#LifeatRuangguru: Septian, Office Boy yang Gunakan Bonus Gaji dari Ruangguru untuk Daftar Kuliah

Naya Dini

Feb 25, 2019 • 5 min read

sukses kerja


Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari salah satu Office Boy Ruangguru, Septian. Semua karyawan Ruangguru pasti mengenal sosok pria ramah dengan rambut ikalnya yang khas tersebut. Setelah melalui lika-liku karier selama delapan tahun, impiannya untuk berkuliah ternyata bisa terwujud saat bekerja di Ruangguru. Seperti apa ceritanya? Simak bincang-bincang tim ruangbaca bersama Septian berikut ini.

karyawan ruangguru, kerja di ruangguru, pengalaman interview di ruangguru

--

Perjalanan karier Septian tidaklah mudah. Sejak lulus SMA, beragam pekerjaan telah dicicipinya. Dari mulai menjaga warnet (warung internet), menjadi SPB (Sales Promotion Boy), membantu sang ayah yang bekerja menjadi teknisi untuk maintenance alat rumah sakit di berbagai kota, hingga akhirnya membuka usaha bengkel bersama ayahnya di bilangan Jatinegara, berlokasi tepat di belakang stasiun. Usaha tersebut sangat maju dan berkembang selama lima tahun sampai akhirnya PT. Kereta Api berencana untuk memperlebar jalur sehingga bengkel tersebut terpaksa tergusur. Septian beserta keluarganya kehilangan sumber penghasilan, masa tersebut menjadi masa-masa paling sulit baginya. Setelah itu ia berusaha keras mencari kerja, namun tidak mudah karena memang Septian tidak memiliki pengalaman bekerja di sebuah perusahaan.

Baca Juga: #LifeatRuangguru: Clara Bisca Banting Setir dari Perusahaan Oil & Gas demi Ruangguru

Setelah mencoba menghubungi berbagai teman, akhirnya ia mendapatkan info dari salah satu temannya untuk bekerja di restoran yang ada ada di Kuningan City sebagai steward. Bekerja bersama ayah untuk waktu yang cukup lama rupanya menularkan etos kerja yang baik pada dirinya. Melalui sang ayah, Septian mempelajari sifat tekun dan tidak mudah menyerah apapun kesulitan yang ditemui di dunia kerja. Ia juga mampu bekerja cepat dan berinisiatif tinggi dalam bekerja. Berkat memiliki sifat tersebut, dalam hitungan dua bulan Septian ternyata mendapat promosi untuk naik jabatan menjadi helper, sementara karyawan lainnya membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk bisa mendapatkan jabatan tersebut. Hal itu menciptakan rasa iri di antara teman-teman kerja Septian, empat bulan kemudian ia pun memutuskan untuk berhenti karena lingkungan kerjanya semakin tidak sehat diakibatkan rasa cemburu tersebut.

 

karyawan ruangguru, kerja di ruangguru, pengalaman interview di ruangguruSeptian (tengah) bersama teman-teman kerja di restoran (Dok. Pribadi, 2015)

Memang kalau rezeki tidak ke mana. Kerelaannya untuk melepaskan pekerjaan di restoran ternyata mengantarkannya kepada sebuah kesempatan bagus untuk bergabung dengan perusahaan start-up pendidikan terbesar di Indonesia, Ruangguru. Sebelum mengajukan resign, Septian sudah terlebih dulu melakukan riset mengenai apa itu Ruangguru, seperti apa pekerjaannya nanti, dan jam kerjanya bagaimana. Hal ini penting karena Septian ternyata ingin merealisasikan mimpi lamanya yang belum terwujud, yaitu melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Gayung bersambut, keinginan Septian untuk mendapatkan pekerjaan yang bisa dilakukan sambil kerja ternyata ia dapatkan di Ruangguru. Bahkan Ruangguru sangat mendukung Septian untuk melanjutkan kuliahnya dengan memberikan kompensasi jam kerja agar bisa tetap masuk kuliah di tengah sibuknya bekerja menjadi Office Boy di Ruangguru.

karyawan ruangguru, kerja di ruangguru, pengalaman interview di ruangguruAktivitas Septian di kantor Ruangguru (Dok. Ruangguru)

Bekerja di perusahaan teknologi sebesar Ruangguru membuat Septian sadar bahwa kini Indonesia telah memasuki revolusi Industri 4.0, sementara Indonesia masih kekurangan programmer. Ia pun tertarik untuk memperdalam pengetahuannya soal teknologi. Septian merasa senang bekerja di Ruangguru karena dapat banyak berdiskusi dengan banyak karyawan Ruangguru lainnya, khususnya berdiskusi dengan karyawan-karyawan dari divisi engineer dan mempelajari banyak hal baru. Tekadnya pun bulat untuk mengambil jurusan yang berkaitan dengan teknologi.

Ia telah menemukan jurusan apa yang ingin dipilihnya, tapi masalah berikutnya datang dari sisi finansial. Septian menyadari bahwa ternyata kuliah tidak murah, ia pun terpaksa menabung dan bersabar untuk mendaftar kuliah. Seperti tersambar petir, satu tahun setelah ia bekerja, Ruangguru mengalami penjualan berkali-kali lipat dari biasanya sehingga seluruh karyawan mendapatkan bonus satu kali gaji, termasuk Septian. Tanpa pikir panjang, bonus tersebut digunakan Septian untuk mendaftar kuliah, mimpi yang sejak lama dipendamnya. Kini pria kelahiran tahun 1992 ini telah terdaftar sebagai salah satu mahasiswa universitas swasta di Jakarta, jurusan Sistem Informasi. Satu semester telah berlalu, IPK-nya hampir menyentuh predikat cum laude, yaitu 3, 44.

karyawan ruangguru, kerja di ruangguru, pengalaman interview di ruangguru

Memanfaatkan waktu di tengah jam kerja untuk belajar (Dok. Ruangguru)

“Saya yakin seharusnya saya bisa mendapatkan lebih dari itu.” Tutur Septian saat diberikan ucapan selamat atas IPK tinggi yang diraihnya. Ia tidak ingin menjadikan pekerjaan sebagai alasan, tapi saat menjelang UAS, pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Septian memang menuntut banyak waktu. Bahkan Septian harus mencicil belajar di studio selama shooting bersama Iqbaal Ramadhan (Ruangguru Squad). “Waktu itu shooting-nya tiga hari; Senin, Selasa, dan Rabu. Kamis-nya saya UAS.”

Baca Juga: Ragam Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri dari Pemerintah Indonesia

Septian mengaku, bekerja menjadi seorang Office Boy tidaklah mudah. Mengatur jam kerja menjadi salah satu tantangan bagi Septian untuk bisa kuliah sambil bekerja. Selain karena load pekerjaan yang bisa datang kapan saja, ia juga mengatakan bahwa tantangan bekerja menjadi OB adalah membutuhkan kerjasama tim. Bila ada salah satu anggota melakukan kesalahan, tak pelak seluruh tim pasti ikut terkena imbasnya.

Septian bermain game bersama karyawan Ruangguru selepas jam kerja (Dok. Ruangguru)

Septian bermain game bersama karyawan Ruangguru selepas jam kerja (Dok. Ruangguru)

Namun Septian tidak pernah merasa menyesal atas tekadnya untuk berkuliah sambil bekerja. Meskipun ibunya yang lulusan Sekolah Dasar pernah tidak setuju dengan mengatakan, “Buat apa kuliah kalau bisa langsung bekerja? Nanti ketuaan. Siapa yang mau mempekerjakan orang yang sudah bekerja di usia tua?”. Setidaknya kini Septian telah membuktikan bahwa ada perusahaan yang mau mempekerjakannya dan malah mendukungnya untuk melanjutkan kuliah. Ia sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Ruangguru, karena para karyawannya asyik dan menyenangkan untuk diajak sharing. Tak jarang Septian juga bermain game bersama karyawan-karyawan Ruangguru setelah jam pulang kerja. Ia senang karena mereka tidak pernah membeda-bedakan dan menganggap remeh jabatannya sebagai Office Boy.

Perjalanan karier Septian dan perjuangannya untuk kuliah sambil bekerja tentu menginspirasi Anda, bukan? Selain melalui cerita dari #LifeatRuangguru berikut, Anda juga dapat mendapatkan tips mengenai dunia karier melalui artikel ruangkerja lainnya. Unduh ruangkerja sekarang juga dengan mengklik gambar di bawah berikut. Gratis!

New call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts