Ingin Memilih Homeschooling untuk Anak? Pertimbangkan Hal Ini Terlebih Dahulu

Shabrina Alfari Okt 14, 2018 • 4 min read


Smart Parents sedang mempertimbangkan homeschooling untuk anak? Homeschooling merupakan kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan di luar sekolah, namun tidak terbatas di rumah saja. Sistem pembelajaran seperti ini dapat jadi solusi alternatif bagi orang tua yang mempunyai kendala tertentu dengan kurikulum pendidikan ataupun lingkungan sekolah. Dengan homeschooling orang tua juga dapat menyeleksi sendiri pengajar dan tutor yang memang sesuai dengan anak. Namun, apakah homeschooling benar-benar cocok untuk anak dibandingkan sekolah biasa? Nah, berikut adalah beberapa hal yang perlu Smart Parents ketahui sebelum memilih homeschooling untuk anak.

Kelebihan Homeschooling untuk Anak

1. Anak lebih bebas berkreasi dan mengembangkan bakatnya

Dengan homeschooling anak akan lebih bebas untuk berkarya dan berkreativitas karena tidak akan diganggu oleh siapa pun. Seorang penulis buku The Element, Ken Robinson, juga mengatakan bahwa kunci pendidikan yang ideal untuk anak seharusnya tidak disamaratakan. Tiap anak memiliki bakat, minat, dan kemampuan untuk mengolah informasi secara berbeda. Homeschooling dapat memfasilitasi bakat dan kreativitas anak sehingga lebih terarah karena mereka bebas mengekspresikan apa yang ada di pikirannya.

homeschooling anakAnak lebih bebas untuk mengembangkan kreativitas dan bakatnya (Sumber: timeslive.co.za)

2. Lebih mudah dipantau

Sifatnya yang lebih pribadi atau privat membuat perkembangan pendidikan anak homeschooling akan lebih mudah dipantau secara khusus. Selain itu, sistem homeschooling juga membuat kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih fokus. Smart Parents dapat mengenal karakter serta kekurangan dan kekuatan anak untuk diarahkan dengan cara yang tepat.

3. Anak lebih cepat berkembang dan mencerna informasi dengan lebih baik

Sistem belajarnya yang privat juga memungkinkan anak homeschooling bisa tanpa ragu mengajukan pertanyaan kapan pun mereka mau. Mereka bisa berdiskusi dengan pengajar dengan lebih baik karena anak lebih fokus belajar tanpa gangguan orang lain. Saat anak menemukan kesulitan, ia juga bisa langsung mendapatkan penyelesaiannya. Inilah yang membuat anak homeschooling lebih cepat berkembang.

homeschooling anakAnak dapat mencerna informasi lebih baik (Sumber: gazetadopovo.com.br)

4. Waktu belajar lebih fleksibel

Salah satu keuntungan terbesar dari homeschooling adalah waktu belajar yang fleksibel. Orang tua, anak dan pengajar dapat berdiskusi terlebih dahulu untuk menentukan waktu  yang tepat untuk belajar dan berapa lama akan belajar dalam sehari. Selain itu, anak juga kerap diberikan kebebasan untuk menentukan lokasi, frekuensi, dan jadwal mata pelajaran yang ingin dipelajari.

Kekurangan Homeschooling untuk Anak

1. Anak memiliki lingkup pergaulan yang terbatas

Homeschooling memfokuskan interaksi anak dengan pengajar dan orang tua. Dengan kata lain, interaksi anak dengan teman sebayanya menjadi lebih sedikit dan sempit. Padahal, kehadiran teman dapat melatih anak untuk menumbuhkan rasa empati dan mengasah keterampilan bersosialisasi. Hal ini dapat membuat anak cenderung sulit bergaul dan lebih pendiam. Smart Parents dapat mengatasi masalah ini dengan mengatur jadwal homeschooling anak agar ia tidak merasa terasing dalam pergaulannya.

homeschooling anakAnak memiliki lingkup pergaulan terbatas (Sumber: findingjoyinthejourney.net)

2. Anak tidak mendapatkan fasilitas sekolah pada umumnya

Anak homeschooling tidak memiliki fasilitas yang ada di sekolah, seperti laboratorium, perpustakaan, tempat olahraga, dan lainnya. Hal ini tentu menjadi kekurangan untuk anak dapat mengeksplor materi yang dipelajari melalui praktik secara langsung. Untuk itu, Smart Parents harus melakukan persiapan sendiri dan merogoh kocek pribadi untuk mengajak anak belajar di luar ruangan.

3. Belum ada standarisasi kurikulum

Hingga kini belum ada kurikulum tetap yang digunakan homeschooling. Anak homeschooling yang tidak bersekolah di institusi pendidikan pada umumnya harus mengikuti ujian kesetaraan paket C saat Ujian Nasional.

homeschooling anakKomunikasikan dengan anak sebelum memutuskan (Sumber: hechingerreport.org)

Jadi, apakah homeschooling pilihan yang tepat untuk anak?

Sebelum memutuskan, ada banyak persiapan yang harus Smart Parents lakukan bersama dengan anak. Sebaiknya diskusikan terlebih dahulu kepada anak dan jangan memutuskan secara sepihak. Jadi, yang paling menentukan adalah keinginan dan kemauan anak. Hal yang nggak kalah penting adalah mempertimbangkan dan memilih sistem homeschooling yang paling tepat. Setelah itu, pertimbangkan juga biaya yang harus dikeluarkan. Apakah sebanding dengan yang akan anak dapatkan?

Apabila anak memang mengalami kendala selama di sekolah, seperti bullying atau masalah akademik, Smart Parents tidak bisa langsung memilih homeschooling sebagai jalan pintas penyelesaian masalah. Kunci utamanya adalah bagaimana Smart Parents mampu mengomunikasikan kebutuhan dan kemampuan anak pada tenaga pengajar, baik itu  di sekolah ataupun tutor homeschooling.

Sebelum memutuskan akan memilih homeschooling atau tidak, Smart Parents dapat mengajak anak untuk mencoba belajar lebih rajin di rumah kapan saja sesuai dengan kebutuhannya dengan ruangbelajar. Video beranimasi, latihan soal, dan rangkumannya akan membantu anak lebih mudah memahami pelajaran. Yuk, berlangganan sekarang dan rasakan #BelajarJadiMudah!

ruangbelajar

Beri Komentar