Biologi Kelas 10 | Hewan Avertebrata (Invertebrata) dan Ciri-ciri Lengkap dengan Contohnya

Kresnoadi Okt 18, 2018 • 5 min read


hewan avertebrata dan ciri-cirinya

Artikel biologi kelas X ini membahas hewan avertebrata dan klasifikasi berdasarkan ciri-cirinya. Mulai dari lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, dan sistem reproduksi. Dengan Ruangguru, #30MenitBisa.

--

Tunjuk tangan yang suka makan sea food! Apa sea food kesukaanmu? Kepiting? Udang? Cumi-cumi? Gurita? Hmmmm. Membayangkan semua itu ada di piring dengan asap yang mengebul, lengkap dengan bumbu yang tersiram ke atasnya. Ambil dengan tangan, lalu nikmati rasanya dengan lidah. Setelahnya, coba lihat kembali piring kamu, lalu lihat persamaan makanan-makanan tadi: semuanya merupakan hewan avertebrata!

contoh hewan avertebrataSumber: Gerry Girianza via YouTube

 

Memangnya apa, sih, ciri hewan avertebrata? Nggak. Tidak selamanya avertebrata berasal dari laut dan enak dimakan. Kesamaan hewa avertebrata adalah: mereka merupakan makhluk yang tidak punya tulang belakang. Hewan avertebrata ini bisa dikategorikan ke dalam 6 kelompok besar: cacing, ubur-ubur dan terumbu karang, spons, arthropoda, Echinodermata, serta kerang-kerangan.

fun fact tentang avertebrata

Hampir semua spesies ini sudah dibahas di penjelasan keluarga spongebob ini, lho. Sekarang, kita coba ulas ciri-cirinya yuk!

LAPISAN TUBUH

lapisan tubuh hewan avertebrata

Berdasarkan lapisan tubuhnya, avertebrata terbagi ke dalam dua jenis, yaitu diploblastik dan triploblastik. Tenang, ini nggak ada hubungannya sama plastik-plastikan kok. Diploblastik adalah hewan yang memilki dua lapisan tubuh, yaitu endoderm (lapisan dalam) dan eksoderm (lapisan luar. Di sisi lain, triploblastik adalah hewan yang mempunyai 3 lapis sel tubuh, yaitu endoderm, eksoderm, dan mesoderm (lapisan tengah). Adapun contoh hewan diploblastik adalah ubur-ubur, hidra, karang, dan anemon laut. Sementara hewan triploblastik adalah Annelida (cacing tanah dan lintah), Mollusca (kerang-kerangan), bintang laut, dan Arthropoda.

Baca juga: Mengenal Awal Mula Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Coba, bandingkan, deh, kedua kelompok hewan ini. Kalau dipikir-pikir, hewan yang tergolong diploblastik terkesan hewan “purba” kayak ubur-ubur dan hidra. Di sisi lain, hewan triploblastik terkesan lebih “modern” dan tubuhnya sudah kompleks.

RONGGA TUBUH

hewan avertebrata berdasarkan rongga tubuh

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, rongga tubuh terdapat pada jenis hewan triploblastik. Dan, ya, hewan-hewan yang punya rongga tubuh ini dikategorikan menjadi 3 jenis:

Aselomata

Hayo, kalau sudah menemukan kata ‘a’ dalam bahasa inggris, pasti ada kaitannya dengan kata ‘tidak’. Hewan-hewan aselomata artinya hewan tersebut tidak mempunyai rongga antara usus dengan tubuh terluar. Salah satu contohnya adalah cacing pipih (Platyhelminthes).

Pseudoselomata

Kalau aselomata adalah hewan yang tidak memiliki rongga, pseudoselomata adalah hewan yang mempunyai rongga semu dalam saluran tubuhnya. Kok ada rongga? Iya, rongga tersebut berguna untuk mengisi cairan yang memisahkan antara alat pencernaan dengan dinding terluar tubuh. Contohnya, rotifera dan nematoda.

Selomata

Oke, yang ini pasti udah jelas. Hewan yang termasuk kategori selomata adalah mereka yang memiliki rongga tubuh. Perbedaannya dengan pseudoselomata adalah, rongga pada hewan selomata berisi cairan dan mempunyai batas yang berasal dari jaringan mesoderm. Ingat, kan, kalau pada hewan triploblastik, mereka punya 3 lapis tubuh?

Adapun contoh hewan yang tergolong ke dalam selomata adalah Mollusca, annelida, arthropoda, echinodermata, dan chordata.

SIMETRI TUBUH

Apa yang ada di kepala kamu saat membaca “simetri”? Ya, sama. Gampangnya, pembagian berdasarkan simetri tubuh ini adalah bagaimana suatu makhluk hidup itu dilihat jika dia dibelah. Coba, deh, kamu perhatiin orangtua kamu ketika sedang memasak ikan atau udang. Ketika ibu kamu membelah udang dari atas, maka akan tersisa bagian udang kanan dan kiri yang sama rata. Di sisi lain, kalau ibu kamu memotong perutnya di bagian tengah, maka akan tersisa kepala dan ekornya (yang mana bentuknya tidak sama rata). Well, kecuali kepala udang ibu kamu bentuknya kayak ekor sih…

Nah, hewan-hewan seperti ini, dinamakan hewan dengan simetri bilateral. Contohnya: udang, lobster, bekicot.

hewan avertebrata berdasarkan simetri tubuh

Sekarang, coba bayangkan si ibu memotong gurita untuk memasak takoyaki. Berbeda dengan udang, bentuk gurita cenderung bulat (radiata). Hal ini menyebabkan dia akan simetri jika dipotong dari banyak sisi, selama melewati poros tengahnya. Contoh hewan lain yang tergolong simetri radial adalah bintang laut, bulu babi, dan hidra.

SISTEM REPRODUKSI

sistem reproduksi avertebrata

Sama seperti hewan lain, ciri-ciri invertebrata juga dapat kita klasifikasikan berdasarkan sistem reproduksinya: seksual dan aseksual. Reproduksi seksual merupakan sistem reproduksi yang melibatkan gamet jantan dan betina (perkawinan). Contohnya, udang. Di sisi lain, reproduksi aseksual merupakan sistem reproduksi yang tidak membutuhkan perkawinan.

Tidak butuh perkawinan? Lalu bagaimana hewan ini bisa berkembang biak?

fragmentasi pada planaria

Sumber: Sci- Inspi via YouTube

Ada banyak caranya. Salah satunya adalah fragmentasi yang terjadi pada planaria sp. Jadi, ketika si cacing planaria ini ingin berkembang biak, dia tinggal “memutuskan” diri. Mungkin di dalam hati si cacing ini bilang, ‘Kita putus ya, Dan. Badan. Kamu terlalu baik buat aku.’ Lalu dia memutuskan badannya menjadi dua: bagian ekor dan kepala. Nanti, setelah beberapa hari, pada bagian kepala akan tumbuh ekor. Sementara tubuh yang tersisa bagian ekor akan tumbuh kepala. Lalu, lama kelamaan, dia menjadi dua individu deh! Keren nggak?

 

 

Gimana, Squad. Sekarang udah tahu, kan, apa itu hewan avertebrata dan ciri-cirinya? Kalau kamu ingin melihat hewan-hewan ini dalam bentuk video pembelajaran beranimasi, coba aja tonton di ruangbelajar!

ruangbelajar

Beri Komentar