Apa Itu Ilmu Ekonomi? | Ekonomi Kelas 10

Ulfatun Kasanah Okt 29, 2020 • 8 min read


ilmu ekonomi

Artikel Ekonomi kelas X kali ini menjelaskan tentang pengertian ilmu ekonomi, kelangkaan, dan skala prioritas.

--

Pernah nggak sih kamu tiba-tiba ingin sepatu baru, eh ternyata uang yang kamu punya nggak cukup untuk membeli sepatu tersebut. Terus, kamu pasti cari cara dong supaya bisa mendapatkan sepatu baru itu. Misalnya, meminta tambahan uang ke orang tua, atau menyesuaikan kualitas dan harga sepatu dengan uang yang kamu miliki, atau bahkan menawar ke pedagangnya supaya bisa mendapatkan sepatu yang diinginkan. 

 

Kalau kamu perhatikan, contoh kasus di atas menggambarkan bahwa kita sebagai manusia memiliki kebutuhan, contohnya sepatu. Terus, uang yang kamu miliki merupakan salah satu sumber daya ekonomi yang terbatas jumlahnya. Nah, ilmu yang mempelajari cara manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan sumber daya ekonomi yang terbatas adalah ilmu ekonomi.

adam smith

Hhmm, dari tadi ngomongin sumber daya ekonomi terus, nih. Bingung, ya? Jadiiii… sumber daya ekonomi itu terbagi menjadi beberapa macam. Ada Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), sumber daya modal, dan sumber daya kewirausahan. Seperti yang sudah kita ketahui, sumber daya yang tersedia di dunia ini terbatas, sehingga menyebabkan kelangkaan. Menurut kamu, apa saja sih penyebab kelangkaan sumber daya ekonomi itu? Ternyata, ini gengs penyebabnya!

1. Perbedaan Letak geografis

Sadar nggak sih, kamu? Enggak semua wilayah di muka bumi ini memiliki sumber daya alam yang sama, loh. Ada wilayah yang kaya dengan hasil laut, ada wilayah yang kaya dengan hasil tambang, ada wilayah yang tanahnya sangat subur sehingga bisa ditanami berbagai macam tanaman, tapi ada juga wilayah yang kering dan sulit mendapatkan air. Nah, hal ini menunjukan bahwa sumber daya alam nggak tersebar secara merata di muka bumi, sehingga menyebabkan kelangkaan sumber daya.

2. Pertumbuhan Penduduk

Seperti yang sudah kita ketahui, pertumbuhan penduduk terus bertambah. Namun, hal tersebut nggak diimbangi dengan peningkatan sumber daya alam. Oleh sebab itu, terjadi kesenjangan antara pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan sumber daya alam yang tersedia, sehingga terjadilah kelangkaan sumber daya alam. 

3. Kemampuan Produksi

Kemampuan produksi dalam proses pembuatan dan pengolahan sumber daya mempunyai keterbatasan. Contohnya nih gengs, skill yang dimiliki setiap individu itu berbeda-beda, sehingga menghasilkan output yang berbeda pula. Enggak hanya itu, mesin produksi pun bekerja dengan kapasitasnya masing-masing dan terbatas. Oleh karena itu terjadilah ketidakseimbangan antara permintaan dengan ketersediaan sumber daya, sehingga menyebabkan kelangkaan.

4. Perkembangan Teknologi

Pasti kamu pernah kan, pergi ke suatu tempat, terus sinyal internet tiba-tiba menghilang entah kemana. Eh, pas pindah ke tempat yang lain sinyalnya malah bagus banget. Itu artinya, perkembangan teknologi belum menyebar secara merata. 

Di daerah perkotaan, teknologi berkembang cukup pesat, sedangkan di daerah pedesaan, perkembangan teknologi masih terbilang lambat. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di kota lebih mudah mendapatkan informasi. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas SDM yang tercipta. Masih ingat dong penjelasan pada poin tiga bahwa kualitas SDM yang nggak merata dapat menyebabkan kelangkaan sumber daya. 

5. Bencana Alam

Gengs, pasti sudah nggak asing lagi dong sama banjir, bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia.

dampak banjir

Selepas banjir, banyak sekali kerusakan yang terjadi. Mulai dari rusaknya bangunan tempat tinggal, usaha, sampai menimbulkan korban jiwa. Untuk membangun atau mengadakan kembali sumber daya yang rusak akibat bencana alam tersebut, dibutuhkan waktu yang cukup lama dan uang yang nggak sedikit, sehingga terjadilah kelangkaan sumber daya.  

Dengan adanya kelangkaan terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup, kita dituntut untuk membuat skala prioritas. Apa sih skala prioritas itu? Jadiii... skala prioritas adalah daftar susunan kebutuhan manusia dimulai dari kebutuhan yang paling penting hingga kebutuhan yang dianggap kurang penting.  Dengan menyusun skala prioritas, kita dapat menentukan nih mana kebutuhan yang harus kita penuhi terlebih dahulu dan mana kebutuhan yang dapat ditunda. 

