Hal-hal Penting pada Penulisan Kritik dan Esai

Bahasa Indonesia kelas 12 : penulisan kritik dan esai

Hai RG Squad! Kalian tahu nggak sih kalau karya sastra itu tidak lantas terlepas dari berbagai kritik dan saran. Dibalik keindahan karya sastra, sebuah kritik juga dibutuhkan untuk terus memperindah dan menyempurnakan hal-hal yang masih dirasa kurang tepat. Nah, dalam melakukan kritik, kalian juga harus paham dulu seperti apa kritik dan esai sastra itu. Kenapa penting? Ini karena kita harus tahu dasarnya dulu, baru deh kita boleh melakukan kritik, supaya penilaian kita objektif.

1. Pengertian kritik dan esai sastra

Kritik yang akan kita bahas yaitu kritik sastra. Kritik sastra merupakan analisis terhadap suatu karya sastra untuk mengamati atau menilai baik-buruknya suatu karya secara objektif. Sedangkan esai merupakan karangan singkat yang membahas suatu masalah dari sudut pandang pribadi penulisnya. Masalah yang dibahas dalam esai merupakan masalah yang aktual dari berbagai bidang seperti kesusastraan, kebudayaan, iptek, atau politik. RG Squad pastinya sudah tahu dong ya tentang sejarah esai.

Lebih luasnya, Widyamartaya dan Sudiati berpendapat bahwa kritik sastra adalah pengamatan yang teliti, perbandingan yang tepat, dan pertimbangan yang adil terhadap baik-buruknya kualitas, nilai, kebenaran suatu karya sastra. Memberikan kritik dan esai dapat bermanfaat dalam memberikan  panduan yang memadai kepada pembaca  tentang kualitas sebuah karya. Di samping itu, penulis karya tersebut akan memperoleh masukan, terutama tentang kelemahannya.

kritik dan esai(sumber: gentaandalas.com)

2. Prinsip penulisan kritik dan esai

a. Pokok persoalan yang dibahas harus layak untuk diulas. Hasil ulasannya pun harus memberikan keterangan atau memperlihatkan sebab-musabab yang berkaitan dengan suatu peristiwa yang nyata. Jadi, yang terpenting bukan apa yang diulas, tetapi bagaimana cara penulis memberikan ulasannya.

b. Pendekatan yang digunakan harus jelas,  apakah persoalan  didekati dengan pendekatan faktual atau imajinatif.

c. Ulasan yang menggunakan pendekatan faktual harus didukung oleh fakta yang nyata dan objektif. Penulis tidak boleh mengubah fakta untuk mendukung pandangannya. Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, tidak samar-samar, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.

d. Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, jangan samar-samar, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.

3 aspek cara menulis kritik dan esai

3. Ciri-Ciri Kritik Sastra dan Esai

a. Ciri-ciri Kritik Sastra yaitu:

Memberikan tanggapan terhadap hasil karya.

Memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan) sebuah karya sastra.

Pertimbangan bersifat obyektif.

- Memaparkan kesan pribadi kritikus terhadap sebuah karya sastra.

- Memberikan alternatif perbaikan atau penyempurnaan.

- Tidak berprasangka.

- Tidak terpengaruh siapa penulisnya.

 

b. Ciri-ciri Esai yaitu :

- Berbentuk prosa.

- Singkat, dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.

- Memiliki gaya pembeda.

- Selalu tidak utuh.

- Memenuhi keutuhan penulisan.

- Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal.

Nah, sekarang RG Squad sudah tahu kan bagaimana proses dalam melakukan kritik terhadap karya esai? Supaya kritik yang disusun tidak subjektif, maka RG Squad harus benar-benar memahami prinsip-prinsip serta cirinya terlebih dahulu ya. Ciri-ciri dan struktur esai bisa kalian baca kok  di blog ini juga.

Kalian ingin belajar lebih mendalam tentang kritik dan esai? Ayo gabung bersama tutor yang handal dan asyik dalam belajar hanya di ruangguru digital bootcamp (rgdb)! Kalian juga bisa belajar bareng teman-teman di seluruh Indonesia juga, lho.

Daftar RGDB Sekarang!

Beri Komentar