Sejarah Kelas 8 | Kedatangan NICA di Indonesia

Rabia Edra Oct 10, 2017 • 3 min read


Kedatangan NICA di Indonesia

Artikel ini menjelaskan tentang kedatangan NICA di Indonesia.

--

Sebelumnya kamu sudah baca artikel tentang AFNEI? Pada artikel tersebut, diceritakan bagaimana awalnya Indonesia menerima kedatangan AFNEI. Namun ketika Indonesia menyadari AFNEI yang memboncengi NICA untuk datang ke Indonesia, terjadilah perselisihan. Memangnya ada apa ya dengan kedatangan NICA? Mending kita cari tahu sekarang yuk! 

Dulu ketika Jepang datang dan mulai menguasai Indonesia, orang-orang Belanda lantas melarikan diri ke Australia. Ternyata di sana mereka membentuk kekuatan baru, untuk menguasai Hindia Belanda kembali. Nah, termasuk menguasai Indonesia kembali. Mereka ini disebut dengan NICA (Netherland Indies Civil Administration).

NICA dibentuk tanggal 3 April 1944 di Australia. Awalnya hanya bertugas sebagai penghubung antara Pemerintah Kolonial Belanda di pengasingan dengan Komando Tertinggi Sekutu di wilayah Pasifik Barat Daya (SWPA/South West Pacific Area). Kemudian, awal 1944, H.J. Van Mook (Gubernur Jenderal Hindia Belanda) serta Jenderal Douglas MacArthur dari AS (Panglima Tertinggi SWPA), menyepakati bahwa Hindia Belanda yang berhasil direbut oleh pasukan sekutu, akan diserahkan kepada pemerintahan sipil NICA.

pasukan NICA.jpgPasukan NICA (Netherland Indies Civil Administration). (sumber: upload.wikimedia.org)

Perlu kalian tahu, NICA dipimpin oleh Van der Plass dan Van Mook berusaha mempersenjatai kembali KNIL (Koninklijk Nerderlands Indisch Leger), yaitu Tentara Kerajaan Belanda yang ditempatkan di Indonesia. Orang-orang NICA dan KNIL di Jakarta, Surabaya dan Bandung mengadakan provokasi sehingga memancing kerusuhan. Selain itu, gerombolan NICA pun sering melakukan teror terhadap pemimpin-pemimpin Indonesia. Karena itu, bangsa Indonesia mengetahui kedatangan Belanda yang membonceng AFNEI adalah untuk menegakkan kembali kekuasaannya di Indonesia.

Bangsa kita pun berjuang dengan cara diplomasi serta kekuatan senjata untuk melawan Belanda yang akan menjajah kembali. Konflik antara Indonesia dengan Belanda ini akhirnya melibatkan peran dunia internasional untuk menyelesaikannya. Saat itu pemerintah kita bersikeras menentang kehadiran staff NICA dan juga penggunaan nama Hindia Belanda dalam lembaga tersebut. Akhirnya Januari 1946, namanya diubah menjadi AMACAB (Allied Military Administration-Civil Affairs Branch). Setelah Inggris meninggalkan Indonesia dan pembubaran SEAC pada Juni 1946, namanya kembali diganti menjadi Tijdelijke Bestuursdienst (Temporary Administrative Service).

rangkuman nica.png

Ternyata setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, tidak lantas membuat Indonesia terlepas dari upaya-upaya penjajahan ya, Squad! Masih banyak upaya yang dilakukan oleh Belanda untuk kembali mencuri kedaulatan Indonesia. Nah, jika kalian ingin tahu lebih lagi, kamu bisa belajar dengan mentor yang selalu standby di ruangguru digitalbootcamp (rgdb).

Daftar RGDB Sekarang!

Beri Komentar