Dalam menyusun skala prioritas kebutuhan, kita dapat menentukan terlebih dahulu sifat kebutuhannya. Berdasarkan urgensitasnya, kebutuhan dapat dibedakan menjadi empat kategori, yaitu:

1. Penting dan mendesak
2. Penting tapi kurang mendesak
3. Kurang penting namun mendesak 
4. Kurang penting dan kurang mendesak

Terus gimana nih caranya supaya kita tahu kebutuhan apa saja yang harus kita beli terlebih dahulu? Tenang, Steven R. Covey telah mencetuskan tabel skala prioritas untuk memudahkan kita dalam menentukan sebuah prioritas dalam memenuhi kebutuhan. Yuk, lihat tabel dibawah ini!

tabel skala prioritas

Apakah kamu bingung melihat tabel diatas? Soo... Pada tabel tersebut terdapat empat kuadran, yaitu kuadran I, kuadran II, kuadran III, dan kuadran IV. Setiap kuadran memiliki arti masing-masing. Bisa kamu perhatikan pada gambar, ya!

Hhmmm... jadi kesimpulannya apa ini, gengs? Yup, benar! Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kita harus mendahulukan kebutuhan yang berada pada kuadran I, lalu kebutuhan pada kuadran II, kemudian kebutuhan pada kuadran III, dan terakhir kebutuhan pada kuadran IV.

Supaya lebih paham, yuk simak contoh kasus berikut!

Misalnya, kamu mendapatkan uang sebesar Rp700.000 dari orang tua untuk memenuhi kebutuhan kamu bulan depan. Setelah dirinci, ternyata ada beberapa barang yang kamu butuhkan, yaitu: 

  • Isi pensil (Rp10.000), karena isi pensil yang kamu miliki tinggal 3 pcs lagi. 
  • Sepatu baru (Rp500.000), karena ada model sepatu yang baru dilaunching dan kamu sukai.
  • Kuota internet (Rp150.000), karena kuota kamu sudah hampir habis. 
  • Isi binder (Rp25.000), persiapan untuk belajar online bulan depan. 
  • Tas baru (Rp200.000), karena tas sebelumnya rusak. 

Ternyata, total dari semua kebutuhanmu adalah Rp885.000. Jumlah tersebut lebih besar dari uang yang diberikan oleh orang tuamu. Kamu membutuhkan uang sebesar Rp185.000 lagi untuk memenuhi semua kebutuhanmu. Karena uang yang kamu miliki masih kurang, maka kamu harus menentukan apa saja yang akan kamu beli terlebih dahulu. Nah, berbekal dari materi tabel skala prioritas, kebutuhanmu dikelompokan menjadi:

  • Kuadran 1: kuota internet karena tanpa kuota internet kamu tidak bisa mengikuti kegiatan belajar online. 
  • Kuadran 2: isi binder dan isi pensil  karena kedua barang ini menunjang kegiatan belajar, namun masih ada stok 3 pcs. Jadi, masuk ke kuadran 2. 
  • Kuadran 3: tas karena saat ini kamu sekolah online, jadi belum membutuhkan tas walaupun tas kamu sudah rusak. 
  • Kuadran 4: sepatu karena sepatu kamu sebelumnya masih ada dan saat ini sekolah online, jadi tidak perlu memakai sepatu. 

Jadi, kebutuhan yang harus kamu beli terlebih dahulu adalah kuota, lalu isi binder dan isi pensil, kemudian tas, dan yang terakhir sepatu. Jika uang yang kamu miliki belum memenuhi semua kebutuhan yang kamu inginkan, maka salah satu alternatifnya adalah menunda untuk membeli barang pada kuadran 4. Kamu bisa menabung terlebih dahulu dan membeli barang tersebut ketika uang yang kamu miliki sudah cukup.

contoh tabel skala prioritas

Gimana? Sekarang sudah tahu dong mana kebutuhan yang harus dibeli saat ini juga dan mana kebutuhan yang bisa dibeli di lain waktu. Jadi nggak ada lagi deh yang namanya belanja impulsif. Kamu beli sesuatu tapi nggak mikir-mikir dulu. 

Oke, itu tadi materi tentang ilmu ekonomi. Kalau kamu mau tahu lebih banyak lagi tentang materi ini, kamu bisa coba tonton video belajar di ruangbelajar. Di sana, nggak cuma materinya saja yang lengkap, tapi kamu juga akan diajar oleh kakak-kakak Master Teacher yang asik banget. Jadi, bikin kamu cepat paham. Penasaran? Langsung saja download aplikasinya sekarang!

ruangbelajar

Sumber referensi:

Nurcahyaningtyas. (2009) Ekonomi untuk kelas X SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.  

Bambang Widjajanta, B. and Widyaningsih, A. (2009) Mengasah kemampuan ekonomi. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Sumber gambar:

Gambar ‘Buku The Wealth of Nation’ [daring]. Tautan: https://www.goodreads.com/book/show/25698.An_Inquiry_into_the_Nature_and_Causes_of_the_Wealth_of_Nations (Diakses: 26 Oktober 2020)

Foto ‘Rusaknya lingkungan alam’ [daring]. Tautan : https://www.antarafoto.com/peristiwa/v1589363101/bencana-banjir-bandang-dan-longsor-di-bogor (Diakses: 26 Oktober 2020)

Foto ‘Rusaknya rumah penduduk’ [daring]. Tautan : https://www.antarafoto.com/peristiwa/v1603594801/banjir-di-jatirasa-bekasi (Diakses: 26 Oktober 2020)

Foto ‘Hilangnya harta benda’ [daring]. Tautan : https://www.antarafoto.com/peristiwa/v1600161901/banjir-bandang-di-kabupaten-sigi (Diakses: 26 Oktober 2020)

Foto ‘Menimbulkan korban jiwa’ [daring]. Tautan : https://makassar.sindonews.com/read/102968/713/korban-tewas-akibat-banjir-bandang-di-lutra-bertambah-jadi-24-orang-1594876021 (Diakses: 26 Oktober 2020)

Beri Komentar