Kisah Fatikhah, Sang Baby Sitter yang Sukses Taklukan SBMPTN 2018

Trie Wulan Permatasari Jul 26, 2018 • 4 min read


sbmptn 2018

Hai Squad! Apakah kamu pernah mempunyai keinginan tapi tidak bisa mewujudkannya karena sesuatu? Hal itu yang dialami oleh Fatikhah, seorang gadis kelahiran tahun 1995 asal Jawa Tengah. Selepas lulus SMP, Fatikhah tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi karena terhalang biaya. Ayah Fatikhah adalah seorang buruh tani dan Ibu Fatikhah seorang ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang pas-pasan, orang tua Fatikhah tidak mampu membiayai sekolah putri sulungnya itu. Saat itu Fatikhah sadar bahwa dia tidak mungkin memaksakan kehendaknya untuk melanjutkan sekolah. Di usianya yang masih 16 tahun, Fatikhah akhirnya memutuskan untuk merantau ke Jakarta.

Di Jakarta, Fatikhah berusaha mencari pekerjaan yang dapat membantunya untuk melanjutkan sekolah. Mulai dari pengasuh lansia hingga menjadi baby sitter. Di tengah kesibukannya mengasuh anak sebagai baby sitter, Fatikhah akhirnya menemukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), di mana dia dapat melanjutkan sekolah untuk mendapatkan ijazah kesetaraan SMA melalui program kejar Paket C. Setiap Sabtu dan Minggu, Fatikhah datang ke PKBM YPAB untuk mengikuti kelas, selebihnya dia harus belajar secara mandiri.

Sebagai seorang baby sitter, belajar secara mandiri dirasa cukup berat karena Fatikhah harus membawa buku dan alat tulis sambil menunggu anak yang dia asuh selesai sekolah. Beruntung PKBM PAB tempat Fatikhah belajar mendapatkan bantuan dari Ruangguru, berupa program pembelajaran online Ruangguru digitalbootcamp Paket C. Melalui program ini, Ruangguru memberikan dukungan akses materi pembelajaran secara online untuk siswa Paket C yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, sehingga memudahkan siswa yang memiliki pekerjaan penuh waktu untuk belajar di sela-sela kesibukannya. Program ini diberikan kepada 500 siswa di 22 PKBM di Jabodetabek dan Bandung, dan terselenggara berkat dukungan pemerintah Australia, Atlassian Foundation dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dengan digitalbootcamp Paket C, setiap malam Fatikhah bisa belajar bersama tutor, fasilitator dan teman-teman yang tergabung dalam group chat di Whatsapp. Fatikhah merupakan salah satu siswa yang paling rajin menghadiri diskusi online. Menurutnya, tutor RGDB ramah dan menyenangkan sehingga dia tidak takut untuk bertanya perihal materi yang tidak dia pahami. Fatikhah juga mendapatkan modul belajar yang dapat diakses melalui handphone. “Belajar jadi lebih mudah”, ungkapnya.

sbmptn 2018

Selain group chat dengan tutor standby, Fatikhah juga mendapatkan akses gratis ruangbelajar. Di ruangbelajar, Fatikhah berkesempatan menonton video belajar, mengerjakan soal-soal latihan, serta membaca rangkuman materi yang dikemas dalam bentuk infografis dan dapat disimpan di handphone. Fatikhah mengaku sangat menyukai video yang ada di ruangbelajar. Selain singkat dan jelas, animasi yang ada di video juga sangat menarik sehingga Fatikhah tidak merasa bosan menghabiskan waktu berjam-jam menonton video belajar sambil menunggu anak asuhnya pulang sekolah.

Dalam sebuah kesempatan, tim Ruangguru juga berkunjung ke PKBM PAB untuk memberikan sesi motivasi kepada siswa peserta digitalbootcamp, termasuk Fatikhah. Fatikhah mengaku bahwa dia semakin bersemangat mempersiapkan diri menghadapi ujian. Saat itu Fatikhah juga menyampaikan keinginannya untuk menjadi seorang guru. Selama ini Fatikhah merahasikan hal ini dari orang tuanya. Orang tua Fatikhah beranggapan bahwa perempuan tidak seharusnya sekolah tinggi-tinggi, karena toh akhirnya juga akan berakhir di dapur.

Fatikhah ingin sekali mematahkan anggapan orang tuanya itu dan bertekad untuk menjadi orang pertama di keluarganya yang meraih pendidikan tinggi. Memang, keluarga Fatikhah tidak ada yang berpendidikan tinggi, paling tinggi hanya tingkat SMP. Fatikhah yakin dengan pendidikan dia dapat merubah perekonomian keluarganya. Selain memberikan motivasi tambahan, tim Ruangguru juga membagikan paket Ruangguru On-The-Go! (OTG) kepada Fatikhah dan teman-temannya. Dengan paket OTG ini, Fatikhah dapat menonton video belajar semakin mudah, tanpa takut kehabisan kuota. “Mudah dan menyenangkan, hanya butuh handphone dan charger”, sebut putri sulung dari tiga bersaudara ini.

Setelah 4 bulan lebih belajar bersama Ruangguru, akhirnya saat yang ditunggu pun tiba. Ujian Paket C serta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pun Fatikhah jalani untuk mewujudkan cita-citanya sebagai guru. Berkat kerja keras dan konsistensi Fatikhah untuk terus belajar dan berlatih soal-soal dari Ruangguru, Fatikhah akhirnya berhasil lulus baik dalam ujian paket C maupun ujian SBMPTN yang terkenal sangat kompetitif. Ia berhasil menyisihkan lebih dari 60.000 orang lainnya yang sama-sama bersaing untuk mendapatkan kursi sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta.

Siapa sangka, dari mulanya hanya seorang anak buruh tani yang merantau menjadi baby sitter, impian Fatikhah untuk merasakan bangku kuliah akhirnya terwujud. Dia berhasil masuk Universitas Negeri Jakarta jurusan Pendidikan Khusus meski usianya sudah menginjak 23 tahun. Jadi, Squad, tak ada kata terlambat dan tak ada kata menyerah dalam meraih mimpi. Terus semangat ya belajarnya!

ruangguru on the go

Beri Komentar