Mengintip Kebebasan Pers Berbagai Negara di Dunia

Naya Dini

May 3, 2019 • 3 min read

sukses kerja etos kerja


kebebasan pers

Artikel ini berisi penjelasan singkat kebebasan pers di Indonesia dan dunia. Beberapa informasi disampaikan dengan infografik.

--

Tanggal 3 Mei adalah hari besar bagi para jurnalis karena merupakan Hari Kebebasan Pers di Dunia. Indonesia pernah mengalami bungkam paksa yang menelan korban jiwa, peristiwa itu menjadi sejarah yang tidak bisa dilupakan selama-lamanya.

Ternyata tidak hanya di Indonesia, beberapa negara di dunia ternyata juga memiliki kasus yang hampir sama soal kebebasan pers. Bahkan beberapa negara mengawasi pemberitaan hingga ke media sosial dan tidak segan-segan memenjarakan wartawan bila dianggap tidak pro-pemerintah. Sebelum membahas terlalu jauh mengenai pers secara global, yuk kita kenali dulu seperti apa perkembangan pers di Indonesia sejak awal.

  • Kebebasan Pers di Indonesia

Seperti yang kita ketahui bersama, di Indonesia sendiri zaman Orde Baru menjadi momok bagi para jurnalis. Fungsi pers tidak berjalan, bahkan rakyat sipil tidak boleh menentang pemerintah dan beropini negatif tentang politik Indonesia saat itu. Namun ternyata ketidakbebasan pers untuk berekspresi sudah dimulai dari era sebelum itu. Untuk memahami dengan mudah seperti apa perjalanan pers Indonesia mari simak infografik berikut.

kebebasan pers

Menilik pers di Indonesia harus diawali dari zaman kolonial, saat bahasa Belanda merajai Tanah Air. Surat kabar pertama yang muncul tentu saja milik Belanda. Saat itu pula Indonesia mulai mengenal mesin cetak yang kemudian tersebar di tanah Jawa karena dimiliki oleh para pengusaha. Sangat menarik melihat perkembangan pers yang sangat berkaitan dengan teknologi. Kini, kebebasan pers menjadi semakin bebas bagi masyarakat berkat adanya media sosial.

Baca juga: Ingin jadi Jurnalis? Simak Dulu 5 Rekomendasi Film Tentang Kehidupan Jurnalistik Ini

  • Kebebasan pers negara-negara di Dunia

Tahun ini lembaga advokasi kebebasan pers "Reporters Without Borders" mencatat kemunduran seluruh negara dalam kebebasan pers, termasuk di Indonesia (124) dan negara adidaya Amerika Serikat (48). AS bahkan masuk ke daftar negara-negara "bermasalah" karena iklim politik yang kurang mendukung. Ini dia daftar sepuluh negara dengan index kebebasan pers dengan poin tertinggi diperoleh oleh Norwegia, yaitu sebesar 7.82.

kebebasan pers

Bila daftar di atas merupakan negara-negara dengan kebebasan paling tinggi, tentu saja ada juga daftar dengan negara dengan kebebasan pers paling terancam. Sepuluh negara ini merupakan negara yang paling mengekang kebebasan pers.

kebebasan pers

Tidak mengherankan bila Turkmenistan ada di urutan terakhir.  Negara pecahan Uni Soviet ini dikenal sebagai sebuah negara otoriter, sebutan ini diperkuat oleh Lembaga Hak Asasi Manusia, Human Rights Watch, yang menerangkan bagaimana negara tersebut membungkam kebebasan pers, mengatur budaya dengan ketat, meniadakan kebebasan berekspresi, dan melaksakan pembangunan terpusat pada pemegang kekuasaan. Semua hal tersebut disebabkan karena satu hal, yaitu adanya presiden yang otoriter, Kurbanguly Berdymukhamedov. Berkat masa kepemimpinannya ini, Turkmenistan mendapat gelar negara terkekang di Asia Tengah.

Dari fakta-fakta di atas dapat kita simpulkan kebebasan pers sangat dipengaruhi oleh sistem pemerintahan yang ada. Pers dan demokrasi memiliki hubungan yang sangat erat. Sifat diktator tentu mengancam kebebasan pers dan berpendapat masyarakat. Semoga ke depannya interaksi positif antara pers, masyarakat, dan pemerintah dapat berjalan secara bersinergi dan kooperatif, khususnya di Indonesia. Selamat Hari Kebebasan Pers !

Baca artikel ruangkerja lainnya dengan cara mengklik gambar di bawah ini. Ikuti juga beragam kelas yang dapat meningkatkan kemampuan Anda di dunia kerja. Gratis!

New call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts