Hari Maritim Nasional : 5 Langkah untuk Menjaga Laut Indonesia

Halimatus Sya'diyah Agu 21, 2018 • 4 min read


Halo, Squad! Tak terasa sudah tanggal 21 Agustus yang erat kaitannya dengan Hari Maritim Nasional! Tahukah kamu? Indonesia mempunyai lautan seluas  3.257.483 km2 dan dinobatkan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Selain itu Indonesia juga menjadi penyuplai 10 persen perikanan di dunia karena kekayaan lautnya yang melimpah. Tetapi, dibalik itu ternyata kerusakan laut juga sudah memprihatinkan menurut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kita sebagai generasi penerus bangsa harus menjaga wilayah laut zamrud khatulistiwa jika ingin terus melihat keindahannya. Bagaimana caranya? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Tidak membuang sampah sembarang

Hari Maritim Nasional : tidak membuang sampah sembaranganKumpulan sampah di laut dapat membahayakan ekosistem. (Sumber : http://setkab.go.id )

Hayoo, siapa yang masih suka buang sampah sembarangan? Tahukah kamu? Indonesia tercatat sebagai penyumbang sampah, terutama sampah plastik, terbesar kedua setelah Cina. Diperkirakan tumpukan sampah plastik mencapai 24.500 ton per hari! Mengejutkan, bukan? Sampah yang dibuang ke sungai atau kali akan mengalir ke laut, lalu mencemarinya. Jika sudah begitu maka ekosistemnya akan rusak karena terkena racun sampah.

Pasti sebenarnya Squad sudah tahu akibat dari membuang sampah sembarangan, namun perilaku buruk ini masih sulit diberantas. Ada sebuah penelitian dari Bank Dunia yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan seseorang, maka sampah yang dihasilkan juga semakin banyak karena kebiasaan konsumsi yang tinggi. Tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain, ya! Justru kita semua harus menyadari bahwa membuang sampah sembarangan itu tidak baik.

2. Jaga biota laut dengan pancingan ramah lingkungan

Hari Maritim Nasional : Biota LautPolemik penggunaan cantrang tak kunjung selesai (Sumber : ekonomi.kompas.com)

Squad, kita tidak bisa semena-mena memanfaatkan kekayaan biota laut. Ada tata cara, khususnya ketika memancing seperti menggunakan pancingan ramah lingkungan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi rekomendasi 9 jenis alat tangkap yang lebih ramah lingkungan dibandingkan cantrang. Alat-alat tersebut ialah jaring insang, trammel net, bubu lipat ikan, bubu rajungan, pancing ulur, rawai dasar, rawai hanyut, pancing tonda, serta pole and line.

Pada umumnya nelayan menggunakan cantrang ketika memancing ikan. Sebenarnya, Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti sempat melarang penggunaannya lantaran cara kerjanya yang menyentuh dasar perairan dan menimbulkan gerakan seperti menyapu. Ketika jaring ditarik ke kapal, yang terbawa bukan hanya ikan-ikan, tetapi juga terumbu karang.

3. Tidak menangkap dan memelihara biota laut

Hari Maritim Nasional : Paus BiruPaus biru juga termasuk biota laut yang dilindungi (Sumber :  Pete Johnson from Pexels)

Kita boleh jadi merasa gemas ketika melihat biota laut, tapi tetap harus jaga sikap, ya! Tidak diperbolehkan menangkap dan memelihara biota laut dalam rangka apapun, apalagi saat ini sudah banyak hewan laut yang dilindungi karena terancam punah, salah satunya penyu laut. Penyu laut terancam punah karena kerusakan habitat dan penangkapan ilegal. Kelucuannya bukan untuk dieksploitasi, namun untuk dibiarkan bebas secara aman di habitatnya.

4. Jangan menyentuh terumbu karang jika sedang wisata

Hari Maritim Nasional : Terumbu Karang sebagai Habitat Laut   Terumbu karang sebagai habitat hewan laut. (Sumber : Tom Fisk from Pexels)

Warna-warni terumbu karang yang indah sering menimbulkan keinginan pengunjung untuk memegangnya dengan tangan. Padahal, hal ini tidak diperbolehkan karena dapat meningkatkan potensi kematian terumbu karang. Warnanya akan berubah menjadi kecoklatan serta tidak akan lagi tumbuh. Tidak mau, kan, melihat terumbu karang menjadi jelek?

5. Usahakan tidak memakai sepatu katak ketika menyelam

Hari Maritim Nasional : Menjaga Laut IndonesiaJaga kayuhan kaki ketika memakai fin (Sumber : pexels.com)

Saat snorkeling, biasanya penyelam secara sadar atau tidak menabrak karang dengan sepatu katak yang digunakan. Selain menabrak, kebiasaan buruk yang dilakukan pengunjung adalah menginjak karang dengan fin demi foto-foto bagus. Padahal kayuhan kaki yang memakai fin dapat membuat terumbu karang mati. Jika Squad sudah mahir menyelam, usahakan jangan memakai sepatu katak, ya! Jika masih memakai sebagai pemula, maka jagalah gerakan kaki selama diving atau snorkeling. Jangan menabrak dan menginjak terumbu karang!

Nah, itu dia beberapa langkah untuk menjaga keasrian laut Indonesia. Bagaimana? Teman-teman pasti berjanji untuk tidak merusak lingkungan laut, kan? Yuk, jaga laut supaya kita bisa terus menikmati alam Indonesia selamanya! Jangan malas memperdalam wawasan kelautan. Supaya  lebih mudah, yuk, belajar bareng di ruangbelajar pada aplikasi ruangguru!

ruangbelajar

Beri Komentar