#LifeatRuangguru: Indri, Engineer Ruangguru, Akhirnya Terbebas dari Omongan Seksis

Naya Dini

Mar 7, 2019 • 4 min read

sukses kerja #LifeatRuangguru


seksis, engineer perempuan

Menjadi minoritas bukanlah hal yang mudah. Seperti halnya menjadi perempuan di lingkungan kerja yang identik dengan kaum pria. Namun, Indri, salah seorang engineer Ruangguru, justru ingin membuktikan bahwa engineer perempuan juga bisa berprestasi. Bahkan ia ingin mengajak lebih banyak perempuan untuk terjun menjadi engineer juga, meskipun perjalanannya tidak selalu mudah. Apa saja rintangan yang ditemui oleh Indri selama menjadi seorang engineer? Simak ceritanya.

Keputusan Indri untuk terjun ke dunia teknologi ternyata sudah diambilnya sejak masih SMA. Berkat kecerdasannya, ia sudah terdaftar menjadi kandidat mahasiswa Universitas Telkom jurusan Teknik Informatika dengan beasiswa penuh sejak masih duduk di kelas 12 SMA. Walaupun saat itu ia belum begitu paham dengan jurusan yang diambilnya, ia yakin bahwa jurusan tersebut adalah jurusan yang menarik dan menantang. Kecerdasannya pun dibuktikan dengan predikat cum laude yang diraihnya setelah lulus kuliah empat tahun kemudian.

Ternyata berkuliah saja tidak cukup. Dibutuhkan pula keinginan untuk belajar keras secara otodidak mengenai programming. Karena kegigihannya,  pasca kuliah Indri pun langsung mendapat kesempatan untuk bekerja di beberapa konsultan  IT ternama di Indonesia salah satunya Samsung Research Indonesia.

seksis, engineer perempuan

Keseharian Indri sebagai engineer Ruangguru (Dok. Ruangguru)

Saat ditanya oleh tim ruangbaca mengenai mengapa masih sedikit persentase perempuan di dunia tech, Indri menjawab hal itu terjadi karena masih sedikit perempuan yang memulai karier di bidang tersebut, sementara yang sudah memulai banyak yang memilih mundur dan/atau pindah bidang. Ia mengakui bahwa menjadi seorang engineer perempuan di dunia yang sangat “laki-laki” tidaklah mudah. 

Baca juga: #LifeatRuangguru: Septian, Office Boy yang Gunakan Bonus Gaji dari Ruangguru untuk Daftar Kuliah

Menjadi minoritas bukan perkara gampang. Persentase jumlah perempuan dalam sebuah lingkungan kerja bisa menjadi faktor pendukung seorang engineer perempuan dapat bertahan atau tidak. Dengan lingkungan yang inklusif, engineer perempuan akan merasa diikutsertakan dan benar-benar menjadi bagian dari tim. Sebaliknya, di lingkungan tech yang kurang inklusif terhadap perempuan, seringkali perempuan bisa merasa tersisihkan. Tak jarang ia mendapati celotehan bernada seksis dari mantan koleganya dulu, walaupun ia berpikir kemungkinan besar mereka tidak menyadari hal itu. Namun beruntungnya, guyonan tersebut tidak ia temukan selama bekerja di kantor Ruangguru.

seksis, engineer perempuanDi Ruangguru, Indri bebas mengekspresikan ketertarikannya dalam dunia fashion (Dok. Ruangguru)

“Baru kali ini saya bekerja di sebuah perusahaan dengan turnover rate engineer perempuan yang sangat rendah,” tutur perempuan yang juga tertarik dunia fashion dan senang bergaya casual edgy tersebut. Di Ruangguru, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan bekerja secara profesional demi sebuah misi yang sama, yaitu memajukan pendidikan di Indonesia.

Indri juga mengaku bahwa hal tersebut yang menjadi salah satu alasannya senang bergabung dengan Ruangguru, karena selain bisnis, Ruangguru memiliki value dalam bidang sosial. Ia juga mengakui bahwa lingkungan kerja di Ruangguru sangat positif yang terdiri dari orang-orang pintar dan suportif sehingga tidak perlu sikut-sikutan. Sejak bekerja di Ruangguru pada 2016 menjadi Senior Android Developer, Indri merasa semua tim yang bekerja dengannya sangat membantu dan fast response.

seksis, engineer perempuan

Indri bersama tim engineer Ruangguru di #RuangguruLiburan 2018 (Dok. Ruangguru)

Baca juga: #LifeatRuangguru: Yuk, Lihat Keseruan #RuangguruLiburan

Indri melihat bahwa jumlah engineer perempuan kini semakin banyak. Tren ini tentunya sangat bagus untuk industri teknologi kedepannya. Dengan lebih banyak perempuan, dunia tech akan diuntungkan karena keberagaman perspektif. Dia berharap jumlah ini terus meningkat dan kultur di industri tech akan semakin inklusif. It’s gonna be interesting, industri tech akan semakin menarik kedepannya dengan proliferasi teknologi yang siap diimplementasi dari hasil research computer science beberapa dekade ke belakang seperti Artificial Intelligence (AI), machine learning, atau bahkan quantum computing. Apalagi dengan jumlah engineer perempuan yang semakin banyak, demikian Indri melihat masa depan industri tech.

Terlepas dari berbagai rintangan yang ditemui, menjadi seorang programmer sangat menyenangkan bagi Indri. Ada rasa puas yang tidak tergambarkan ketika ia mendapati orang banyak menikmati hasil kerjanya.

seksis, engineer perempuan

Indri berpose di ruangannya di kantor Ruangguru (Dok. Ruangguru)

Stay curious and up-to-date, sering baca buku, dan tonton video tutorial,” pesan Indri untuk para perempuan yang telah memasuki dunia tech sebagai penutup bincang-bincang bersama tim ruangbaca. Apakah Anda salah satu perempuan tersebut, Rekan Kerja?

Baca juga cerita #LifeatRuangguru lainnya yang tak kalah menginspirasi. Anda juga bisa membaca beragam artikel lain yang dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan Anda seputar dunia kerja di aplikasi ruangkerja. Unduh dengan mengklik gambar di bawah ini.

New call-to-action
Beri Komentar

Recent Posts