62 Momen Paling Berkesan dari Ruangguru untuk Ibu

Kresnoadi Dec 22, 2019 • 9 min read


Momen paling berharga dari ruangguru untuk ibu

Artikel ini merupakan persembahan dari Ruangguru, untuk ibu. Selamat Hari Ibu

--

Beberapa hari lalu, tim Ruangbaca meminta karyawan di Ruangguru untuk menuliskan momen paling berkesan yang pernah dilewati bersama ibu. Sejujurnya, kami tidak mengira akan mendapatkan cerita yang begitu personal dan dalam seperti ini. Semoga kamu kuat membaca sampai habis (karena, astaga, memindahkan tulisan tangan mereka ke blog ini saja benar-benar menguras emosi). Seketika kami ikut membayangkan kembali momen yang pernah dilewati bersama ibu.

Inilah dia, 62 momen paling berkesan dari Ruangguru untuk Ibu:

“Saat ibu saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Kami jadi bisa menghabiskan waktu berdua lebih banyak.” Oci, 23, Assessment Coordinator

“Dimasakin makanan kesukaan tiap abis jalan-jalan lama.” Belliana, 28, Content Production

“Setiap hari adalah hal yang terindah pada saat melihatnya sehat dan senang.” Siti Maulani, 23, Educational Content

“Secara tidak sadar, ‘Mamah’ adalah satu kata yang selalu aku ucapkan ketika aku sedih. Ini menandakan sekuat apapun diriku, Mamah adalah orang yang bisa menguatkanku di hari-hari mendungku. Sehat terus, Mah! Bahagiamu adalah bahagiaku!” Erin

“Terima kasih sudah membantuku tentang bagaimana caranya menjadi seorang ibu, Ma!” Rischa P, 28, Desainer Grafis

“Momen berharga bersama Ibu ketika Ibu terharu mendengar nama anaknya disebut saat wisuda kemarin di GWW tanggal 11 Desember 2019.” Harni, 22, AT Matematika

“Setiap pulang pasti Ummi sediain waktu sama aku buat ngobrolin banyak hal. Entah itu sambil tiduran, masak bareng, atau ngelipatin baju. Seneng banget bisa ngobrolin apa aja sama Ummi. Ummi selalu berpikiran terbuka, ngasih solusi yang solutif, dan gak pernah judging. Aku sayang Ummi.” Love dari Nadia, 23, Educational Content

“Ketika dapat kabar diterima beasiswa perguruan tinggi, saya menelepon orangtua sambil nangis bahagia. Lalu, di situ Ibu bilang, ‘Ini berkat doa ibu dan usaha kamu. Ini rejeki kamu. Ibu bangga sama kamu’ lalu saya sujud syukur sambil menangis.” Asep Sulaeman, 25, Animator

“Ibu yang selalu ada saat sakit dan senang. Orang pertama yang khawatir dan selalu perhatian. Mom is everything.” Ni’matul Azizah, 24, MTC Fisika

“Suka nenangin saat diomelin sama Bapak” Dimas, 25, MTP Fisika

“Mungkin satu-satunya yang bikin saya ada di sini dan gak di jalanan adalah karena ibu mencegah bapak saya ngamuk gara-gara nilai jelek.” Fanie, 23, Educational Content

“Tiap hari dibangunin sekolah jam setengah enam pagi. Kadang dicipratin air biar bangun haha. Mandi terus disediain sarapan, terus berangkat sekolah. Sekarang udah ga ngerasain hal tersebut. :(“ Bagus, 25, Animator

“Makan sepiring berdua dan dengerin cerita mamah dari a - z. Aku ngangguk-ngangguk aja. :D” Fierda Zahara Jannah, 25, MTA Fisika

“Saya selalu dibikinkan susu untuk sarapan.” Ananda Kurniawan, 20, Videografer

“Ngasih surprise ulang tahun ke Ibu sampai doi nangis gara-gara hadiah yang aku kasih.” Fitria Noor Ramadhani, 23, MTA Fisika

“Waktu itu gue baru aja dapat kabar buruk dari seseorang. Saat itu kondisinya mau ujian di sekolah dan kebetulan Nyokap yang nganterin. Pas mau berangkat, gue cerita hal itu sambil nangis. Nyokap langsung meluk dan nenangin. Di situ gue sadar, kehilangan orang lain biasa terjadi, tapi ibu tempat kembali.” Nino, 25, Content Skill Academy

“Tidak ada hari ibu, setiap detik waktuku milik ibuku.” Robi Sobirin, 29, MTA

“Ketika gajian pertama akhirnya aku bisa membelikan bunga kesukaannya.” Angga V, 27, Senior MTC

“Paling berkesan, tuh, ketika masih bisa nemenin mamah di rumah. Meski di rumah pun jarang ngebantu. Hehe. Tapi, waktu sekarang harus jauh dari rumah, rasanya itu, pengen banget ketemu, ngobrol apapun, curhat, dan peluk mamah.” Diana, 21

“Berkesan pas masih gak gengsi kalau minta uang.” Reiner, 23, Content Production

“Sewaktu mamah nemenin wisuda SMA dan ikut naik ke panggung untuk penghargaan. Kita foto berdua dan itu jadi foto terakhir kita berdua dengan baju yang resmi dan bagus.” Yc, 24, AT

“Tiap gue sakit pas kuliah, dia selalu jengukin. Pas berangkat sekolah dulu, Ibu selalu mastiin gue udah sarapan dulu. Ibu masak pagi-pagi bangeett. Terima kasih atas segalanya, Ibuuuu.” Wafa, 24, AT

“Hal yang paling berkesan pas gue dapet izin untuk menikah, setelah lobby yang lama. Hehehe.” Adinata, 23, Animator

“Ketika gue bisa terbuka untuk cerita tentang pribadi (terutama masalah cinta). Gue bisa mengenal sosok ibu yang bisa menerima laki-laki yang gue suka apa adanya, tanpa pandang siapa orang itu.” Rista, 23, Educational Content

“Inget waktu dulu Pipit harus kuliah di Solo, dan jadi jauh dari rumah. Awalnya di sana gak betah, tapi Mama selalu kasih semangat.” Pipit, 25, Content Development

“Mama single parent yang kuat dan hebat. Yang bisa kuliahin anak-anaknya di kampus terbaik bahkan sampai kuliahin anaknya keluar negeri. Ps: Mama tidak bekerja” Jeremia, 25, Content Analyst

“Momen berkesan bagi saya adalah untuk dilahirkan sebagai anak dari ibu saya. Saya suka menghabiskan setiap detik dari eksistensi saya bersama dengan ibu. Setiap kali ingat bahwa suatu hari ibu akan tiada rasanya sungguh menyakitkan.” Nisrina, 22, CD

“Momen yang paling diinget pas pengumuman SIMAK UI. Keras kepala banget mau nunggu pengumuman SIMAK padahal resikonya kalau nunggu pengumuman SIMAK, saya akan kehilangan kesempatan Unpad yang udah dapat karena daftar ulang Unpad yang mau ditutup. Setelah itu Mama bilang, ‘Ya udah, berarti kamu bisa jadi dapat dua duanya atau malah kehilangan dua duanya. Alhamdulillah, saya keterima SIMAK UI tepat di hari ulang tahun mama saya.” Annisa Maulidina, 26, Content Analyst

“Saat mengharukan adalah saat sungkem meminta maaf, restu, dan doa supaya aku dan keluarga kecilku bahagia.” Rista, 20, Educational Content

“Setiap mau pulang ke perantauan, gue selalu menyempatkan diri untuk cium pipi dan kening mama.” Rizki, 22, Content Development

“Saat gue memberi bunga dan pin emas mahasiswa terbaik saat wisuda. Rasanya bangga dan bahagia banget.” Brian, 23, Content Creative

“Ketika mengajak ibu menonton acara Ruangguru 5 tahun. Beliau datang jauh-jauh dari Sulawesi. Beliau bangga, anaknya bisa bekerja di Ruangguru.” Nurul, 23, Content Analyst

“Mungkin ini biasa aja buat yang lain, tapi momen ngobrol bareng dan mijitin kaki mama tiap malam adalah momen berhargaku. Suatu saat nanti mungkin kebiasaan ini akan berkurang frekuensinya, tapi ini definitely bakal aku ceritain ke anakku nanti.” Wulanda, 23, Content Development Skill Academy

“Momen berkesan buat saya adalah ketika ibu memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga demi melihat tumbuh kembang anaknya. Love you!” Agustinga, 22, Content Development

“Momen paling spesial menurutku ketika mama ngelus kepala aku pas lagi tidur dan beliau bilang, ‘makasih ya dar’ karena waktu itu aku udah defend mama dari suatu hal yang selama ini bikin mama sakit. Saat itu juga aku jadi ngerasa anak yang berguna karena udah ngelindungin salah satu orang yang aku sayangin.” Windara, 22, Content Development

“Dulu pas SMA sempet sakit sampai harus dibawa ke RS. Saat itu, Nyokap posisinya lagi dinas ke luar negeri untuk urusan kerjaan. Pas nyokap tahu gue harus diopname, dia yang baru aja sampai Sydney langsung ambil flight ke Jakarta lagi. Gak jadi dinas, uangnya ilang karena kepake beli tiket. Huhu sayang mama. :(“ - Wulan, 22, SA

“Sh*t. I miss the old time we used to spend together.” Asta, 34, AT

“Inget banget, waktu SD, pulang sekolah pernah kabur beli kado untuk ibu. Karena dikirain ibu aku hilang, ibu sempat marah, tapi seketika dia berubah nangis setelah tahu aku kirim kado. Tahun depan aku menikah dan bakal kangen sama ibu. Love.” Dinda, 22, Content Analyst

“Momen berkesanku setelah akhirnya lulus dan harus bekerja di Jakarta sementara Ibu di Semarang. Ibu sepenuhnya percaya dan mendukung saya. Sekarang ada jarak di antara kami. Itu membuat saya belajar mencintai dengan cara yang lain.” Wulan, 23, Content Development

“Sewaktu gue TK, nyokap selalu nganter jemput gue. Setiap les gue pasti dijajanin es krim.” Monda, 27, Content Creative

“Aku dan Mama hidup terpisah hampir seumur hidupku. Suatu hari Mama pernah memasak bakmie kuah ketika aku sakit. Aku makan lahap sekali waktu itu.” Bintang, 24, Content Development

“Momen berkesan bersama almarhumah mama adalah ketika kami bernyanyi bersama di rumah, membuat kue natal, atau sekadar bertukar cerita di sore hari sambil menikmati kudapan. Meski sudah tidak bersama lagi, saya akan terus mengenangnya.” Meithy, 28, Content Development

“Waktu dekan selesai memindahkan tali toga, dan prosesi wisuda selesai, gue melihat mama menangis. Mamah gak pernah nangis sebelumnya.” Vierzha, 25, Assessment Coordinator

“Mama menangis bahagia. Gue dipeluk dan dicium saat wisuda.” Agus, 25, Master Teacher

“Ketika saya mau menikah, saya tersadar bahwa sebentar lagi jadi orangtua. Seketika itu pula semua rasa, peran, dan upaya yang dilakukan ibu menjadi benar-benar terasa.” Fikrie, 31, Master Teacher Lead

“Ibu menangis saat tahu aku berhasil masuk kampus negeri lewat jalur undangan sekaligus beasiswa. Benar-benar gak terlupakan.” Qismaraga, 22, Associate Teacher

“Ketika aku berada di posisi saat bingung menentukan pilihan. Bagiku, mamah bukan hanya seorang ibu, melainkan sahabat. Mamah tidak pernah menganggap pendapatku adalah pendapat yang salah meskipun seluruh dunia tahu itu salah.” Paramita, 22, Sr Assessment Coordinator

“Pas SMA, Ibu selalu nungguin di depan rumah tiap aku pulang sekolah. Padahal aku pulang bisa sampai pukul 8 malam gara-gara les. Tapi di depan rumah selalu ada ibu. Dan dia langsung berdiri ketika melihatku sudah di seberang rumah. I love you, Bu.” Sismiranda, 23, Master Teacher

“Saat Ibu sakit dan tak sadarkan diri, di situ aku seperti kehilangan segalanya.” Mulyaningsih, 21, AT

“Tingkat care-nya Mama tuh sampe suka ngingetin udah minum berapa gelas hari ini.” Dian, 22, AT Matematika

“Setiap teleponan aku pasti ngeluh soal makanan Thailand. Setiap pulang liburan, Ibu pasti masak makanan kesukaan aku. Nungguin aku makan sampai habis.” Eka, 25, Content Development

“Inget banget diajak Papa untuk jemput Mama ke bandara. Gak sabar mau ketemu setelah lama ditinggal dinas.” Wiqaya, 32, Assessment Coordinator

“Kosong aja ya, soalnya tidak bisa dituliskan dengan kata-kata” Biyu, Content Production, masih gengsi

“Kalau tidur, Mamah selalu pegangin tangan Dinda sampai sekarang.” Dinda, 26, MTC

“Ibu selalu anterin aku buat interview di Jakarta.” Evita, 24, Content Production

“Semakin gue tumbuh dan menua, semakin banyak di hidup gue ngomong, ‘Bener juga ya kata nyokap...’”Meri, 25, Content Development

“Saat saya memutuskan keluar dari zona nyaman, semua anggota keluarga tidak ada yang mendukung keputusan saya. Semua kecuali Ibu.” Syifa, 24, Assesment Coordinator

“Aku kagum dengan fakta bahwa Mama adalah orang yang paling sering aku sakiti, tapi juga paling sayang sama aku.” Maulida, 23, Content Development

“Percaya deh. Setiap hari, setiap waktu, dalam kondisi apapun, Ibu selalu memikirkan anaknya.” Eryan, 22, Desainer

“Sewaktu kecil aku pernah main petasan hingga leherku berdarah. Tiba-tiba mama datang dan mengobatiku.” Aji, Video Editor

“Seneng ngelihat ibu bisa pergi dan pulang haji dengan selamat, sehat, dan kuat. Walaupun ayah udah lebih dulu meninggalkan ibu di sana.” Nazri Rozi, 22, Videografer

“Mi, semua hal yang aku lewatin sama umi, rasanya semua patut aku syukuri. Jika ada satu orang yang paling aku harapkan terus hidup sama aku, ya itu pasti umi. Selamat hari Ibu, Mi. Terima kasih untuk segala kebaikannya.” Sabila, 23, MTP Fisika

“Terima kasih, Bu, sudah menjadi Madrasah pertamaku.” Arief, 23, Desainer.

--

 

Karena ibu sejatinya adalah guru pertama kita di dunia. Selamat hari ibu dari kami Ruangguru! Sekarang giliranmu tulis momen paling berkesan di kolom komentar. Biarkan artikel ini jadi tempat kita untuk bercurah tentang sosok ibu. Mulai dari hal-hal kecil, sampai yang bisa mengubah hidupmu.

ruangbelajar

Beri Komentar