Memahami Konsep Seleksi Alam dari Ngengat Biston betularia

Kresnoadi

Feb 5, 2018 • 4 min read

Konsep Pelajaran kelas xii SMA Biologi XII


Biologi_12.jpg

Bayangkan kamu sedang didekati oleh dua orang yang berbeda. Orang pertama rambutnya acak-acakan, aromanya kayak jempol kaki, dan temperamental. Sementara orang kedua juara kelas, suka pakai jaket jeans ke mana-mana dan kalo ketemu bilang, ‘Rindu itu berat. Kamu juga berat. Ciyeee lagi kangen nih yee?’ Walaupun orang kedua rada garing, kalau kamu manusia normal, kamu akan lebih tertarik kepada dia dibandingkan orang pertama.

Apa yang kamu lakukan itu, namanya menyeleksi.

Orang pertama kamu seleksi. Kamu buang. Whatsapp-nya kamu read tapi gak dibales. Sehingga tersisa orang kedua yang bertahan di hati kamu. Orang yang selalu kamu ajak nonton ruangbelajar bareng biar sama-sama jadi juara kelas (Ya, promosi produk sendiri nggakpapa lah, ya.)

memilih seleksi alam.gif

Gaya waktu milih orang yang disuka

sumber: www.giphy.com

Di dunia ini, alam juga bisa melakukan seleksi terhadap organisme yang ada di dalamnya.

Namanya seleksi alam.

Secara etimologis, pengertian seleksi alam adalah kemampuan alam untuk menyaring organisme yang hidup di dalamnya, sehingga hanya organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang dapat bertahan.

Betul, seleksi alam dapat menyebabkan kematian suatu organisme.

Atau bahkan kepunahan.

Kamu pasti tahu cerita bagimana di 65 juta tahun yang lalu, bumi ini penuh dengan dinosaurus. Menurut para ahli, punahnya dinosaurus ini terjadi karena jatuhnya meteorit raksasa ke bumi. Akibatnya, muncul awan debu tebal yang menyelimuti bumi sehingga cahaya matahari sulit masuk. Nah, tidak adanya cahaya matahari tentu akan membuat tumbuhan tidak bisa berfotosintesis, dan, lama-kelamaan akan mati. Alhasil, dinosaurus pemakan tumbuhan akan mati. Efek dominonya, dinosaurus pemakan daging pun akan mati juga.

dinosaurus seleksi alam.gif

Perpisahan dinosaurus menjelang punah

sumber: www.giphy.com

Oke, mungkin contoh barusan terlalu “jauh” dan sulit untuk dibayangkan. Kita ubah ke contoh berikut yang selalu dipakai guru saat menjelaskan teori seleksi alam ini.

Baca juga: Pengertian dan Sifat-Sifat Enzim

Bayangkan kita mundur ke tahun 1750-an, saat di mana Inggris mulai melakukan revolusi Industri. Saat itu, ada organisme yang bernama Biston betularia. Atau bahasa gampangnya, ngengat.

biston betularia.jpgBiston betularia

sumber: pikaia.eu

Sebelum terjadi revolusi industri, orang lebih banyak menemukan ngengat yang berwarna putih dibandingkan ngengat hitam. Hobinya menempel di pohon-pohon, yang, pada saat itu warna batangnya juga cerah. Kenapa bisa lebih banyak yang warna putih? Karena dia dengan mudah berkamuflase di batang pohon itu, dong. Sehingga predator sulit menemukan.

Kemudian terjadi revolusi industri besar-besaran.

revolusi industri.gif

Revolusi

sumber: www.giphy.com

Tenaga kerja diganti menjadi mesin. Banyak pabrik dibangun. Industri-industri mulai lahir. Akibatnya, asap di Inggris menjadi lebih tebal dari biasanya. Pada akhirnya, revolusi inggris membuat batang pohon menjadi lebih gelap dari sebelumnya.

Lalu, apa dampaknya terhadap ngengat?

Karena batang menjadi gelap, ngengat yang putih menjadi lebih “terlihat” dibandingkan yang hitam. Alhasil, sekarang predator lebih mudah menemukan ngengat yang putih.

Akhirnya, populasi ngengat putih pun berkurang dan justru ngengat hitam menjadi lebih banyak dari sebelumnya.

Dari kedua contoh di atas, terlihat bahwa alam mampu menyeleksi organisme-organisme yang ada di dalamnya. Alam, dapat secara langsung, dengan meteorit, “menyeleksi” dinosarusus hingga terjadi kepunahan. Alam, bisa secara tidak langsung, membuat predator memangsa ngengat putih yang pada akhirnya, populasinya berkurang dan “terseleksi” dari alam.

Kalau kamu perhatikan, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seleksi alam. Selain “cahaya matahari” pada dinosaurus dan “predatorisme” pada ngengat Biston betaluria, terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan seleksi alam, lho.

Beberapa di antaranya yaitu:

  • Perubahan Suhu (kematian hewan yang biasa hidup di suhu tertentu)
  • Keterbatasan Makanan (kematian akibat makanan yang langka)
  • Keterbatasan Tempat Tinggal (hutan menyempit)

Sekarang sudah paham, kan, seperti apa itu konsep seleksi alam? Kalau kamu punya contoh lain dan apa penyebabnya, silakan tulis di kolom komentar di bawah, ya!

Kalau kamu ingin memelajari materi seperti ini dalam bentuk video pembelajaran beranimasi, lengkap dengan latihan soal dan rangkuman, yuk segera gunakan ruangbelajar!

ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts