Selamat Hari Remaja Internasional, Yuk Kenalan dengan 7 Remaja Keren!

Fahri Abdillah Agu 12, 2020 • 11 min read


Hari Remaja Internasional

Hari remaja internasional yang jatuh setiap tanggal 12 Agustus, menjadi momen dunia untuk terus menaruh perhatian pada potensi remaja. Pada tulisan ini, terdapat 6 remaja yang aksi dan karyanya sangat berpengaruh pada perubahan.

--

Jika kamu remaja, hari ini saatnya dirimu bergembira dan merayakan harimu dengan suka dan menunjukkan ide-ide cemerlang. Pada tahun 1998, PBB mencetuskan tanggal 12 Agustus sebagai Hari Remaja Internasional. Hari remaja tercetus sebagai bentuk konsentrasi dunia terhadap peran remaja terhadap negara dan dunia.

Hari remaja tercetus, juga untuk menyadarkan masyarakat, bahwa remaja adalah golongan yang memiliki potensi untuk menciptakan perubahan yang baik bagi dunia. Maka, penting memperjuangkan kualitas pendidikan dan fasilitas-fasilitas yang menunjang para remaja untuk tumbuh menjadi berkualitas.

Perayaan Hari Remaja Internasional pertama kali dilaksanakan di Indonesia itu pada tahun 2000. Setiap tahunnya, perayaan ini memiliki tema-tema tertentu, tergantung dari isu yang sedang terjadi. Seringkali tema yang diangkat seputar perdamaian, kesehatan, kesejahteraan, masalah iklim, sampai fenomena bullying.

Karena hari ini adalah Hari Remaja Internasional, yuk kita kenalan dengan beberapa remaja keren yang memiliki pengaruh besar terhadap dunia.

1. Malala Yousafzai

malala Yousafzai saat berpidato

Malala Yousafzai saat berpidato. Sumber: philanthropyage.org

Malala Yousafzai, adalah remaja Pakistan yang lahir di sebuah kota yang menyenangkan. Kota tempatnya tinggal, menjadi pusat destinasi wisata yang sangat terkenal. Ketika musim panas, kota itu menyelenggarakan festival musim panas. Setidaknya hal menyenangkan itu terjadi hingga Malala berumur 10 tahun.

Tahun 2007, kelompok Taliban mulai menguasai wilayah tempat Malala tinggal. Seketika, Taliban menguasai seluruh bidang politik dan sosial. Segala bentuk kegiatan pendidikan, seni, dan hiburan pun dilarang. Setidaknya ada 400 sekolah yang dihancurkan oleh kelompok Taliban tersebut.

Merasa hak pendidikannya dirampas, Malala yang saat itu baru menginjak masa remaja, mulai angkat bicara tentang kekejaman yang dilakukan oleh Taliban. Malala membuat tulisan untuk BBC bertema tentang kehidupannya di bawah ancaman Taliban yang menolak pendidikan. Namun, saat itu identitasnya disamarkan menjadi Gul Makai.

Malala terus melakukan kampanye tentang hak bersekolah. Karena keberaniannya itu, Malala mulai dikenal di seluruh penjuru Pakistan. Hingga akhirnya mendapat nominasi penghargaan Nobel Perdamaian Anak Internasional pada tahun 2011, dan Pakistan’s National Youth Prize.

Usaha Malala untuk memperjuangkan hak pendidikan anak-anak perempuan di Pakistan itu ternyata membuat kelompok Taliban terusik. Pada tahun 2012, seorang kelompok Taliban menembak Malala di dalam bus menuju ke rumah. Peluru pun menembus kepala dan bahu Malala.

Malala yang mengalami luka parah, setelah 4 hari dirawat di rumah sakit militer Pakistan, langsung dirawat intensif di Birmingham, Inggris.

Setelah pulih, Malala pun melanjutkan sekolah di Birmingham pada tahun 2013. Pada tahun itu, Malala menerbitkan buku pertamanya berjudul 'I am Malala', dan ia berpidato di PBB, masih tentang perjuangan pembebasan hak pendidikan bagi anak perempuan di Pakistan.

Malala pun mendapat penghargaan Nobel Perdamaian. Ia menjadi orang termuda yang mendapatkan penghargaan tersebut, yaitu saat usia Malala baru menginjak 17 tahun.

Pada tahun yang sama, Malala mendirikan sebuah lembaga amal bernama Malala Fund. Lembaga itu memberdayakan anak-anak perempuan, berusaha mengolah potensi diri anak-anak tersebut, agar bisa menjadi pemimpin yang kuat bagi negaranya.

Hingga tahun 2018, proyek pendidikan Malala Fund, sudah tersebar di 6 negara. Masing-masing di setiap negara bekerjasama dengan pemimpin dunia.

2. Greta Thunberg

greta

Greta Thunberg. Sumber: takegreensteps.com

Siapa yang tidak mengenal remaja pemberani satu ini. Greta Thunberg, gadis muda asal Swedia yang memutuskan untuk membolos sekolah demi melakukan protes di depan gedung parlemen Swedia.

Aksi remaja 15 tahun ini tentu sangatlah jarang dilakukan. Namun, kondisi iklim dunia yang semakin parah, memaksanya harus membolos untuk menyuarakan keresahannya. Ia membuat gerakan bernama “School Strike for Climate”.

Aksi membolos sekolah setiap hari jumat untuk perubahan iklim, mulai konsisten ia jalankan. Setelah ia mengunggah fotonya saat berdemo seorang diri di depan gedung parlemen Swedia, ia pun menjadi sorotan.

Aksinya membuat banyak anak muda mulai mengikuti jejak Greta. Mulai banyak orang yang sadar, bahwa lingkungan dan iklim dunia semakin krisis.

Greta Thunberg, telah menjadi ikon perubahan iklim. Ia membangkitkan semangat remaja untuk berani bersuara, dan terus berani berekspresi demi perubahan. Pada bulan September 2019, ia hadir dalam konferensi perubahan iklim yang diselenggarakan PBB di New York.

Saat itu, Greta menyampaikan kritik-kritiknya dan juga kekecewaannya atas sikap dan kebijakan pemerintah.

“Kalian telah mencuri mimpi-mimpi dan masa mudaku dengan janji kosong kalian. Ini salah, seharusnya aku tidak berada di sini. Seharusnya aku sedang berada di sekolah, di belahan dunia lainnya. Tapi kalian malah mengandalkan anak muda untuk menjual harapan. Berani-beraninya kalian!” Ucap Greta dalam konferensi tersebut.

Greta Thunberg, remaja belasan tahun yang telah menjadi inspirasi bagi jutaan orang untuk berani bersuara dan berekspresi, terutama untuk perubahan iklim. Media mengikutinya kemanapun ia pergi. Meskipun masih masih terlalu muda, Greta tidak akan berhenti karenanya.

Ia pun dijuluki “Game Changer of The Year” pada ajang penghargaan GQ Men of The Year Awards 2019.

3. Melati dan Isabel Wijsen

Sarah (kiri) dan Melati (kanan) berpose mengusir tas plastik

Sarah (kiri) dan Melati (kanan) berpose mengusir tas plastik. Sumber: sarahbeekmans.co.id

Mungkin belum banyak yang tahu kalau Indonesia juga punya perempuan muda yang berpengaruh seperti Malala dan Greta. Mereka adalah kakak beradik asal Bali, bernama Melati dan Isabel.

Melati dan Isabel, kakak beradik yang sejak tahun 2013, terus mengkampanyekan dan membuat gerakan bebas sampah plastik. Mereka membuat program bernama Bye Bye Plastic Bags. Semua itu muncul ketika mereka bermain di pantai Bali, kemudian mereka melihat bahwa pantai yang berada di pulau tempat mereka lahir dan dibesarkan, mulai tercemar oleh sampah-sampah plastik.

Selain karena apa yang mereka lihat, Melati dan Isabel juga sangat terinspirasi oleh Mahatma Ghandi, Nelson Mandela, dan juga Lady Diana. Tokoh-tokoh dunia yang mereka kenal dari pelajaran sekolah itu membuat mereka berinisiatif membuat gerakan yang bisa melibatkan banyak orang.

Gerakan Bye Bye Plastic Bags pun mulai dikenal banyak orang. Pada tahun 2016, sedikitnya 13 negara mulai tertarik untuk bergabung dan menerapkan gerakan Bye Bye Plastic Bags di negara mereka masing-masing.

Hal yang menakjubkan pun terjadi pada tahun 2017. Sebuah acara bertema One Island One Voice yang diselenggarakan di Bali, memperlihatkan terkumpulnya 40 ton sampah plastik dari seluruh pantai di Bali. 40 ton sampah plastik itu adalah hasil penyisiran yang dilakukan oleh 12.000 relawan Bye Bye Plastic Bags. Prestasi yang sangat menakjubkan.

Karena konsistensi dan keberaniannya untuk terus bersuara dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, kakak beradik asal Bali itu pun mendapat Penghargaan Bambi di Berlin, Jerman pada tahun 2017. Untuk kalian tahu, Penghargaan Bambi adalah ajang paling bergengsi di Jerman, dan teman kita berhasil mendapat penghargaan di sana.

