Kimia Kelas 10 | Penemuan Ilmiah dari Ilmu Kimia Modern

Rabia Edra

Apr 26, 2019 • 4 min read

Konsep Pelajaran SMA Kelas X Kimia X


ilmu kimia modern

Artikel Kimia kelas X kali ini akan membahas tentang penemuan ilmu kimia modern. Seperti apa ya penemuannya? Simak penjelasannnya dalam artikel berikut ini.

---

Apakah kamu pernah menangis karena memotong bawang? Sadar tidak, kalau kejadian tersebut merupakan bagian dari proses kimia, lho! Wah, sebenarnya apa yang dimaksud dengan ilmu kimia dan bagaimana perkembangannya ya? Daripada penasaran, langsung baca yuk penjelasannya di bawah ini!

Ilmu kimia dipengaruhi oleh filsafat Yunani kuno. Dalam penemuannya, ternyata ada yang diperoleh secara kebetulan atau trial and error, lho. Akan tetapi, secara garis besar ilmu kimia memiliki dua landasan yang penting, yaitu aspek teoritis dan empiris.

ilmu kimia modern - Antoine Lavoiser, Bapak Kimia ModernAntoine Lavoiser, Bapak Kimia Modern (sumber: alchetron.com)

Serangkaian penemuan ilmiah yang berhubungan dengan pembakaran, dianggap sebagai titik awal lahirnya kimia modern. Hal ini disebabkan oleh temuan-temuannya yang dilandasi dengan prinsip dan teori yang dikembangkan oleh pakar alkimia. Kemudian dikaji melalui percobaan dengan menggunakan metode ilmiah. Nah, beberapa pakar kimia yang dianggap sebagai pencetus kimia modern adalah Joseph Priestley (1733-1804), Antoine Lavoisier (1743-1794), dan John Dalton (1766-1844).

Priestley merupakan yang pertama kali melakukan percobaan dengan pembakaran materi yang dikaji secara ilmiah. Hasil dari pengukurannya, jika suatu materi dibakar akan mengalami kehilangan zat berflogiston. Hal tersebut dilihat dari perbedaan massa sebelum dan sesudah pembakaran. Penemuan pengukuran ini pun kemudian dikenal dengan teori flogiston. Akan tetapi, terdapat kelemahan dari percobaan Priestley yaitu, pembakaran dilakukan dalam wajan yang terbuka, sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran materi dengan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itulah, pernyataan Priestley ini disanggah oleh Lavoisier.

“Selama pembakaran tidak terjadi pengurangan maupun penambahan massa, asalkan wajan untuk pembakaran tertutup.” - Lavoisier

ilmu kimia modern - contoh gambar tidak ada penambahan massa

Contoh gambar tidak ada penambahan massa (sumber: anatomyclass123.com)

Lavoisier pun menyebut sanggahannya ini sebagai Hukum Kekekalan Massa. Hingga kini, teorinya kerap menjadi rujukan bagi teori ilmu kimia modern. Sementara itu, ilmu kimia terus berusaha untuk mengembangkan berbagai bahan dan proses (pembakaran) dengan meminimalisir pencemaran terhadap lingkungan, baik di perairan, udara, dan tanah. Untuk memenuhi hal tersebut, tentu perlu pemahaman konsep-konsep kimia yang valid dan mutakhir. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan penelitian yang berkesinambungan dan terpadu.

Salah satu material yang sedang dikembangkan saat ini adalah polimer (bahan pembuat minuman kemasan). Selain itu, ada material lainnya seperti keramik, komposit, dan kristal cair. Bahkan, saat ini sedang dikembangkan teknologi contohnya adalah CNTs (Carbon Nano Tubes). Material CNTs ini memiliki konduktivitas (kemampuan menghantar panas) termal dan listrik yang sangat tinggi, sehingga sangat berguna untuk elektronik canggih, misalnya pada mikroskop elektron. CNTs juga memiliki fleksibilitas dan kekuatan yang sangat luar biasa bahkan melebihi baja. Tak heran jika CNTs banyak digunakan sebagai material pesawat luar angkasa.

ilmu kimia modern

Sekian materi ilmu kimia modern kali ini, kamu jadi semakin tertarik mempelajarinya? Yuk, belajar bareng guru lulusan kampus ternama di dalam dan luar negeri! Cek infonya hanya di ruangles!

New Call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts