Laksamana Malahayati, Srikandi dari Tanah Rencong

Tedy Rizkha Heryansyah

Nov 10, 2019 • 4 min read

Wow Ternyata


laksamana malahayati - header

Artikel berikut ini akan mengisahkan beberapa fakta tentang Laksamana Malahayati. Beliau pahlawan nasional dari Tanah Rencong, Aceh. Seperti apa fakta-fakta tentang beliau? Simak ulasannya di artikel berikut ini.

---

Kita sama-sama tahu bahwa R.A. Kartini yang mempelopori emansipasi wanita. Perjuangan Kartini untuk menyetarakan perempuan dengan laki-laki dalam segala bidang, saat ini memang sudah bisa sama-sama kita rasakan.

Tapi….

Ada tapi-nya nih teman-teman, sebelum R.A. Kartini pun ada seorang perempuan yang dengan tekad dan kegigihannya mengambil alih peran laki-laki kala itu. Bukan mengenyam pendidikan atau perihal pekerjaan. Lebih dari itu.

Perang.

laksamana malahayati - gifAyo berangkat perang

(sumber: giphy.com)

Bahkan jadi panglima perang. Iya. Ini bukan sebuah kisah dunia pewayangan yang mengangkat cerita tentang Srikandi, istri dari Arjuna yang juga menjadi panglima perang saat perang Bharatayudha pecah.

Peran yang sama dilakukan seorang perempuan dari Tanah Rencong bernama Keumala Hayati, kita lebih mengenalnya dengan nama Laksanama Malahayati. Ada beberapa fakta yang menarik nih. Baca sampai habis kuy.

 

1. Putri Istana Berjiwa Satria

Putri istana itu pasti identik dengan kemewahan dan glamornya kehidupan. Bukan begitu bukan? Beda dengan Malahayati. Beliau seorang perempuan dengan jiwa keprajuritan yang tinggi. Ayahnya, Laksamana Mahmud Syah merupakan keturunan dari pendiri Kesultanan Aceh Darussalam, Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah.

Dilansir dari laman Tirto.id menerangkan bahwa sejak kecil Malahayati memang tidak suka dandan aca ucu kayak perempuan zaman sekarang yang panik banget kalo alisnya kurang tebel.

laksamana malahayati - memeBeliau sangat senang berlatih keterampilan perang dan berkuda.

Cita-citanya juga ngga umum kayak perempuan kebanyakan. Kalau perempuan umumnya bercita-cita jadi wanita karir atau hanya sekadar punya 100.000 followers di Instagram, nah Malahayati ini punya cita-cita jadi panglima perang.

Kamu?

 

2. Komandan Pasukan Perang Para Janda

Silakan tersenyum atau bahkan tertawa. Mungkin terdengar sedikit lucu bagi beberapa orang mendengar pasukan perang yang terdiri dari para janda-janda. Tapi, di bawah pimpinan Malahayati, Portugis dan Belanda kala itu sempat kalang kabut.

laksamana malahayati - inong balee“Kenapa pasukannya para janda kak?”

Ya karena kalo pasukannya para pelajar lebih cocok buat belajar bareng di grup chat yang dipandu sama kakak tutor berpengalaman dong. Ngga percaya? Makanya gabung di ruangguru digitalbootcamp sekarang. Makanya, Malahayati lebih memilih melatih para janda untuk jadi pasukannya.

Baca Juga: 5 Fakta Tjilik Riwut, Tokoh yang Membangun Kalimantan Tengah

Jadi gini, Malayahati ini kan ditinggal oleh suaminya yang gugur melawan penjajah. Beliau melihat adanya kesamaan perasaan terhadap perempuan-perempuan lain yang memiliki nasib yang sama dengannya. Oleh karena itu, Malahayati membentuk pasukan perang para janda yang telah ditinggal gugur oleh suaminya. Pasukan itu diberi nama Inong Balee

laksamana malahayati - tahukah kamu

3. Duel Satu Lawan Satu dengan Cornelis de Houtman

Houtman ini bukan pengacara yang dapet julukan “Sugar Daddy” itu lho ya

Coba baca buku sejarah lagi deh jangan kebanyakan nonton akun gosip di Instagram.

de Houtman itu kapten kapal Belanda yang datang ke Aceh Darussalam di tahun 1599. Awalnya de Houtman dan pasukan hubungannya tuh baik dengan pihak kesultanan. Tapi, semua berubah. Setelah Malahayati mendapat perintah dari Sultan Alauddin, ia segera mengepung kapal de Houtman yang masih bersandar di bahumu, eh di Pelabuhan Selat Malaka deng.

laksamana malahayati - cornelis de houtmanPasukan Malahayati yang terdiri dari para janda yang berani mati itu membuat kewalahan de Houtman. Hingga Malahayati berhasil merangsek masuk ke kapal de Houtman dan berhadapan satu lawan satu.

Akhirnya Malahayati menang. Sejak saat itulah disematkan gelar Laksamana kepada Malahayati atas jasanya. Butuh waktu ratusan tahun bagi Malahayati untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Tahun 2017, tepatnya ditanggal 6 November, gelar Pahlawan Nasional diberikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

 

Kita harus bangga bahwa ngga cuma Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, atau bahkan R.A Kartini yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Jauh sebelum itu, Malahayati sudah memberikan gebrakan luar biasa bagi kaum perempuan agar bisa berjuang bagi bangsa dan negara.

 

 

Beri Komentar

Recent Posts