Hari Kebebasan Pers: Serunya Belajar Menjadi Jurnalis Profesional di Jurusan Jurnalistik

SK_-_Jurusan_Jurnalistik_Untukmu_yang_Mau_Jadi_Jurnalis_Profesional-01

Artikel ini berisi seluk-beluk jurusan jurnalistik beserta informasi mengenai prospek kerjanya.

--

Terjun ke lapangan, menulis liputan, dan menginformasikannya ke publik adalah gimana seorang jurnalis bekerja. Apakah menjadi jurnalis adalah cita-citamu, Squad? Kalau iya, kamu wajib tahu nih seluk-beluk Jurusan Jurnalistik!

Prospek kerja lulusan Jurnalistik sangat terbuka luas, lho! Apa lagi di era keterbukaan dan banjir informasi seperti sekarang ini, industri media menjadi industri besar yang cukup menjanjikan. Dan sama seperti industri lainnya, industri media perlu banyak tenaga kerja, yang mana yang paling dibutuhkan adalah jurnalis.

Menurut survei bertajuk masa depan jurnalis yang dipublikasikan pada tahun 2014 oleh Jurnalism Studies, kondisi dunia jurnalistik sekarang dan prospeknya di masa depan dapat diketahui.

Dalam survei itu, yang diperoleh dari 1.800 responden dari kalangan pendidik jurnalistik dan media profesional, diketahui bahwa 96 persen pendidik jurnalistik percaya bahwa titel dari Jurusan Jurnalistik sangat penting untuk menjadi seorang jurnalis, sementara hanya 57 persen media profesional yang percaya akan hal yang sama.

Jadi, pada kenyataannya, sebenarnya seorang jurnalis nggak harus berlatar belakang Jurusan Jurnalistik. Tapi, jika kamu ingin belajar lebih dalam mengenai dunia jurnalisme sehingga bisa menjadi jurnalis yang profesional, kuliah di Jurusan Jurnalistik adalah salah satu jalurnya.

jurnalis 1
Jurnalis. (Sumber: Detik.com)

Kenapa pilih Jurusan Jurnalistik?

Bidang kerja jurnalis merupakan profesi yang dinamis. Gimana nggak, Squad. Sebagai jurnalis, kamu nantinya akan bekerja sepenuhnya di lapangan, merangkai reportase, melakukan wawancara ke narasumber, dan tentunya bertemu banyak orang. Wajahmu juga mungkin saja terpampang di layar kaca apabila kamu seorang jurnalis televisi.

Ada banyak juga tuh mata kuliah yang akan dipelajari di Jurusan Jurnalistik. Di antaranya adalah bahasa jurnalistik, ilmu penyiaran, metode penulisan berita, teknik wawancara, hukum etika pers, hingga ilmu manajemen media.

Baca Juga: 10 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia 2018 versi Kemenristekdikti

Menurut Nila Kusumasari, lulusan Jurnalistik Universitas Padjadjaran, jurusan ini memiliki metode pengajaran paling menarik dari jurusan lainnya di Fakultas Ilmu Komunikasi. Jurusan Jurnalistik menekankan banyak praktik, namun nggak juga meninggalkan teori. Hal-hal yang paling banyak dipelajari dalam Jurusan Jurnalistik adalah seputar produksi media. Secara garis besar, pelajaran-pelajaran mengenai jurnalistik diramu dalam konteks keilmuan yang akan mudah dipahami.

Seberapa cocok kamu masuk Jurusan Jurnalistik?

Sebelum memilih jurusan kuliah, ada baiknya kamu mengetahui dulu karakter seperti apa yang cocok untuk masuk ke dalam jurusan yang kamu inginkan. Nah, apa saja sih karakter-karakter yang dibutuhkan dalam Jurusan Jurnalistik?

Dikutip dari Study.com, karakter pertama yang kamu harus punya adalah teliti dan detail. Menjadi seorang jurnalis artinya harus bisa menyusun informasi dengan benar sebelum dirilis ke publik. Nggak mau 'kan kamu malah jadi oknum jurnalis penyebar hoaks?

Kamu juga harus punya karakter yang kritis dan rasional. Keduanya sangat penting untuk nantinya mendukung karir jurnalistikmu. Dengan kritis dan rasional, kamu bisa memilah informasi yang benar dan salah, serta menilai segala hal secara objektif.

Karakter-karakter lainnya yang juga harus kamu miliki adalah, independen, berwawasan luas, terampil dalam menganalisis, dan juga terbiasa bekerja sama di dalam tim. Seorang jurnalis nggak akan bekerja sendiri di lapangan, lho. Kamu akan bekerja sama mencari dan meliput segala kejadian yang ada bersama rekan jurnalismu nanti.

jurusan jurnalis - foto pendukung
Meliput May Day. (Sumber: Bukumojok.co)

Gimana prospek kerja jurusan Jurnalistik?

Kamu mungkin bertanya-tanya 'kan Squad kerja apa setelah lulus dari Jurusan Jurnalis? Jawabannya, ada banyak peluang pekerjaan yang menanti kamu lho!

Seorang lulusan jurnalis bisa menjadi penyiar berita, pembawa acara, pengarah acara di televisi, jurnalis lapangan, editor, fotografer, hingga menjadi produser sebuah film maupun acara televisi. Seru banget, ‘kan?

Baca Juga: 9 Trik Memilih Jurusan Kuliah Agar Tidak Menyesal Nantinya

Yang jelas, kamu akan tergabung dalam keluarga besar pers dunia. Pekerjaanmu nantinya dijamin kebebasannya tuh. Itulah kenapa ada Hari Kebebasan Pers Internasional yang selalu diperingati tiap tahun pada tanggal 3 Mei.

Menurut informasi dari Rappler, hari kebebasan pers internasional diperingati untuk membela media-media dari sejumlah bahaya yang mengancam kemerdekaan pers, juga mengenang para jurnalis yang gugur dalam melakukan pekerjaannya.

Hari Kebebasan Pers Internasional sendiri diresmikan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada 1993 setelah rekomendasi dari konferensi umum pada 29 April hingga 3 Mei 1991 oleh perkumpulan media cetak Afrika di Kota Windhoek, Namibia, yang melahirkan Deklarasi Windhoek, untuk membahas krisis di daerah mereka selama 1980-an.

Konferensi ini memastikan negara-negara Afrika menjadi lebih demokratis dan mengutamakan hak asasi manusia. Salah satunya dengan tidak membatasi pergerakan media melalui intimidasi, pengungkungan, dan sensor.

jurnalis 2
Kerja sebagai jurnalis. (Sumber: Kinibisa.com)

Oh iya, sebagai calon jurnalis, sudah tahu belum gimana kebebasan pers di Indonesia? Kebebasan pers di negara kita sendiri baru lahir setelah Orde Baru, tepatnya pada tahun 1998, dengan munculnya pasal 28F UUD 1945, melalui amandemen kedua, yang berbunyi seperti berikut:

“Setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan mengungkapkan segala jenis saluran  yang tersedia.”

Walau begitu, kebebasan pers di Indonesia belum begitu maksimal. Reporter Without Borders yang merilis 2019 World Press Freedom Index mencatat, Indonesia berada di urutan 124 dari 180 negara dalam tingkat kebebasan persnya.

Nah, Squad. Sudah mantap untuk memilih Jurusan Jurnalistik sebagai jenjang kuliahmu? Jurnalis adalah sebuah profesi yang membutuhkan ketekunan, bukan hanya ketekunan saat bekerja nantinya, tapi juga untuk menggapai mimpi sebagai jurnalisnya. 

So, mari mulai belajar lebih giat dan tekun lagi untuk diterima masuk di jurusan dan perguruan tinggi yang kamu inginkan bersama ruangbelajar.

ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts