Ternyata menjadi Ibu Rumah Tangga Punya Dampak Negatif

Rabia Edra Mar 1, 2019 • 4 min read


Parenting_-_Pengaruh_Negatif_Orang_Tua_yang_Selalu_Dekat_Anak

Setiap Ibu pasti tidak akan pernah menyesali bisa menghabiskan waktunya bersama anak setiap hari di rumah. Namun, coba sebentar saja mengambil jarak dari hal ini dan Anda akan menemukan beberapa kesalahan yang terjadi akibat Anda menjadi seorang Ibu rumah tangga penuh waktu. Ternyata, tidak semua keputusan yang berusaha ingin memberikan yang terbaik pada anak mampu, memberi nilai positif juga si buah hati. Padahal, sudah sangat sulit menjadi Ibu yang hanya tinggal di rumah, resign dari pekerjaan, kok masih ada salahnya?

Tenang, Smart Parents, artikel ini tidak berniat menyudutkan peran seorang Ibu rumah tangga, lho. Tentu saja itu pekerjaan mulia. Tetapi, bagaimana caranya agar mengemban peran ini dengan bijak, nah belum tentu semua Ibu mengetahuinya bukan? Oleh karenanya, penting bagi kita semua untuk melihat sebenarnya dampak negatif apa saja sih yang dapat ditimbulkan dari peran seorang Ibu Rumah Tangga?

  • Anak menjadi malas

ibu rumah tangga

Anak bermalas-malasan (Sumber: emarketingblog.nl)

Ibu adalah matahari yang mengitari, sementara anak adalah planetnya. Sangat indah, ya? Matahari tidak akan pernah absen setiap hari pada tatanan tata surya, agar tidak menyebabkan konsekuensi buruk pada planet. Satu hari tanpa matahari akan membuat keadaan kacau, membeku, bahkan kehancuran dahsyat pada benda langit tanpa gravitasi yang menabrak satu sama lain. Kondisi ini persis seperti apa yang terjadi di rumah, kapan pun jika seorang Ibu rumah tangga tak ada. Peran yang diemban menjadi sangat bernilai dan lebih jauh sangat berperan bagi kesuksesan anak-anak.

Jika setiap Ibu ingin merasa dibutuhkan, Anda justru harus mencoba sebaliknya. Coba sadari, apakah anak pernah membersihkan kamar mandi dan dapat mencari kaos kaki mereka sendiri? Akibat peran Ibu yang terlalu besar mengurusi hal-hal kecil untuk mereka—atas nama kasih sayang dan pengorbanan. Selain itu juga karena Ibu memiliki banyak waktu untuk melakukan hal-hal tersebut. Hasilnya, anak menjalani kehidupan mewah dan secara drastis kehilangan keterampilan yang sesuai usianya. 

ibu rumah tangga

Ibu stres dengan semua pekerjaan rumah tangga (Sumber: simplemost.com)

Intinya, tugas anak yang diharapkan dapat diselesaikan justru tidak ada yang dikerjakan oleh anak. Banyak Ibu rumah tangga yang tidak sadar, bahwa terlalu banyak hal-hal yang dikerjakan untuk anaknya hingga melupakan proses belajar baginya. Kehadiran Ibu yang konsisten untuk mengerjakan segalanya ternyata merenggut perasaan bahwa mereka juga dibutuhkan dan bernilai dalam keluarga.

Jika kita tak lagi mengerjakan tanggung jawab mereka, justru sebenarnya mampu melatih dan menumbuhkan rasa kepemilikan untuk anak mengatur diri. Serta menjadi trik agar Ibu tak lagi malas dengan membiarkan mereka tanpa keterampilan apapun. Apalagi jika tanpa disangka, Anda harus pergi meninggalkan rumah dalam waktu yang lama atau kembali bekerja. 

  • Kuantitas waktu ≠ kualitas

ibu rumah tangga

Menciptakan waktu berkualitas (Sumber: blog.pfisterfaucets.com)

Saat Ibu dan anak berpergian untuk berjalan-jalan quality time, waktu yang dihabiskan biasanya untuk membeli kebutuhan anak atau mencari hal-hal yang anak senangi. Bukan berusaha membuat koneksi dan membangun komunikasi antar keduanya. Jika hanya sibuk membelikan barang keperluan anak, waktu yang sudah dihabiskan bersama jadi sia-sia. Sebab kuantitas waktu tidak mencerminkan kualitasnya. 

Sementara, saat seorang Ibu yang bekerja dan mendapat kesempatan bersama anak dengan waktu terbatas, ia akan menjadi lebih niat dan penuh keinginan. Waktu yang dihabiskan bersama jadi lebih terarah untuk melekatkan hubungan keduanya. 

  • Ibu menjadi Mudah Marah

ibu rumah tangga

Anak melakukan kesalahan kecil, ibu pun marah (Sumber: jozikids.co.za)

Tidak memiliki waktu sendiri dan tidak dapat melakukan hal lain selain yang berhubungan dengan urusan rumah tangga, akan membuat Ibu menjadi penat. Sesekali Anda perlu melakukan hal baru. Jika terus dipendam, hanya akan membuat jadi mudah marah-marah dengan sekeliling. Menarik diri sementara itu perlu, dan ideal bagi perkembangan psikologi antara orang tua dan anak. Daripada terus-menerus fokus pada urusan rumah tangga, tapi jadi sebentar-sebentar marah.

Namun secara keseluruhan, tidak ada yang salah dengan menjadi Ibu rumah tangga sepenuhnya, namun dengan menghindari risiko-risiko yang akan terjadi seperti pada penjelasan di atas. Bagaimanapun menjadi seorang Ibu merupakan pekerjaan terbaik, ya 'kan Smart Parents? Berikan juga pengalaman belajar terbaik dengan ruangbelajar di HP atau laptop dengan ribuan video belajar beranimasi serta latihan soal lengkap!

New Call-to-action

 

Beri Komentar