Menjelang UTBK, Ini Cara Membuat Anak Fokus Belajar

Ramadhana Afida Rachman

Apr 25, 2019 • 5 min read

parenting


fokus belajar

Orang tua, apakah anak memiliki kesulitan dalam berkonsentrasi? Jika ya, mungkin hal tersebut membuat orang tua bingung dan pusing bagaimana cara menghadapinya. Tapi, jangan khawatir! Ternyata ada, lho, cara yang bisa dilakukan agar anak fokus belajar. Cara-cara berikut terbukti efektif dan bisa membuat anak lebih berkonsentasi. Yuk, simak!

 1.  Buat ruangan khusus untuk belajar

fokus belajar

Tempat belajar yang baik adalah tidak menyatu dengan ruang tidur. (Sumber: designsflair.com)

Apakah orang tua tahu jika kamar anak didesain untuk ruang belajar sekaligus, ternyata akan membuat mereka mudah mengantuk? Yup, untuk mengatasinya, lebih baik buat ruangan khusus yang tidak dilengkapi dengan alat elektronik seperti televisi dan jauhkan dari tempat tidur. Selain itu, orang tua juga bisa, lho, melengkapinya dengan perpustakaan mini. Pasti asyik, deh!

2. Pastikan anak makan makanan bergizi

fokus belajarMakanan bergizi sangat penting bagi pertumbuhan anak. (Sumber: thefashionablebambino.com)

Orang tua, jangan biasakan anak untuk mengonsumsi makanan cepat saji, ya!  Berikan mereka masakan rumah dan perhatikan pula lauk pauk yang tersedia. Orang tua juga bisa melengkapi menu dengan buah dan susu yang baik untuk perkembangan anak. Dengan mengonsumsi makanan bergizi, maka otak akan mudah berkonsentrasi saat belajar.

3. Ajak anak untuk melakukan kegiatan rutin

fokus belajarBiasakan anak melakukan kegiatan rutin yang positif. (Sumber: mamiverse.com)

Menurut penelitian, anak akan sering melakukan sesuatu jika sudah terbiasa. Oleh karena itu, biasakan anak meluangkan waktunya untuk belajar sejak dini, ya. Tidak masalah jika mereka belajar hanya 5 sampai 10 menit, asalkan rutin melakukan itu, maka akan berdampak baik bagi anak ke depannya.

4. Biarkan anak istirahat setelah belajar

fokus belajarIstirahat penting bagi anak. (Sumber: quickanddirtytips.com)

Secara naluriah, setiap orang tidak ada yang suka dipaksa. Yap, begitupun dengan anak. Jangan paksa mereka untuk terus-terusan belajar, ya! Biarkan anak istirahat sejenak untuk menyegarkan otak kembali. Karena menurut penelitian, anak akan fokus belajar pada 20 menit pertama. Setelahnya, mereka akan kehilangan konsentrasi. Di samping itu, orang tua juga dapat membiasakan anak untuk tidur siang setelah mereka belajar di sekolah. Ini karena tidur siang merupakan hal yang efektif untuk mengumpulkan energi serta membuat pola pikir anak menjadi segar kembali.

5. Berikan anak hadiah

fokus belajar

Hadiah dapat menjadi alternatif agar anak semangat dan fokus belajar. (Sumber: tumblr.com)

Siapa yang tidak suka mendapatkan hadiah? Hmm, pasti semuanya suka, ya. Orang tua bisa, lho, memberikan hadiah kepada anak setelah mereka selesai belajar, salah satunya dengan membuat kesepakatan bersama. Contohnya jika mereka berhasil belajar selama satu jam, maka anak akan mendapatkan sebatang cokelat. Selain makanan, orang tua juga bisa memberikan hadiah lain seperti jalan-jalan bersama, memperbolehkan anak menonton film dengan teman, ataupun kegiatan seru lainnya.

6. Ajak anak menjelajahi tempat baru

fokus belajarKorelasikan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari dengan jalan-jalan. (Sumber: nhm.ac.uk)

Sering kali, anak bertanya apa gunanya mereka belajar di sekolah dengan praktik pada kehidupan sehari-hari. Untuk menjawabnya, orang tua bisa, lho, mengajak anak berkunjung ke tempat baru seperti museum, laboratorium, planetarium, tempat bersejarah, atau destinasi wisata lainnya. Di sana, orang tua bisa menjelaskan kaitannya dengan materi sekolah. Yap, selain pengetahuan anak bertambah, kegiatan tersebut juga bisa membuat mereka senang.

7. Sesuaikan gaya belajar anak

fokus belajarAuditori, visual, dan kinestetik merupakan gaya belajar anak. (Sumber: theoddysseyonline.com)

Setiap anak memiliki gaya belajarnya masing-masing. Ada yang lebih suka belajar sambil mendengarkan musik, menulis setiap rincian materi, atau bahkan sambil jalan-jalan. Semua itu tidak ada yang salah, kok. Untuk menyesuaikannya, pahami dulu gaya belajar anak, ya. Jika anak memiliki gaya belajar auditori, biarkan mereka mendengarkan musik sambil belajar dan jangan ganggu jika mereka mencoba memahami materi dengan suara keras. Lalu, jika anak memiliki tipe belajar visual, orang tua bisa menyediakan papan tulis ataupun buku dengan desain meraik agar mereka makin semangat menulis. Sedangkan, jika anak mempunyai gaya kinestetik, jangan bosan untuk ajak anak jalan-jalan dan biarkan mereka memahami pelajaran dengan praktik langsung menggunakan benda-benda di sekelilingnya.

Selain tujuh cara di atas, untuk membuat anak fokus belajar, mereka juga bisa menggunakan internet agar lebih memahami materi pelajaran, lho. Hal tersebut karena di internet terdapat banyak informasi yang tersebar secara luas. Tetapi, tetap awasi anak dan jauhkan mereka dengan barang elektronik lain seperti televisi yang tidak menunjang konsentrasi dalam belajar, ya. Agar lebih mudah mencari materi pelajaran di internet, orang tua bisa, nih, merekomendasikan anak untuk menggunakan ruangbelajar. Cukup dengan download aplikasinya di smartphone, anak dapat mengerjakan soal, mencari materi pelajaran, dan memperoleh rangkuman yang memudahkan mereka untuk memahami materi sekolah. Wah, sangat efektif ya! Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, gabung dengan kami untuk membuat #BelajarJadiMudah!

ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts