Latihan Soal TPS UTBK 2020 Penalaran Umum

latihan soal tps utbk penalaran umum

Artikel ini memberikan latihan soal TPS UTBK 2020 untuk kategori Penalaran Umum

--

Sudah tahu 'kan bahwa di tahun ini, kamu hanya akan menghadapi soal-soal TPS di UTBK 2020. Jangan sampai persiapan kamu menjadi lebih menurun ya akibat keputusan ini. Ayo, terus persiapkan diri menghadapi UTBK 2020 dengan berlatih soal-soal TPS Penalaran Umum berikut ini. 

Baca juga: Prediksi Soal Penalaran Umum UTBK SBMPTN 2020

latihan soal tps utbk penalaran umum

Bacalah teks di bawah ini untuk menjawab soal nomor 1-7!

Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) telah hadir di Ibu Kota sejak 2015 melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 169 Tahun 2015 tentang Penanganan Prasarana dan Sarana Tingkat Kelurahan. Mereka identik dengan sebutan pasukan oranye berkat seragam yang dikenakan selama berdinas. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 2331 Tahun 2016, jumlah pasukan ini cukup banyak, yaitu mencapai 20.190 orang dan tersebar di 267 kelurahan di Jakarta. Selain pasukan oranye, ada juga pasukan biru, hijau, dan ungu yang dibentuk berlandaskan Pergub DKI Jakarta No 212/2016. Setiap pasukan ini berada di bawah koordinasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berbeda. Pasukan oranye berada di bawah kelurahan. Adapun pasukan lain yang juga disebut pekerja harian lepas (PHL) berturut-turut berada di bawah Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Sosial. Kehadiran pasukan-pasukan ini antara lain bertujuan membantu sejumlah persoalan yang muncul di sekitar lingkungan tempat tinggal warga. Contoh persoalan itu antara lain jalan rusak, saluran tersumbat, pohon tumbang, timbunan sampah liar, penerangan jalan, dan gelandangan.

Saluran air dan timbunan sampah menjadi fokus sorotan warga karena kerap kali menjadi biang kerok banjir. Banjir besar pada awal 2020 memaksa 31.232 warga Jakarta mengungsi karena rumah mereka terendam. Warga sebenarnya juga memahami bahwa persoalan saluran air dan sampah tak lepas dari peran aktif mereka. Persoalan kebersihan dan timbunan sampah, menurut hampir tiga perempat warga, juga menjadi bagian dari tanggung jawab mereka. Sama halnya dengan saluran air yang dinilai serupa oleh sekitar separuh responden. Namun, pendapat warga dapat juga dipahami sebagai kecondongan apatisme warga terhadap kehadiran bantuan petugas PPSU dan PHL.

Kondisi itu dapat disebabkan oleh ketidakkonsistenan mereka hadir di tengah warga. Hanya 41,7 persen responden yang menemukan pasukan ini sedang bertugas di lingkungan tempat tinggal mereka setiap hari. Ada responden lainnya yang baru menemukannya beberapa hari dalam seminggu (16,4 persen), seminggu sekali (11,8 persen), sebulan sekali (12,2 persen), dan sisanya ada yang lebih dari satu bulan. Berikut ditampilkan hasil kinerja PPSU menurut masyarakat berdasarkan hasil survei bulan Desember 2019-Februari 2020.

latihan soal tps utbk penalaran umum

 

Subtopik: Kesesuaian Pernyataan

1. Berdasarkan paragraf 1, manakah di bawah ini pernyataan yang benar?

  1. Petugas PPSU bertujuan untuk membantu Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Sosial.
  2. Pasukan oranye, biru, hijau, dan ungu berada di bawah koordinasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang sama.
  3. Hanya pasukan oranye yang termasuk dalam petugas penanganan prasarana dan sarana tingkat kelurahan.
  4. Pasukan oranye turut serta menjadi pekerja harian lepas (PHL) yang berada di bawah Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Sosial.
  5. Jalan rusak, saluran mampat, pohon tumbang, timbunan sampah liar, penerangan jalan, dan gelandangan wajib ditangani oleh petugas PPSU setempat.

Jawaban: C

Pembahasan:

Pernyataan yang benar terdapat pada pilihan jawaban C karena sesuai dengan isi dalam teks. Pada paragraf pertama dijelaskan bahwa Pasukan oranye berada di bawah kelurahan dan dijelaskan bahwa Adapun pasukan lain yang juga disebut pekerja harian lepas (PHL) berturut-turut berada di bawah Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Sosial. Dengan demikian, hanya pasukan oranye yang termasuk dalam petugas penanganan prasarana dan sarana tingkat kelurahan. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Kesesuaian Pernyataan

2. Berdasarkan paragraf 1, jika terdapat timbunan sampah liar di sekitar tempat tinggal warga, manakah di bawah ini simpulan yang BENAR?
  1. Persoalan timbunan sampah liar di tempat tinggal warga akan diselesaikan oleh para pasukan oranye.
  2. Pemerintah akan memerintahkan pekerja harian lepas untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
  3. Para warga akan mengerahkan pasukan oranye, biru, hijau, dan ungu untuk membersihkan timbunan sampah liar tersebut.
  4. Sampah liar di sekitar tempat tinggal warga menjadi tanggung jawab masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut.
  5. Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Sosial turut serta untuk membantu permasalahan timbunan sampah liar.

Jawaban: A

Pembahasan:

Inti permasalahan dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat terakhir, yaitu Kehadiran pasukan-pasukan ini antara lain bertujuan membantu sejumlah persoalan yang muncul di sekitar lingkungan tempat tinggal warga. Contoh persoalan itu antara lain jalan rusak, saluran tersumbat, pohon tumbang, timbunan sampah liar, penerangan jalan, dan gelandangan. Dikarenakan permasalah tersebut terjadi di sekitar tempat tinggal, maka yang menangani hal tersebut adalah pasukan oranye. Hal tersebut dijelaskan dalam kalimat Pasukan oranye berada di bawah kelurahan. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Simpulan Logis

3. Berdasarkan paragraf 2, apabila warga tidak memahami bahwa persoalan saluran air dan sampah tidak lepas dari peran aktif mereka, manakah di bawah ini simpulan yang paling mungkin BENAR?
  1. Warga harus sadar dan bertanggung jawab atas kebersihan saluran air dan sampah.
  2. Warga akan berterima dengan dampak yang akan diterimanya.
  3. Pemerintah akan mengambil alih permasalahan tentang saluran air dan sampah di lingkungan sekitar warga.
  4. Terjadi permasalahan saluran air dan timbunan sampah sehingga menyebabkan banjir.
  5. Warga akan merasa tanggung jawab saat terjadi banjir, dengan cara membersihkan lingkungan sekitar akibat banjir.

Jawaban: D

Pembahasan:

Permasalahan utama dari saluran air dan sampah dinyatakan pada kalimat pertama, yaitu Saluran air dan timbunan sampah menjadi fokus sorotan warga karena kerap kali menjadi biang kerok banjir. Dengan demikian, apabila warga tidak memahami bahwa persoalan saluran air dan sampah tidak lepas dari peran aktif mereka, kemungkinan terjadi permasalahan saluran air dan timbunan sampah sehingga menyebabkan banjir. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Kesesuaian Pernyataan

4. Berdasarkan paragraf 1, manakah pernyataan di bawah ini yang PALING MUNGKIN benar mengenai Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) ?
  1. Sengaja dibuat oleh pemerintah agar masalah kebersihan di daerah Jakarta terselesaikan setiap harinya.
  2. Pemerintah ingin PPSU mengatur tentang penanganan prasarana dan sarana di tingkat kelurahan.
  3. Turut serta membantu pihak lain, seperti Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Sosial.
  4. Membentuk pasukan dengan warna yang berbeda-beda agar mudah dihafal oleh masyarakat sekitar.
  5. Permasalahan jalan rusak, saluran tersumbat, pohon tumbang, timbunan sampah liar, penerangan jalan, dan gelandangan dapat ditangani PPSU.

Jawaban: E

Pembahasan:

Pernyataan yang paling mungkin benar mengenai PPSU terdapat pada pilihan jawaban E karena pernyataan tersebut ada di kalimat terakhir. Di awal paragraf menjelaskan PPSU dan diakhir kalimat memberitahukan permasalahan yang dapat ditangani sehingga saling berkesinambungan. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Kesesuaian Pernyataan

5. Berdasarkan diagram kinerja petugas PPSU, persentase tanggapan untuk kinerja petugas PPSU yang memiliki perbedaan antara 0,8 persen adalah ….
  1. Biasa saja dan sangat cepat, tetapi kerja asal-asalan
  2. Sangat cepat, pekerjaan memuaskan, dan biasa saja
  3. Sangat lambat, hasil pekerjaan tidak memuaskan, dan keberadaan petugas tidak menentu
  4. Sangat cepat, tetapi kerja asal-asalan, dan biasa saja
  5. Keberadaan petugas tidak menentu, tetapi kerja asal-asalan

Jawaban: C

Pembahasan:

Dua persentase kinerja petugas PPSU yang memiliki rentang persentase 0,8 persen adalah “Sangat lambat dan pekerjaan tidak memuaskan” dan “Keberadaan petugas tidak menentu”. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Kesesuaian Pernyataan

6. Berdasarkan diagram puas atau tidak puas dengan kinerja PPSU di atas, apa yang PALING MUNGKIN terjadi jika persentase paling tinggi adalah tidak tahu/tidak jawab?
  1. Banyak PPSU yang tidak bekerja sehingga banyak masyarakat yang tidak melihat atau mengetahui kinerja dari PPSU.
  2. Sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa PPSU itu sebenarnya tidak ada di lingkungan sekitar.
  3. Masyarakat tidak peduli dengan kinerja PPSU sehingga tidak menganggap kehadiran PPSU di lingkungan masyarakat.
  4. Kinerja PPSU dianggap sangat berpengaruh terhadap pelestarian lingkungan sehingga banyak masyarakat yang tidak menyadarinya.
  5. Pemerintah tidak memberitahukan kepada masyarakat bahwa sekarang ini sudah ada pekerja PPSU.

Jawaban: A

Pembahasan:

Hal yang paling mungkin terjadi jika banyak orang yang tidak tahu/tidak jawab mengenai kinerja PPSU di lingkungan tempat tinggal adalah banyak PPSU yang tidak bekerja sehingga banyak masyarakat yang tidak melihat atau mengetahui kinerja dari PPSU.  Persentase tertinggi berarti banyak orang yang menyatakan hal tersebut. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Kesesuaian Pernyataan

7. Berdasarkan diagram kinerja petugas PPSU, persentase manakah yang berada pada posisi kedua terendah dalam diagram tersebut?
  1. Sangat lambat dan hasil pekerjaan tidak memuaskan
  2. Keberadaan petugas tidak menentu
  3. Sangat cepat, tetapi kerja asal-asalan
  4. Tidak tahu/tidak jawab
  5. Biasa saja

Jawaban: B

Pembahasan:

Urutan persentase pada diagram kinerja petugas PPSU, yaitu sebagai berikut

  • Sangat cepat dan pekerjaan memuaskan: 40,0%
  • Biasa saja: 29,1%
  • Tidak tahu/tidak jawab: 11,9%
  • Sangat lambat dan hasil pekerjaan tidak memuaskan: 8,7%
  • Keberadaan petugas tidak menentu: 7,6%
  • Sangat cepat, tetapi kerja asal-asalan: 3,0%

Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Bacalah teks di bawah ini untuk menjawab soal nomor 8-14!

SMK merupakan pendidikan menengah vokasi yang dianggap sebagai pencipta sumber daya manusia terampil dan bermutu, masih harus menghadapi rentetan panjang persoalan. Idealnya, sekolah menengah kejuruan (SMK) didesain untuk menciptakan lulusan yang siap masuk dunia kerja dengan kemampuan teknis yang mereka miliki. Sementara, SMK justru tercatat sebagai salah satu penyumbang pengangguran tertinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, tingkat pengangguran terbuka (TPT) selama lima tahun terakhir mengalami penurunan 0,90 persen. Namun, jika dilihat dari pendidikan yang ditamatkan, tenaga kerja yang tidak terserap pasar kerja paling tinggi justru dari lulusan SMK. Pada Agustus 2019, TPT lulusan SMK sebesar 10,42 persen turun 0,82 persen dari tahun sebelumnya (11,24 persen). Persentase itu cukup berjarak dengan TPT SMA (7,92 persen). Sementara secara kuantitas, jumlah lulusan siswa SMK tahun ajaran 2018/2019 sekitar 1,4 juta, berada di bawah lulusan SMA yang sekitar 1,5 juta.

Pengangguran lulusan SMK ini menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan, mengingat saat ini ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor industri dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional hampir 20 persen. Semestinya, lulusan SMK banyak diserap di sektor industri manufaktur ini. Sementara itu, pemerintah kini kian gencar menambah jumlah SMK untuk menjawab kebutuhan era industri keempat. Beberapa strategi digunakan pemerintah untuk memenuhi tantangan itu. Pemerintah membekukan penambahan SMA, membuka SMK baru, dan bahkan mengonversi SMA menjadi SMK. Strategi tersebut membuahkan hasil jumlah SMK dan siswa SMK semakin meningkat.

 

Subtopik: Kesesuaian Pernyataan

8. Berdasarkan paragraf 1, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?
  1. Lulusan SMK dapat mengembangkan kemampuan teknisnya saat sudah berada di dunia kerja.
  2. Lulusan SMK lebih banyak menjadi pengangguran dibandingkan dengan lulusan pendidikan lainnya.
  3. SMK telah banyak menciptakan sumber daya manusia yang terampil untuk dunia kerja sehingga memudahkan para pencari kerja.
  4. Banyaknya pengangguran diakibatkan oleh lulusan SMK yang tidak terampil dan bermutu dalam dunia kerja.
  5. Sumber daya manusia yang tampil dan bermutu untuk dunia kerja dihasilkan oleh lulusan pendidikan SMK.

Jawaban: B

Pembahasan:

Pernyataan yang benar dan sesuai dengan isi paragraf 1 terdapat pada pilihan jawaban B. Terdapat pernyataan yang mendukung pernyataan pada pilihan jawaban B adalah Sementara, SMK justru tercatat sebagai salah satu penyumbang pengangguran tertinggi.  Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Simpulan Logis

9. Berdasarkan paragraf 1, jika lulusan SMK tercatat sebagai penyumbang tenaga kerja terbaik di Indonesia, manakah di bawah ini simpulan yang BENAR?
  1. Lulusan SMK sudah terbukti merupakan manusia yang terampil dan bermutu.
  2. Banyak lulusan SMK yang tidak menganggur dan mendapat pekerjaan.
  3. Banyak orang yang lebih memilih jenjang pendidikan SMK dibandingkan yang lain.
  4. SMK menjadi pendidikan yang diinginkan semua orang.
  5. Kemampuan teknis yang dimiliki oleh lulusan SMK dibanggakan semua orang.

Jawaban: A

Pembahasan:

Dalam paragraf 1 terdapat pernyataan bahwa SMK justru tercatat sebagai salah satu penyumbang pengangguran tertinggi, padahal SMK merupakan pendidikan menengah vokasi yang dianggap sebagai pencipta sumber daya manusia terampil dan bermutu. Dengan demikian, jika lulusan SMK tercatat sebagai penyumbang tenaga kerja terbaik di Indonesia, lulusan SMK sudah terbukti merupakan manusia yang terampil dan bermutu. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Simpulan Logis

10. Berdasarkan paragraf 1, apabila lulusan SMK tidak siap untuk masuk dunia kerja dengan kemampuan teknis yang mereka miliki, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?
  1. Lulusan SMK tersebut tidak terampil dan bermutu.
  2. Pihak sekolah gagal dalam mendidik siswa sehingga tidak sesuai dengan tujuannya.
  3. Kemampuan teknis yang dimiliki siswa tersebut tidak diterima dalam dunia kerja.
  4. Lulusan SMK tersebut termasuk dalam penyumbang pengangguran di Indonesia.
  5. Orang tersebut menjadi permasalahan yang dimiliki oleh lulusan SMK pada sekarang ini.

Jawaban: D

Pembahasan:

Terdapat dua kalimat sebab akibat dalam paragraf 1, yaitu Idealnya, sekolah menengah kejuruan (SMK) didesain untuk menciptakan lulusan yang siap masuk dunia kerja dengan kemampuan teknis yang mereka miliki. Sementara, SMK justru tercatat sebagai salah satu penyumbang pengangguran tertinggi. Dengan demikian, apabila lulusan SMK tidak siap untuk masuk dunia kerja dengan kemampuan teknis yang mereka miliki, maka lulusan SMK tersebut termasuk dalam penyumbang pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

11. Berdasarkan paragraf 2, pada tahun berapa tingkat pengangguran mengalami penurunan 0,90 persen?
  1. 2014
  2. 2015
  3. 2019
  4. 2014-2018
  5. 2015-2019

Jawaban: E

Pembahasan:

Terdapat pernyataan Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, tingkat pengangguran terbuka (TPT) selama lima tahun terakhir mengalami penurunan 0,90 persen. Lima tahun terakhir dari 2019 adalah tahun 2015-2019. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Kesesuaian Pernyataan

12. Berdasarkan paragraf 2, berapa persen penurunan lulusan SMK yang tidak terserap pada kerja mulai dari tahun sebelum 2019 sampai tahun 2019?
  1. 0,90 persen
  2. 10,42 persen
  3. 0,82 persen
  4. 7,92 persen
  5. 11, 24 persen

Jawaban: C

Pembahasan:

Pernyataan yang dapat mengetahui berapa persen penurunan lulusan SMK yang tidak terserap pada kerja mulai dari tahun sebelum 2019 sampai tahun 2019 adalah jika dilihat dari pendidikan yang ditamatkan, tenaga kerja yang tidak terserap pasar kerja paling tinggi justru dari lulusan SMK. Pada Agustus 2019, TPT lulusan SMK sebesar 10,42 persen turun 0,82 persen dari tahun sebelumnya (11,24 persen). Persentase itu cukup berjarak dengan TPT SMA (7,92 persen). Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Kesesuaian Pernyataan

13. Berdasarkan paragraf 3, manakah pernyataan di bawah ini yang PALING MUNGKIN benar mengenai strategi pemerintah terhadap pendidikan SMK?
  1. Tidak lagi menghasilkan lulusan yang hanya menjadi pengangguran.
  2. Semua pendidikan sekolah menengah atas akan dikonservasi menjadi SMK.
  3. Lulusan SMK akan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
  4. Era industri keempat akan diisi dengan lulusan SMK yang berkualitas.
  5. Pemerintah menjadikan SMK kontributor perekonomian pada era industri keempat.

Jawaban: B

Pembahasan:

Pernyataan yang paling mungkin benar mengenai strategi pemerintah terhadap pendidikan SMK terdapat pada pilihan jawaban B. Hal tersebut dibuktikan dari pernyataan Pemerintah membekukan penambahan SMA, membuka SMK baru, dan bahkan mengonversi SMA menjadi SMK.  Jadi, kemungkinan tidak akan ada lagi SMA karena digantikan dengan SMK. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.

Pengangguran lulusan SMK ini menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan, mengingat saat ini ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor industri dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional hampir 20 persen. Semestinya, lulusan SMK banyak diserap di sektor industri manufaktur ini. Sementara itu, pemerintah kini kian gencar menambah jumlah SMK untuk menjawab kebutuhan era industri keempat. Beberapa strategi digunakan pemerintah untuk memenuhi tantangan itu. Pemerintah membekukan penambahan SMA, membuka SMK baru, dan bahkan mengonversi SMA menjadi SMK. Strategi tersebut membuahkan hasil jumlah SMK dan siswa SMK semakin meningkat.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Kesesuaian Pernyataan

14.  Masalah yang dibicarakan pada paragraf ketiga adalah ….
  1. pengangguran lulusan SMK
  2. pekerjaan rumah dunia pendidikan terhadap pengangguran lulusan SMK
  3. strategi pemerintah terhadap lulusan SMK
  4. penambahan jumlah SMK
  5. pembekuan SMA

Jawaban: B

Pembahasan:

Permasalahan yang dibahas dalam suatu paragraf terdapat pada kalimat utama. Kalimat utama dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat pertama, yaitu Pengangguran lulusan SMK ini menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan, mengingat saat ini ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor industri dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional hampir 20 persen.  Masalah yang dibicarakan dalam paragraf ketiga adalah Pengangguran lulusan SMK ini menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan karena kalimat-kalimat selanjutnya membahas tentang penanganan dan hal-hal yang dilakukan dari permasalahan tersebut. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Penalaran Analitik

Perhatikan teks berikut 15 dan 16!

Lani membagikan piring untuk membagi kue ulang tahunnya kepada lima orang temannya, yaitu Dinda , Rani, Siska, Ammar, dan Ariq. Lani memiliki lima warna piring, yaitu merah, biru, ungu, putih, dan hijau. Dinda menyukai warna merah muda dan hijau. Siska menyukai semua warna, kecuali warna yang disukai Dinda. Ammar menyukai warna biru, sedangkan Ariq menyukai warna ungu dan hijau. Lani ingin semua temannya mendapatkan piring dengan warna yang mereka suka.

15. Jika Rani hanya menyukai warna merah muda, piring yang diberikan kepada Siska berwarna ….
  1. putih
  2. hijau
  3. biru
  4. ungu
  5. merah muda

Jawaban: A

Pembahasan:

Sesuai data di atas, warna yang disukai oleh setiap anak adalah sebagai berikut.

  • Dinda: merah, hijau
  • Siska: semua warna kecuali merah dan hijau (jadi, warna piring yang disukai Siska adalah biru, ungu, dan putih)
  • Ammar: biru
  • Ariq: ungu dan hijau
  • Rani: merah muda

Lani ingin semua temannya mendapatkan piring dengan warna yang mereka suka. Oleh karena itu, warna biru harus diberikan kepada Ammar dan warna merah harus diberikan kepada Rani. Tiga orang teman lain akan mendapatkan warna berikut ini.

  • Dinda: merah, hijau (piring merah muda diberikan kepada Rani)
  • Ariq: ungu, hijau(piring hijau sudah diberikan kepada Dinda)
  • Siska: biru, ungu, putih (piring biru diberikan kepada Ammar, sedangkan piring ungu diberikan kepada Ariq)

Oleh karena itu, piring yang diberikan kepada Siska adalah piring putih. Jawaban yang tepat adalah A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Penalaran Analitik

16.  Jika Diana hanya menyukai warna hijau, piring berwarna ungu akan diberikan kepada ….

  1. Dinda
  2. Siska
  3. Diana
  4. Ammar
  5. Ariq

Jawaban: E

Pembahasan:

Lani ingin semua temannya mendapatkan piring dengan warna yang mereka suka. Oleh karena itu, warna biru harus diberikan kepada Ammar dan warna hijau harus diberikan kepada Diana. Perhatikan rinciannya berikut ini.

  • Diana: hijau
  • Ammar: biru
  • Dinda: merah muda, hijau(piring hijau diberikan kepada Diana)
  • Ariq: ungu, hijau(piring hijau sudah diberikan kepada Diana)
  • Siska: biru, ungu, putih (piring biru diberikan kepada Ammar, sedangkan piring ungu diberikan kepada Ariq)

Dengan demikian, piring ungu diberikan kepada Ariq. Jawaban yang tepat adalah E.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Perhatikan teks berikut 17 dan 18!

Sekar, Robi, Sinta, Qisma, dan Lala mengikuti sebuah perlombaan. Diketahui Lala memiliki skor 80. Skor Sinta lebih tinggi dua poin dari skor Robi dan lebih rendah satu poin dari skor Sekar.

 

Subtopik: Penalaran Analitik

17. Jika skor Qisma lebih tinggi empat poin dari skor Lala dan lebih tinggi satu poin dari skor Robi, skor tertinggi diraih oleh ….
  1. Sekar
  2. Robi
  3. Sinta
  4. Lala
  5. Qisma

Jawaban: A

Pembahasan:

Data yang didapat dari teks dan soal di atas dapat disederhanakan menjadi sebagai berikut.

  • Skor Lala = 80
  • Skor Qisma = (Skor Lala + empat poin) = (80+4) = 84
  • Skor Robi = (Skor Qisma - satu poin) = (84-1) = 83
  • Skor Sinta = (Skor Robi + dua poin) = (83+2) = 85
  • Skor Sekar = (Skor Sinta + satu poin) = (85+1) = 86

Jadi, skor tertinggi didapatkan oleh Sekar. Jawaban yang tepat adalah A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Penalaran Analitik

18. Jika skor Lala satu poin lebih rendah dari skor Qisma dan Sekar, skor terendah yang diperoleh oleh peserta lomba di atas adalah ….

  1. 71
  2. 73
  3. 75
  4. 76
  5. 77

Jawaban: E

Pembahasan:

Data yang didapat dari teks dan soal di atas dapat disederhanakan menjadi sebagai berikut.

  • Skor Lala = 80
  • Skor Qisma = (Skor Lala + satu poin) = (80+1) = 81
  • Skor Sekar = (Skor Lala + satu poin) = (80+1) = 81
  • Skor Sinta = (Skor Sekar - satu poin) = (81-1) = 80
  • Skor Robi = (Skor Sinta - dua poin) = (80-3) = 77

Jadi, skor terendah yang diperoleh oleh keempat peserta lomba di atas adalah 77. Jawaban yang tepat adalah E.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Perhatikan pernyataan berikut!

Jika kepala stasiun meniup peluit, kereta siap diberangkatkan. Jika ada pengumuman, kereta mengalami penundaan keberangkatan. Saat ini, kereta berada di stasiun atau tidak ada penundaan keberangkatan.

Subtopik: Simpulan Logis

19. Simpulan yang paling tepat adalah ...
  1. Masinis kereta kurang memperhatikan bunyi peluit  dan tidak ada pengumuman.
  2. Kepala stasiun lupa meniup peluit dan tidak ada pengumuman.
  3. Kereta belum bisa diberangkatkan dan tidak ada penundaan keberangkatan.
  4. Kepala stasiun tidak meniup peluit tanda kereta siap diberangkatkan atau tidak ada pengumuman.
  5. Kepala stasiun tidak memberikan pengumuman bahwa kereta siap diberangkatkan.

Jawaban: D

Pembahasan:

Untuk menjawab simpulan tersebut dapat menggunakan logika Matematika. Misalkan,

p = Kepala Stasiun meniup peluit

q = kereta siap diberangkatkan

r = ada pengumuman

s = kereta mengalami penundaan keberangkatan

Maka:

p → q

r → s

Saat ini, kereta berada di stasiun (∼q) atau tidak ada penundaan keretaan (∼s). Dalam logika Bahasa Indonesia, apabila ∼q v ∼s, maka hasil yang didapat adalah ∼p v ∼r (kepala stasiun tidak meniup peluit tanda kereta siap diberangkatkan atau tidak ada pengumuman). Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan D.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Subtopik: Penalaran Analitik

Perhatikan pernyataan berikut!

Dalam perjalanan menuju sekolah, lima sekawan Slamet, Joni, Anto, Rika, dan Rahma selalu berangkat bersama. Joni selalu menjemput Slamet, setelah ia dijemput oleh Anto. Rika menjadi anak terakhir yang dijemput. Sementara rumah Rahma terletak di antara rumah Joni dan rumah Anto.

20. Berikut ini pernyataan yang BENAR adalah ….
  1. rumah Rahma terletak paling jauh
  2. rumah Joni terletak paling jauh
  3. rumah Rika terletak paling jauh
  4. rumah Slamet terletak paling dekat
  5. rumah Rika terletak paling dekat

Jawaban : E

Pembahasan:

Berdasarkan teks pada soal, kita dapat menyimpulkan bahwa:Rumah Joni lebih jauh daripada rumah Slamet, tetapi lebih dekat daripada rumah Anto. Rumah Rika paling dekat dari semua anak. Rumah Rahma terletak di antara rumah Joni dan rumah Anto. Sehingga urutan rumah kelima anak dari yang paling dekat dengan sekolah adalah Rika - Slamet - Joni - Rahma - Anto. Berdasarkan kesimpulan di atas, pernyataan yang benar adalah rumah Rika terletak paling dekat.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-2

Mudah dipahami 'kan? Kamu masih bisa melihat tips dan trik dalam mengerjakan semua tipe soal TPS UTBK di tps.ruangguru.com. Untuk melihat penjelasan soal-soal TPS UTBK melalui video beranimasi dan mengerjakan lebih banyak soal TPS UTBK kamu bisa membuka ruangbelajar.

TPS UTBK 2020

Beri Komentar