Saat itu, sebuah pidato indah keluar dari mulut Melati,

“Ini luar biasa, bagaimana perjuangan lima tahun kami sangat sepadan. Bagaimana kesenangan, petualangan, pengalaman yang telah kami lalui pada umur yang muda dan di garis depan menghadapi isu besar, yaitu polusi plastik. Penghargaan ini untuk generasi kita, generasi yang membantu menyelamatkan bumi,” ungkap Melati di hadapan tamu undangan ajang Bambi 2017.

Baca Juga: Lampaui Batas untuk Hidupkan Mimpi

4. Rich Brian

brian imanuel

Brian Imanuel. Sumber: scmp.com

Siapa yang tidak mengenal Rich Brian? Remaja 20 tahun dengan nama asli Brian Imanuel Soewarno ini, membuat publik Indonesia bahkan dunia, takjub dengan karya musik rapnya.

Single pertamanya yang berjudul ‘Dat Stick’ keluar saat ia berumur 17 tahun. Tanpa diduga-duga Brian pun berhasil mencetak sejarah dengan menjadi artis pertama yang menduduki posisi pertama di iTunes pada kategori musik hip hop.

Brian Imanuel, sejak kecil ia mengenyam pendidikan di rumah (homeschooling). Sebagai pribadi yang suka menyendiri sejak kecil, Brian justru tumbuh menjadi sosok yang memiliki kemampuan luar biasa, terutama dalam berbahasa Inggris.

Tidak seperti anak-anak sekarang yang sejak kecil sudah mulai fasih berbahasa Inggris, Brian justru baru mulai mendalami bahasa Inggris saat usianya menginjak 11 tahun.

Hobinya adalah bermain rubik. Untuk memecahkan strategi-strategi menyelesaikan rubiknya, Brian pun menonton video-video yang ada di youtube. Sejak saat itu, video-video tutorial youtube memaksanya untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan cepat.

Tidak selesai di situ. Brian pun bergabung dengan komunitas Twitter yang kebanyakan berisi anak muda asal Amerika. Sebagai anak yang suka menyendiri, komunitas Twitter menjadi satu-satunya kelompok teman Brian. Ia bahkan menghabiskan waktu kurang lebih 12 jam sehari untuk berinteraksi dalam komunitas Twitter tersebut.

Nah, awal ia tertarik dengan musik hip hop, setelah ia dikenalkan oleh teman daringnya itu pada tahun 2012. 'Thrift Shop' yang merupakan lagu dari 2 Chainz and Macklemore, menjadi pondasi utamanya belajar rapping. Sejak saat itulah Brian mulai serius dalam dunia musik hip hop, sambil memperbaiki bahasa Inggrisnya.

Empat tahun berselang, pada tahun 2016, Dat Stick pun rilis. Setelah nama dan karyanya terus diperbincangkan publik dunia, Rich Brian memilih terbang ke Amerika seorang diri untuk mengejar mimpinya.

Brian Imanuel, bukan lagi menjadi seorang anak penyendiri yang hanya asik memainkan rubiknya. Ia sudah menjadi remaja yang berpengaruh dalam dunia permusikan internasional. Bukan cuma seorang rapper, ia bahkan dicap sebagai remaja cerdas, yang mampu menulis lirik-lirik indahnya sendiri, juga salah satu perancang musik terbaik.

“Saya menemukan cara baru dan lagu baru sehingga menarik. Saya hanya berusaha menjadi lebih berguna,” ungkap Brian.

5. Joshua Wong

joshua wong

Joshua Wong. Sumber: amazon.co.uk

Sebagai warga negara, ketika kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah cenderung merugikan berbagai pihak, tentu akan membuat tidak situasi menjadi tidak nyaman. Setiap orang di dalam sebuah negara, memiliki hak hidup yang layak dan fasilitas negara yang terjamin. Namun, apabila itu semua tidak terjadi, maka yang timbul adalah kerugian yang dialami warga negara, dan seperti kita tahu, ujungnya adalah unjuk rasa.

Umumnya, kita sering melihat unjuk rasa kerap dipimpin oleh lembaga-lembaga atau organisasi yang dikepalai oleh pimpinannya yang terbilang dewasa, atau bahkan dari kalangan mahasiswa.

Tapi, berbeda dengan Hong Kong. Unjuk rasa yang terjadi beberapa tahun belakangan ini, ternyata dipimpin oleh seorang remaja yang merupakan kaum pelajar. Ia adalah Joshua Wong.

Anak muda yang mengidap penyakit disleksia ini, bersama teman-temannya membuat sebuah kelompok yang disebut Scolarism. Tujuannya untuk memberikan suara politik dari kaum pelajar.

Joshua berkeyakinan, meskipun pelajar terbilang masih di bawah umur dan non profesional, mereka tetap memiliki peran untuk ambil bagian dalam segala bentuk keputusan dan kebijakan pemerintah.

Siapa sangka, gerakannya itu ternyata memberikan dampak yang cukup besar bagi dunia politik Hong Kong. Pada tahun 2012 misalnya, kelompok yang dipimpin Joshua, berhasil mengikutsertakan sebanyak 12.000 siswa dalam unjuk rasa tentang kebijakan pendidikan yang mereka anggap sangat merugikan.

Kepekaan dan kepeduliannya pada perubahan, membuatnya begitu dikenal sebagai remaja paling berpengaruh di Hong Kong, bahkan menjadi salah satunya di dunia.

Kemunculan Joshua Wong dan kelompok Scholarism-nya, membuat banyak pelajar di belahan dunia terinspirasi untuk mulai peka dan ambil peran dalam membuat perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, tanpa harus melulu mengandalkan orang lain.

6. Dita Karang

dita karang

Dita Karang. Sumber: commons.wikimedia.org

Hampir di banyak negara, remaja-remaja pasti mengenal dan menyukai musik K-Pop, terutama Indonesia. Sebagai negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia, penggemar K-Pop Indonesia pun bisa dikatakan tidak terhitung jumlahnya.

Tapi, siapa sangka, kalau ternyata salah satu dari jutaan remaja berkewarganegaraan Indonesia, menjadi satu-satunya (sejauh ini) yang bergabung dengan grup idol perempuan Korea Selatan.

Ia adalah Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang, dan akrab disapa Dita Karang. Kamu pasti udah nggak asing dengan namanya. Beberapa bulan lalu, remaja kelahiran Yogyakarta 25 Desember 1996 ini menjadi sorotan publik setelah grupnya yang bernama Secret Number, melakukan debut pertama kali pada 19 Mei 2020.

Sejak kecil Dita memang senang dengan dunia tari. Mulai dari tari tradisional, sampai tari balet, sudah ia pelajari melalui kursus-kursus tari di Yogya. Hal itu yang membuatnya terus menggeluti hobinya itu sampai akhirnya terbang ke New York Amerika, untuk menjalani masa trainee di akademi Korea Born Star Training Center.

Selain itu, karena keahliannya dalam menari, Dita pun diundang sebagai dancer di studio dance 1Million Dance Studio yang berlokasi di Seoul, Korea Selatan. Keahliannya dalam menari, membuatnya berhasil bergabung dengan Secret Number.

Sejak SMA, Dita memang sudah memiliki cita-cita ingin menjadi idola K-Pop. Karena cita-citanya itu, dan dukungan penuh dari orang tua, akhirnya Dita berhasil mewujudkan cita-citanya.

Kini, Dita menjadi salah satu remaja di Indonesia yang memiliki pengaruh besar untuk menginspirasi banyak remaja lainnya mewujudkan mimpi yang dimiliki.

--

Bagaimana perasaan kamu setelah membaca cerita perjalanan keenam remaja tadi? Siapakah yang menurut kamu paling keren? Terus kira-kira, kamu mau mengikuti jejaknya siapa nih?

Sebagai remaja, memang sudah saatnya kamu mulai serius dan fokus pada bidang, minat, dan bakat yang kamu miliki saat ini. Jika ingin menjadi seperti mereka, lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan. Teruslah mempelajari apa yang kamu senangi. Sedikit atau banyaknya waktu, kamu yang bisa mengukur. Tapi, belajar tetaplah hal utama yang harus terus dilakukan.

Belajarlah di manapun dan kapanpun dengan menggunakan media belajar yang menyenangkan. Buatlah jadwal belajarmu seefektif mungkin. Kamu, juga bisa membuat jadwal belajarmu menjadi teratur dengan menggunakan aplikasi Ruangguru. Fitur jadwal belajar, akan membuatmu bisa mengukur waktu yang kamu butuhkan. Belajarmu, juga akan dimudahkan dengan menggunakan ruangbelajar yang berisi video-video belajar interaktif, dan juga lengkap.

Jadi, mulailah menemukan cara belajar yang menyenangkan, agar kamu juga bisa mewujudkan mimpi-mimpimu.

ruangbelajar for desktop

Beri Komentar