Kupas Tuntas Jurusan Kedokteran Gigi Sebelum Jadi Dokter Gigi

Shabrina Alfari Jan 22, 2020 • 4 min read


jurusan kedokteran gigi

Artikel ini mengupas tuntas jurusan kedokteran gigi untuk kamu yang mau menjadi dokter gigi

--

Tahukah kamu kesehatan gigi dan mulut bisa berkaitan dengan kesehatan tubuh lainnya? Gigi dan mulut yang bermasalah bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, lho. Untuk memastikan gigi dan mulut tetap sehat, kamu perlu melakukan gaya hidup sehat serta rutin memeriksakan diri ke dokter gigi.

Kedokteran Gigi

Apakah kamu bercita-cita ingin menjadi dokter gigi? Untuk menjadi seorang dokter gigi, sebelumnya kamu harus menempuh Pendidikan Dokter Gigi. Pada dasarnya, program studi Kedokteran Gigi mempelajari tentang kesehatan oral manusia, mulai dari daerah gigi dan mulut, hingga cara menangani dan mengobati berbagai permasalahan di area tersebut. Tak hanya tentang kesehatan gigi, kamu juga akan mempelajari estetika gigi dan mulut.

jurusan kedokteran gigiMahasiswa kedokteran gigi (Sumber: studentdebtrelief.us)

“Selama masa studi di FKG, para mahasiswa akan mempelajari ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk menunjang pemulihan fungsi sistem yang berada di rongga mulut. Hal ini dimulai dari melakukan anamnesa, melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, menentukan diagnosis, serta menyusun rencana perawatan,” jelas drg. Grestya, seorang dokter gigi lulusan FKG UI.

Walaupun lingkup pekerjaan seorang dokter gigi lebih banyak menyangkut gigi dan mulut, namun kamu juga akan mempelajari ilmu kedokteran dasar atau basic medical science. Sebab, banyak masalah gigi dan mulut yang juga kemudian berhubungan dengan penyakit pada organ tubuh lainnya.

Baca juga: Serunya Belajar di Jurusan Kedokteran Hewan untuk Kamu Pencinta Hewan

Jenjang Pendidikan

Ada dua tahap yang harus dilalui setiap mahasiswa untuk mendapatkan gelar sebagai seorang dokter gigi yang boleh berpraktik. Apa saja?

1. Sarjana

Tahap pertama, kamu harus melewati jenjang pendidikan sarjana hingga meraih gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.Kg). Banyak mahasiswa kedokteran gigi yang menyebut jenjang S1 sebagai masa preklinik, yang ditempuh selama kurang lebih 4 tahun. Seperti yang dikutip dari ui.ac.id, kurikulum yang dilaksanakan dalam perkuliahan sesuai dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sesuai yang telah ditetapkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

jurusan kedokteran gigiKuliah kedokteran gigi (Sumber: siblondelegandesc.ro)

“Beberapa mata kuliah yang dipelajari di FKG misalnya ilmu kedokteran gigi dasar, konservasi gigi, endodontik, periodonsia, ilmu kedokteran gigi anak, orthodonsia, prostodonsia, ilmu kesehatan gigi mulut pencegahan, bedah mulut, ilmu material gigi, ilmu biologi oral, radiologi kedokteran gigi,” sebut drg. Grestya.

2. Co-ass

Setelah lulus, kamu pun harus mengikuti program profesi kedokteran gigi yang dikenal pula sebagai kepaniteraan/koasistensi atau co-ass. Pada masa co-ass, kamu akan praktik di rumah sakit atau klinik gigi. “Dalam masa pendidikan co-ass ini mahasiswa diwajibkan untuk menyelesaikan sejumlah requirement merawat pasien dengan berbagai kasus yang disupervisi oleh dosen,” jelas drg. Grestya.

jurusan kedokteran gigiCo-ass (Sumber: dental.ufl.edu)

Setelah semua requirement selesai, kamu akan menempuh serangkaian ujian, baik itu ujian dari departemen terkait, fakultas, maupun ujian nasional. Apabila berhasil baru kamu akan resmi mendapatkan gelar dokter gigi umum (drg.). Perlu kamu ingat, hanya Fakultas Kedokteran Gigi dengan akreditasi A saja yang memiliki program profesi.

Jenjang profesi atau co-ass ini ditempuh selama 1,5-2 tahun. So, kira-kira butuh waktu 5 hingga 6 tahun untuk kamu bisa menjadi seorang dokter gigi. Perhitungan tersebut baru sebuah rata-rata, jadi bisa saja waktu yang dibutuhkan lebih daripada itu.

Perjuanganmu ngga berhenti di sini. “Setelah berpraktik, dokter gigi diwajibkan untuk selalu memperbaharui pengetahuannya dengan mengikuti seminar-seminar untuk memperpanjang izin praktik,” tambah drg. Grestya.

jurusan kedokteran gigi

Banyak kegiatan skill lab

Ini dia nih asyiknya kuliah di jurusan Kedokteran Gigi. Selain belajar teori, kamu juga akan banyak melakukan kegiatan praktik. Kamu akan dihujani dengan banyaknya skill dan praktikum yang beragam jenisnya. Wajar, soalnya dokter gigi erat sekali kaitannya dengan keterampilan tangan.

Skill’s lab-nya ini misalnya saat praktikum ilmu konservasi gigi mahasiswa akan belajar nambal gigi di gigi. Eh, bukan di manusia langsung ya. Kita akan nambal gigi di gigi yang ditanam di cetakan, lalu diposisikan seperti pasien yang duduk di dental unit. Jadi bener-bener real,” ungkap drg. Grestya.

jurusan kedokteran gigiContoh skill lab (Sumber: dentistry.vcu.edu)

Selain itu, kamu juga akan belajar bagaimana cara mencetak gigi, memasang kawat gigi, atau cabut gigi. “Wah ngga kebayang ‘kan gimana sih dokter gigi belajar cabut gigi. Emangnya ngga serem ya? Nah, di praktikum selama preklinik ini mahasiswa bakal diajarin mulai dari prosedur anestesinya (alias nyuntik), melonggarkan gigi, sampai mengeluarkan gigi dari gusi,” tambah drg. Grestya.

Gimana, semakin tertarik untuk menjadi mahasiswa Kedokteran Gigi? Yuk, siapkan dirimu untuk bisa berhasil meraih skor terbaik dan masuk ke kampus atau jurusan impian dengan bantuan video beranimasi dan latihan soal di ruangbelajar.

ruangbelajar

Beri Komentar