 juta jiwa penduduk Indonesia yang berada di bangku sekolah (PAUD-SMA) dan 3,1 juta guru yang harus didorong agar menjadi mumpuni. Namun tersebar di 34 provinsi dan 500 daerah tingkat dua, sehingga tantangan untuk memberikan kualitas pendidikan yang baik itu cukup sulit. "Belum lagi kita terus dihadapkan pada perubahan dunia yang serba cepat, maka teknologi menjadi solusi agar kualitas pendidikan yang baik dapat merata," sambung Sri Mulyani. 

Untitled design (27)-5.png

Strategi ini juga sudah dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan alternatif belajar secara online karena melihat skor PISA Indonesia yang masih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Lebih lanjut, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan bahwa banyak anak yang belum tahu bagaimana mendapatkan akses pengetahuan yang berguna untuk mereka di luar sekolah. 

"Dalam waktu 15 tahun ke depan, apapun bisa saja terjadi dan kalau hanya terpaku dengan ilmu yang ada di sekolah, kita bisa tertinggal karena yang sudah dipelajari menjadi tidak relevan lagi," tutur peraih Menteri Terbaik Dunia 2018 ini. Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga akan segera memperbaiki penetrasi internet agar daerah-daerah pelosok dapat belajar melalui teknologi.  

Sebagai penutup pidato, Sri Mulyani menyatakan bahwa mesin robot atau artificial intelligence dapat menggantikan tenaga kerja di kemudian hari, kecuali mereka yang memiliki tiga hal: passion, empathy, dan understanding. Hal ini tentu tidak akan bisa diperoleh jika SDM yang ada belum meningkatkan kapasitasnya bersama teknologi.

Untitled design (28)-4.png

Acara “Learning Innovation Summit 2018” merupakan acara konferensi pendidikan berskala internasional yang diselenggarakan oleh Ruangguru dan PT. Pertamina (Persero). Lebih dari 1000 peserta yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Kepala Daerah, 400 Dewan Direktur Korporasi Swasta terbesar di Indonesia, 350 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota/Kabupaten seluruh Indonesia, 250 perwakilan organisasi non-pemerintah dan kemasyarakatan, social media influencers serta perwakilan dari negara sahabat hadir dalam perhelatan ini. Konferensi ini diselenggarakan sebagai bentuk ajakan kepada seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam memajukan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia melalui inovasi - inovasi di dunia pendidikan.

Tentang Ruangguru

Ruangguru merupakan perusahaan teknologi Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan dan telah memiliki lebih dari 7,7 juta pengguna. Perusahaan ini didirikan sejak tahun 2014 oleh Belva Devara dan Iman Usman, yang keduanya berhasil masuk dalam jajaran pengusaha sukses di bawah 30 tahun melalui Forbes 30 under 30 untuk teknologi konsumen di Asia. Ruangguru berkomitmen untuk menjadi mitra bagi pemerintah daerah demi memberikan pendidikan berkualitas melalui Sistem Manajemen Belajar (LMS). Tahun lalu, Ruangguru berhasil bekerja sama dengan 32 (dari 34) pemerintah provinsi dan lebih dari 326 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia.

Beri Komentar