Ketahuilah Hal-hal Ini Sebelum Kamu Memilih Jurusan Kedokteran

Ruangguru

Apr 23, 2016 • 5 min read

Siap kuliah


Hayo, coba acungkan tangan! Siapa nih di antara kamu yang berminat masuk jurusan Kedokteran? Profesi seorang dokter sangat dibutuhkan oleh siapa pun di muka bumi ini. Rentang waktu untuk kuliahnya cukup memakan waktu. Makanya, belajarnya tidak bisa main-main. Kamu harus punya tekad dan komitmen untuk mendalami ilmu profesi mulia ini.

Kali ini, simak yuk  informasi yang perlu kamu ketahui seputar jurusan Kedokteran. Baca terus ya!

 

jurusan kedokteran -
(sumber: cricaze.com)

 1. Berdasarkan Peraturan Konsul Kedokteran Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 tentang Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia, hanya lulusan IPA yang bisa mengikuti tes pendidikan kedokteran.

2. Saat kuliah Kedokteran, ada yang namanya Sistem Blok, yaitu pre-klinik dan klinik. Nah, pre-klinik dilaksanakan sebelum melakukan koas. Kamu akan disuguhi berbagai macam modul. Misalnya, di tahun pertama ada mata kuliah pengantar, seperti Biologi, Fisika, dan Kimia. Ketiga pelajaran tersebut berbeda dari yang telah dipelajari ketika SMA, melainkan sudah fokus dengan semua hal tentang kedokteran. Contohnya, Fisika mempelajari radiologi dan Kimia mendalami biokimia.

Di tahun kedua dan ketiga, kamu akan mulai belajar modul organ. Dalam satu bulan akan dibahas satu organ secara detil from A to Z. Dimulai dari bagian terkecil hingga pengobatan untuk organ tersebut.

 

Jurusan Kedokteran Foto: healthcareplus.net.au 

Ketika masuk masa pre-klinik sampai klinik, calon dokter akan mencoba ‘berinteraksi’ dengan pasien. Tapi sebelum bertemu pasien di stase klinik, pasiennya masih berupa mannequin dulu ya, bukan manusia sungguhan. Jadi, satu semester akan full ‘bermain’ dengan mannequin.

Saat masa klinik, sudah mulai masuk dunia koas dan praktik di rumah sakit. Setelah melalui tahap ini, lama-kelamaan rasa empatimu terhadap pasien juga akan meningkat, lho. Hal ini adalah modal penting untuk menjadi calon dokter.

3. Pada prinsipnya, masa koas akan berjalan selama 1,5 tahun. Dibagi menjadi tiga stase, yaitu kecil (3 minggu), sedang (5 minggu), dan besar (10 minggu), tergantung dari kebijakan RS. Untuk praktik lapangannya sendiri bisa memakan watu hingga dua tahun. Bahkan di universitas swasta, bisa lebih lama, yaitu sekitar lima tahun, tergantung perputaran koas.

 

Jurusan Kedokteran Foto: medicalbag.com

 

4. Penempatan koas tergantung kerja sama antara universitas dan rumah sakit.

5. Setelah selesai koas, seluruh calon dokter wajib menjalani Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Ujian semacam UN untuk calon dokter ini diberlakukan sejak 2007 lalu. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dokter di Indonesia agar sesuai dengan standarisasi. Beberapa tahun belakangan ini, sudah terdapat dua ujian, yaitu teori dan praktik yang dikenal dengan Objective Structure Clinical Examination atau OSCE. Harus lulus UKD dulu ya, karena inilah kunci untuk masuk ke gerbang selanjutnya, seperti internship dan sumpah dokter.

6. Dalam satu tahun, ada 3-4 kali UKMPPD. Pengumuman kelulusannya sebulan setelah ujian dilangsungkan.

 Jurusan Kedokteran Foto: drchloe.com 

7. Setelah dinyatakan lulus uji kompetensi, calon dokter akan diwisuda. Saat wisuda, ada benda pusaka, yaitu ijazah profesi dokter dan surat bukti angkat sumpah. Dua hal ini menjadi syarat untuk membuat Surat Tanda Registrasi (STR). Setelah mendapatkannya, dilanjutkan membuat sertifikat ke Kolegium Dokter Primer Indonesia (KDPI).

8. Kemudian, calon dokter harus menjalankan internship terlebih dulu. Internship ini merupakan program dari Kementerian Kesehatan untuk seluruh dokter baru di Indonesia. Untuk Jakarta, durasi internship-nya adalah empat bulan di puskesmas kecamatan, empat bulan di puskesmas kelurahan, dan empat bulan terakhir di IGD rumah sakit. Sedangkan di luar Jakarta, delapan bulan di rumah sakit (empat bulan IGD dan empat bulan di bangsal), serta empat bulan di puskesmas.

9. Selain menjadi dokter, sarjana kedokteran bisa berprofesi menjadi klinisi dan juga scientist. Bisa bekerja di laboratorium untuk meneliti atau jadi dosen. Sebenarnya, lingkup pekerjaannya sangat luas.

 

Jurusan Kedokteran Foto: streetwise.co 

10. Sama dengan profesi lainnya, setelah mendapat gelar S.Ked, calon dokter harus membuat curriculum vitae, resume, dan surat lamaran, untuk kemudian melamar ke rumah sakit.

11. Jurusan Kedokteran dan Keperawatan sering terlihat sama saja. Padahal, sebenarnya ada perbedaannya. Pekerjaan dan tanggung jawabnya pun beda. Kalau dokter tugasnya mengurus pasien, sedangkan perawat membantu dokter. Perawat tidak diperkenankan untuk memberikan treatment ke pasien, hanya boleh menjalankan apa yang diinstruksikan oleh dokter.

 

Jurusan Kedokteran Foto: kevinmd.com 

Bagaimana? Semakin yakin kan untuk masuk ke jurusan Kedokteran? Supaya tambah percaya diri, persiapkan dirimu yuk di ruangguru digital bootcamp bersama teman-teman dari seluruh Indonesia!

*Artikel ini ditulis berdasarkan hasil bincang-bincang dengan dr. Tompi, dr. Falla Adinda, dan dr. Reinita Arlin pada program Ask Me Anything episode Kedokteran yang telah diselenggarakan oleh Ruangguru.com pada Kamis, 21 April 2016.

[embed]https://www.facebook.com/ruanggurucom/videos/vb.192206364209400/965368126893216/[/embed]

Beri Komentar

Recent Posts