Masuk Jurusan Astronomi, Setelah Lulus Kerja di mana?

SK_-_Jurusan_Astronomi-01

Jurusan Astronomi nggak cukup populer untuk dipilih oleh banyak pelajar di Indonesia. Memang seperti apa, sih, jurusan yang satu ini? Artikel ini akan membahasnya.

--

Masuk astronomi sebagai jurusan di dunia kuliah, jadi apa ya nanti setelah lulus? Pertanyaan itu mungkin masih mengganggu pikiranmu sehingga belum begitu yakin memilih jurusan yang satu ini, padahal pengin.

Nah, Squad, astronomi memang sedikit berbeda dengan jurusan kuliah yang lain. Jurusan yang satu ini sebenarnya cukup seru. Sebagai mahasiswa astronomi, kamu akan mempelajari aspek fisika, biologi, kimia, dan evolusi yang berhubungan dengan bintang, planet, dan benda luar angkasa lainnya. Jurusan kuliah mana lagi yang sekeren ini?

Walau begitu, terkadang orang tua masih bertanya kepada kita. Setelah empat tahun kuliah di Jurusan Astronomi, di manakah nantinya akan bekerja? Lapangan kerja seperti apa yang akan cocok bagi Jurusan Astronomi?

Jurusan Astronomi di Indonesia

Kamu perlu tahu nih, Squad. Hanya ada satu perguruan tinggi yang memiliki program studi astronomi di Indonesia, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Jurusan Astronomi berada di dalam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Dengan begitu, saat mendaftar di ITB, kamu cukup menulis nama fakultasnya saja, ya.

Oh iya, FMIPA ITB menyediakan jurusan Astronomi untuk jenjang S1, S2, dan S3. Kita juga bisa berbangga karena prodi Astronomi di ITB ini hanya satu-satunya di Asia Tenggara, lho, Squad.

Baca Juga: Mengenal Jurusan Astronomi ITB Bersama Kak Meri Handayani

Bila kamu berhasil masuk FMIPA ITB, di tahun kedua, kamu nantinya akan bisa memilih jurusan mana yang kamu inginkan, yakni tentunya adalah astronomi. Dalam Jurusan Astronomi, akan dibagi lagi ke beberapa peminatan yang terdiri dari Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi.

Menurut Kak Meri Handayani, lulusan Astronomi ITB angkatan 2011 yang sempat diwawancarai Ruangguru, “Pada dasarnya, astronomi sama menariknya seperti ilmu lain. Jangan takut dengan prospek kerja karena apa yang didapat gak selalu harus sama dengan jurusan yang diambil saat kuliah. Jadikan kuliah sebagai pendidikan formal yang dapat menambah ilmu kita.”

SK_-_Jurusan_Astronomi-07

Kenapa Mau Masuk Astronomi?

Nah, sebelum memilih astronomi sebagai pilihan jurusan kuliahmu, yakinkan dulu dirimu sendiri apa yang menjadi dasarmu ingin berkuliah di jurusan itu. Kebanyakan orang yang ingin masuk Jurusan Astronomi selalu berdasarkan pada kekagumannya dengan alam semesta saja. Padahal, itu belum cukup.

Setelah kamu nantinya lulus dari Jurusan Astronomi, kamu akan menggeluti astronomi sebagai profesi. Hal itu jelas akan lebih banyak tantangannya daripada sekadar menjadikan astronomi hanya sebagai hobi saja. Jadi, dasar untuk memilih Jurusan Astronomi sebagai jurusan kuliah seharusnya adalah: rasa keingintahuan dan kemauan belajar yang tinggi.

Oh iya, perlu diketahui juga nih. Seorang astronom profesional tidak selalu merupakan seorang lulusan Jurusan Astronomi. Lulusan kedokteran, komputer, fisika, dan lain-lainnya, kalau menjadikan astronomi sebagai pekerjaannya, maka bisa disebut sebagai astronom profesional.

Baca Juga: Wah, 5 Jurusan Kuliah Ini Langka di Indonesia!

Kerja di mana Setelah Lulus?

Prospek pekerjaan bagi lulusan astronomi ternyata sangat luas, lho, Squad. Merentang mulai dari pekerjaan di perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga antariksa, observatorium, planetarium, pusat sains, sekolah, hingga media massa. Coba bahas satu per satu deh yuk!

Di perguruan tinggi, lulusan astronomi bisa mengajar sebagai dosen. Memang, baru satu di Indonesia saat ini perguruan tinggi yang membuka Jurusan Astronomi, tetapi kamu bisa menjadi dosen dalam bidang ilmu lain yang juga dipelajari dalam astronomi, misalnya fisika, biologi, hingga matematika.

Bila kamu memilih di lembaga penelitian atau lembaga antariksa, tentu kamu akan menjadi seorang ilmuwan. Lembaga-lembaga ini ada banyak kok di Indonesia, mulai dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kamu juga bisa bekerja di lembaga penelitian atau lembaga antariksa di luar Indonesia, lho, Squad. Nantinya, bila kamu memang berkompeten sebagai ilmuwan dan memiliki prestasi yang cemerlang, nama-namamu bisa diabadikan sebagai nama asteroid seperti beberapa alumni astronomi ITB, yang masing-masing adalah Bambang Hidayat, Moedji Raharto, Dhani Herdiwijaya, dan Taufiq Hidayat.

SK_-_Jurusan_Astronomi-06

Lahan pekerjaan lainnya, di observatorium, planetarium, pusat sains, hingga sekolah, seorang lulusan astronomi bisa menjadi pengajar atau pembicara di sana. Mulai banyak kok sekarang yang sering berkunjung ke observatorium dan planetarium, serta sudah banyak juga tuh acara-acara sains di Indonesia yang mana kamu bisa ikut andil dalam acaranya.

Nah, terakhir, kamu bisa juga bekerja di media massa. Setiap harinya, banyak penemuan-penemuan astronomi di dunia. Menjadi seorang lulusan Jurusan Astronomi yang bekerja di media artinya adalah menjadi seorang science communicator, menyampaikan hasil penelitian atau penemuan dalam astronomi ke masyarakat awam yang luas.

Eits, nggak terbatas pada bidang-bidang pekerjaan di atas saja kok yang bisa digeluti seorang lulusan Jurusan Astronomi. Untukmu yang nantinya nggak ingin berkarir di ranah astronomi, masih bisa bekerja di bidang-bidang lain seperti industri, keuangan, penerbit, teknologi informasi, manajemen, ekonomi, hingga menjadi wirausaha.

Gimana, Squad, sudah tahu dong akan kerja di mana sebagai lulusan Jurusan Astronomi nanti? Yup, bisa bekerja di mana saja! Oh iya, kamu yang ingin mengambil jurusan ini, harus belajar dengan rajin, ya. Karena satu angkatan hanya terdiri dari 30 mahasiswa saja. Yuk mulai persiapkan diri dengan belajar biar bisa masuk Jurusan Astronomi yang sudah jadi impianmu selama ini lewat ruangbelajar.

ruangbelajar for desktop

Beri Komentar