Bedah Jurusan Matematika: Cuma Sekadar Ngitung?

Kresnoadi Mar 2, 2020 • 5 min read


kuliah di jurusan matematika

Artikel ini mengulas tentang jurusan matematika, apa saja yang dipelajari, prospek kerja, dan kampus yang memiliki akreditasi A

--

Sujiwo Tejo, budayawan nyentrik itu, mengawali TedxBandung 2011 dengan sebuah kalimat yang meninju: Indonesia kurang maju karena matematikanya rendah. Salah satu problem besar orang Indonesia, kata dia, pada saat disodorkan kata “matematika”, langsung beranggapan bahwa itu sama dengan hitungan.

Satu tambah satu sama dengan dua, misalnya.

Padahal, matematika adalah tentang logika dan konsistensi logika kita. Matematika adalah soal kesepakatan. Kita sepakat satu tambah satu sama dengan dua kalau kita lagi ngomongin sistem bilangan persepuluhan. Kalau bilangan biner? Satu tambah satu sama dengan nol.

Kemampuan bermatematika adalah kemampuan menangkap pola dari yang kelihatannya tidak berpola.

Dia mendapatkan “pengetahuan” soal matematika ini ketika berkuliah di ITB. Meski tidak sampai lulus, Sujiwo Tejo mengaku matanya terbuka dan jadi punya pandangan yang berbeda terhadap dunia berkat matematika.

Jadi ada apa sama matematika di kampus? Kenapa dia menyadarkan kita dalam membentuk kerangka berpikir? Emang belajar apa, sih, di sana? Kampus mana lagi selain iTB yang jurusan matematikanya cihuy? Kenapa video klip BTS yang baru keren banget? (Tolong, fokus…)

Oke. Marihas. Mari kita bahas.

Sebagaimana perbedaan belajar di kuliah dan sekolah Indonesia, pengajaran di sekolah-sekolah biasanya lebih fokus ke “menyuguhkan berbagai informasi”. Definisi ini dan itu. Rumus anu dan ono. Di sisi lain, kampus mengajarkan kita soal “why”. Tentang mengapa sebuah hal bisa terjadi dan tentang “how”. Bagaimana ilmu-ilmu yang kita pelajari saling berhubungan satu sama lain.

Pola pikir ini, sih, yang kayaknya secara nggak langsung ngebentuk kita sebagai anak sekolahan auto panik kalau ngomongin matematika, fisika, dan berbagai pelajaran lain yang mereka-bilang-banyak-ngitung-itu. Kadang masalahnya nggak berhenti sampai di situ. Mereka yang terperangkap sama kerangka berpikir ini jadi menganggap orang yang demen matematika, atau mapel hitungan, sebagai murid yang aneh dan freak. Padahal, mah, biasa aja dong weeey.

Kita emang nggak bisa nyalahin kurikulum seratus persen. Situasi ruang kelas yang nggak fun juga bisa ngebuat orang-orang tumbuh dengan mindset kayak gini. Coba, deh, cek kolom komentar video TEDx-nya Sujiwo Tejo. Banyak yang menyayangkan kondisi kelas saat mereka sekolah dan baru sadar kalau matematika ternyata nggak sekaku itu. Kalau nggak salah, di ruangbaca juga ada, kok, tulisan tentang solusi untuk menghadapi ulangan matematika. Coba aja kamu baca.

Nah, buat kamu yang demen ngotak-ngatik dan memang tertarik di jurusan matematika, kita awali dari mata kuliah ya. Beberapa mata kuliah yang bakal kamu pelajari kalau kuliah di jurusan matematika adalah ini:

belajar apa di kurusan matematika

Materi yang akan kamu pelajari adalah campuran antara matematika murni dan aplikasi. Beberapa di antaranya juga merupakan matkul yang mengasah logika kayak Algoritma dan Pemrograman.

Semasa kuliah, kamu bakalan nemuin dari mana, sih, datangnya rumus-rumus yang didapatin sewaktu sekolah. Belajar teori, serta pembuktian dari teorema-teorema dalam matematika.

Berhubung matematika terkenal “keras”, nggak jarang anak matematika sering kumpul. Nggak, mereka kumpul bukan buat ngomongin indonesia, politik, dan kebijakan kayak anak Hubungan Internasional.

Anak matematika sering ngumpul buat belajar bareng. Saling bantu satu sama lain buat ngerjain tugas atau persiapan ujian. Secara gitu, mau gimana juga ini tetep matematika. Kalau lagi buntu, kita butuh orang lain untuk dapatin “insight” yang sebelumnya nggak kepikiran.

kampus yang ada jurusan matematikanya

Anak matematika tuh punya support system yang asik banget. Kamu nggak akan dipandang aneh kalo lagi demen belajar. Orang-orang di sekitar malah ikut semangat juga buat ngejar dan saling sharing.

Baca juga: Kupas Tuntas Jurusan Kedokteran Gigi

Kalau di UI, sebagai mahasiswa baru, kamu akan mendapat kakak asuh yang selisihnya dua tahun di atas kamu. Tujuannya, untuk mempererat hubungan sesama anak matematika dan sharing soal jurusan matematika. Gak tahu, deh, kalo ada penyusup-penyusup cilik yang memanfaatkan peluang untuk jadiin ini sebagai kakak-adekan. *batuk

Di sana, peminatannya terbagi menjadi 3. Matematika murni, riset operasi, dan komputasi. Di sisi lain, IPB punya 4 yaitu matematika murni, pemodelan, riset operasi, serta keuangan dan aktuaria. ITB lain lagi. Ada 5 bidang keahlian yang bisa kamu pilih. Mulai dari aljabar, kombinatorika, analisis dan geometri, statistik, serta matematika industri dan keuangan.

Meski keliatannya beda-beda, kita bisa membagi matematika jadi beberapa aja. Matematika murni (yang belajar aljabar, geometri, dan pembuktian teorema di matematika), pemrograman (belajar ngoding tapi dengan teorema matematika), riset operasi (belajar penggunaan model matematika yang optimal. Contoh kasarnya, kamu kerja di perusahaan mobil. Kamu pengin bikin mobil yang bisa nampung orang banyak/kuat, tapi juga tetap ngebut. Nah, desain mobilnya pake model matematika).

Udah kebayang, kan, bagaimana belajar di jurusan matematika. Sekarang kita bahas pertanyaan sepanjang masa:

ANAK MATEMATIKA KERJANYA APAAN? NGAJARIN SEMPOA?

Tenang wey, tenang. Jangan ngegas.

Pertama, tidak semua kampus punya ini, maka bersyukurlah bagi kamu yang minat ke jurusan matematika di ITB. Di sana, sewaktu semester 6, kamu akan mendapat mata kuliah Karir dalam Matematika.

Mata kuliah itu adalah semacam sharing session dengan para alumni dan pekerjaannya sekarang. Kamu jadi bisa ngebayangin mau kerja ke mana dan di bagian apa.

Karena matematika itu soal bepikir, ada banyak hal yang bisa dijamah kamu coba. Bagi mereka yang ngambil matematika murni, tentu besar peluangnya jadi dosen dan peneliti. Data analyst dan data scientist, salah satu profesi yang paling dicari di Indonesia ini juga bisa kamu coba. Biasanya, sih, mereka berasal dari peminatan riset operasi.

Kamu anak matematika yang senang ngoding? Masa depanmu menjadi programmer akan terbuka. Bahkan, salah satu penulis kami, Hani Ammariah, merupakan lulusan matematika murni dari IPB. Kamu bisa baca tulisan-tulisan Hani di sini.

Semoga tulisan ini ngebuka mata kamu soal jurusan matematika ya. Yang udah minat jadi makin yakin, dan yang ragu jadi bisa nentuin. Tentunya, kamu butuh persiapan yang matang supaya bisa diterima di jurusan matematika. Maka, jangan lupa pakai ruangbelajar untuk memperdalam materi pelajaranmu ya! Untuk kamu yang mau masuk lewat jalur SBMPTN 2020, jangan lupa juga untuk terus mempersiapkan diri dengan berlatih soal-soal TPS di paket SBMPTN ruangbelajar.

TPS UTBK 2020

Beri Komentar