Ilmuwan Temukan Cara Agar Kita Bisa Jatuh Cinta dengan Siapapun, Mau Coba?

Kresnoadi

Feb 14, 2019 • 6 min read

Wow ternyata


ilmuwan temukan cara jatuh cinta pada siapa saja

Artikel ini membahas bagaimana seseorang bisa jatuh cinta terhadap siapapun menggunakan daftar 36 pertanyaan ilmiah dari Arthur Aron

--

Di hari valentine kayak gini, karakter murid di sekolah akan terbagi menjadi dua kubu. Kubu pertama adalah kubu so-sweet-amat-anjir. Mereka terdiri dari dua jenis yaitu jenis so-sweet-amat-anjir-tapi-malu-malu. Tipikal murid yang diam-diam meletakkan coklat di kolong meja gebetannya, lalu ngasih tulisan romantis kayak “I love you. Bayar utang plis. :)”

Sementara tipe kedua adalah si so-sweet-amat-anjir-malu-maluin. Mereka yang ngasih bunga, coklat, dan hal manis lainnya (gula batu gak termasuk) secara terang-terangan. Biasanya, murid tipe ini adalah murid populer yang udah tergolong gaul. Mereka pun bakal disorakin, “Ciyeeee…” di tengah kerumunan murid, lalu dari kejauhan jomblo pada bilang, “Bakar! Bakar! Bakar!”

Kubu kedua, adalah sisanya.

Kubu yang menganggap kalau hari valentine tuh harusnya gak ada. Mereka beralasan kalau kasih sayang seharusnya dilakukan tiap hari. Meskipun begitu, tiap hari juga gak pernah ngasih ucapan sayang ke orang terdekat. Malah seringnya cuman ngomong, “Kapan neh mabar?!”

Biasanya, kubu yang ini terdiri dari jomblo-jomblo yang terlalu takut mengutarakan perasaannya. Takut kalau begitu ngasih coklat, gebetannya nanya, “Maksudnya apa nih?” lalu orang tersebut mimisan dan mati kehabisan darah.

Ketakutan akan penolakan itu membuatnya mencari alasan dan menganggap kalau hari kasih sayang itu gak ada.

Masalahnya, gimana kalau kita bisa bikin siapapun jatuh cinta sama kita?

Nggak. Ini bukan perkataan dukun santet karena kita tidak pernah menyaksikan sepasang kekasih pas di-interview mengenai keawetan hubungannya, dia jawab, “Ini semua berkat Mbah Jambrong. Santet saya masih manjur sampe sekarang. Reccomended seller gan!”

Well, gimana kalau kata ilmuwan, kita benaran bisa bikin siapapun jatuh cinta sama kita?

Arthur Aron, profesor psikolog dari Universitas Stony Brook New York, telah merumuskan daftar 36 pertanyaan yang akan membuat siapapun naksir sama kita.

Ini benaran.

Sabar, sabar. Sebelum sampai ke sana, kita harus tahu dulu apa yang dimaksud jatuh cinta dan kenapa seseorang bisa merasakan jatuh cinta secara saintifik.

 

separator - jatuh cinta dari sisi science

Sebenarnya, apa, sih, jatuh cinta itu?

Apakah perasaan deg-degan yang muncul sewaktu kita ngeliat orang lain itu yang disebut jatuh cinta? Kalau begitu, apakah sewaktu kita ngeliat razia tilang polisi dan kita deg-degan, berarti kita naksir dia?

“Selamat siang, Mas. Boleh liat surat-suratnya?”

“I love you too.”

“PERGI DARI SINI!”

Apakah jatuh cinta itu sebenarnya merupakan hal yang magis… atau biologis?

Kenyataannya, saat seseorang mengalami jatuh cinta, hormon kortisol, yang berperan memicu stres, akan meningkat, karena kamu nervous. Di sisi lain, hormon oksitosin juga akan meningkat, dan membuat kamu memiliki perasaan berbunga-bunga. Pada perempuan, hormon testosteronnya meningkat, yang ngebuatnya jadi lebih “agresif”. Sebaliknya, di laki-laki justru menurun, dan jadi lebih pasif.

Oke, kita tahu semua kejadian dan hormon-hormonan ini. Tapi, apa yang menyebabkannya jadi begitu?

Baca juga: DNA Menggantikan Flashdisk Sebagai Tempat Penyimpanan Data, Emang Bisa?

Saat meneliti ini, para ahli punya kesulitan tersendiri. Ya, karena, siapa yang tahu orang itu jatuh cinta atau nggak? Kalau memilih objek secara asal, tentu datanya akan menjadi salah. Lagipula, tidak mungkin juga peneliti jalan keliling kota, lalu ketika nemu orang yang bilang, “Aku sayang kamu. Mau gak jadi pacar aku?” langsung diseret ke lab, kepalanya dipasang selang buat diteliti respon otaknya.

Makanya, mereka meneliti lewat hewan.

Iya, hewan juga bisa jatuh cinta.

Tentu, tidak sembarang hewan. Mereka coba meneliti hewan prairie voles, sejenis tikus asal Amerika Utara yang, ketika memutuskan untuk punya pasangan, dia akan setia sama pasangan itu sampai mati. Gile, keren abis ya. Nah, setelah diteliti, voles yang baru berpasangan, terlihat peningkatan hormon dopamin yang cukup tinggi.

hewan praire voleHewan praire vole (Sumber: imgur.com)

 

Masalahnya, dopamin tidak bisa dijadikan patokan begitu saja di manusia. Berbeda dengan voles, kita bisa mendapatkan dopamin dari mana aja. Makan coklat, nilai ujian bagus, bahkan hanya dari mendapatkan like di foto Instagram yang kita punya akan meningkatkan dopamin di dalam diri.

Ketika diteliti lebih lanjut, ternyata, selain dopamin, ada hormon lain yang meningkat di voles. Namanya oksitosin. Oksitosin lah yang ngebuat hubungan ibu dan anak terasa sangat dekat. Makanya ada perkataan yang bilang “anak yang baru lahir harus menempel kulit dengan kulit ke ibunya supaya bonding-nya kuat”, hal itu akan meningkatkan oksitosin.

hormon perempuan yang meningkat saat jatuh cinta

Iya, jadi kedua makhluk bernama dopamin dan oksitosin lah yang memicu seseorang jatuh cinta. Kalau keduanya dihilangkan secara paksa dari tubuh, kita juga akan merasa “tidak cinta lagi” sama seseorang itu.

Masalahnya, bagaimana dengan laki-laki?

Hormon testosteron yang ada di laki-laki akan menghilangkan efek dari oksitosin. Peneliti ini pun kembali mencari hormon yang cirinya mirip dengan oksitosin.

Ketemu lah sesuatu yang bernama vasopressin.

Peneliti pun coba menyuntikkan vasopressin ke voles jantan, yang ngebuat si voles jadi “romantis”. Sebaliknya, ketika si peneliti coba memasukkan antivasopressin—yang ngebuat hormon vasopressin hilang, si tikus lucu ini kehilangan rasa tertariknya ke voles betina.

hormon yang meningkat saat jatuh cinta

Nah, sekarang kita tahu bahwa perasaan cinta itu terjadi karena adanya perubahan molekul kimia di tubuh kita. Hormon-hormon itu yang “bergerak” memengaruhi kita dan ngebuat perasaan deg-deg ser tiap liat gebetan.

Tapi, tentu kita tidak mungkin seenaknya menyuntikkan hormon-hormon tadi ke gebetan supaya dia cinta kita balik. Arthur Aron pun merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang konon akan meningkatkan hormon ini.

Nantinya, kamu harus duduk berdua, saling tatap satu sama lain. Lalu saling melakukan sesi tanya jawab sambil bertatapan mata. Aron sendiri membagi daftar pertanyaannya menjadi 3 bagian. Dari yang paling luas, sampai pertanyaan personal yang membuat dua orang itu saling mengenal dan punya “rasa keterikatan” satu sama lain.

Download daftar 36 pertanyaan Arthur aron di sini

Kalau kamu berani coba, buktikan, deh, benar apa nggak. Katanya, selama kamu berdua saling jujur, terbuka, dan bertatapan mata, hormon tadi akan meningkat dan perasaan itu akan keluar di ujungnya. Siapapun orang yang ada di depan kamu. Kalau udah coba, tulis hasilnya di kolom komentar di bawah ya!

Nah, ternyata hal-hal seperti ini benaran ada yang mendalami secara serius dari sisi science ya. Hal yang biasanya kita pikir sebagai “Ah, itu mah udah dari sananya!” dan membuat kita malas berpikir lebih jauh. Makanya, coba, yuk, latih lagi sisi kritis pikiran kamu. Hayo, jangan-jangan kamu belum tahu pelajaran yang kamu dapatkan di sekolah gunanya untuk apa? Kalau ingin tahu, cobain tonton video pelajaran beranimasi lewat ruangbelajar!

ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts