Benarkah Buka Puasa Sebaiknya dengan Makanan Manis?

Kresnoadi Apr 30, 2020 • 3 min read


benarkah buka puasa pakai makanan manis

Artikel ini menjelaskan tentang makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat buka puasa. Benarkah makanan manis?

--

Berbuka puasa adalah momen yang paling ditunggu di bulan ini. Menu takjil berupa makanan manis seringkali disajikan untuk menyambut berbuka. Entah itu teh manis, kolak, biji salak, atau berbagai makanan lain.

Tapi, benarkah sebaiknya kita berbuka dengan makanan manis? Apa kaitannya antara makanan manis dengan badan kita? Yuk, cari tahu di artikel ini.

Pertama, kita perlu cari tahu dulu apa pengaruh puasa terhadap tubuh kita. Selama puasa, tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke tubuh (ya iya lah). Artinya, tidak ada “bahan baku buat bikin energi”. Nah, karena nggak ada bahan baku, tubuh kita akan mengambil simpanan karbohidrat (di hati dan otot) dan lemak untuk memproduksi energi.

Artinya, selama puasa, cadangan bahan baku energi di badan kita akan berkurang.

Melihat jangka waktu puasa, kebanyakan orang juga akan mengalami dehidrasi ringan. Bisa jadi bibir kamu akan sedikit kering, kepala mengalami pusing, atau susah berkonsentrasi. Tapi, penelitian menunjukkan kalau itu nggak membahayakan bagi tubuh. Jangan khawatir ya!

Maka, salah satu cara mengembalikan energi di dalam tubuh adalah dengan “masukin bahan baku” yang baru. Caranya, lewat makanan yang kita konsumsi saat berbuka.

Masalahnya, apa benar kita harus berbuka dengan makanan manis?

Perlu kita ketahui dulu, sebagian besar komponen yang ada di makanan manis adalah gula. Nah, glukosa pada gula itu sumber energi utama buat tubuh. Ingat, kan, gimana untuk mendapatkan energi, kita perlu memecah glukosa terlebih dahulu?

Menariknya, makanan manis saja tidak cukup. Teh manis, misalnya. Nggak punya gizi yang cukup untuk menggantikan nutrisi dan vitamin yang hilang selama kamu beraktivitas saat berpuasa. Faktanya, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis bisa bikin kamu merasa lemas dan mengantuk. Berdasarkan British Nutrition Foundation, makanan dan minuman manis dengan gula tambahan justru bisa bikin gula darah merosot. Asupan kalori dari gula juga bisa bikin berat badan kamu naik.

Hayo, siapa yang tahun kemarin ngomong “Kok puasa gini berat badan malah nambah ya?”

Bisa jadi itu disebabkan karena asupan makanan berbuka kamu terlampau banyak dan manis semua. Padahal, berbuka puasa bukan seharusnya menjadi ajang balas dendam karena seharian tidak makan.

Baca juga: Food Coma: Penyebab Mengantuk Setelah Makan

DIlansir dari American Heart Association (AHA), jumlah gula maksimum yang sebaiknya dikonsumsi dalam sehari tuh kayak gini: laki-laki 150 kalori (37,5 gram atau 9 sendok teh) dan perempuan 100 kalori (25 gram atau 6 sendok teh). Supaya terbayang, satu kaleng kola mengandung 140 kalori.

makanan yang cocok untuk buka puasa

Di sisi lain, satu butir kurma berukuran sedang mengandung 23 kalori, 6,2 gram karbohidrat, 5,3 gram gula, dan 0,7 gram serat. Bandingkan dengan teh manis yang takaran gulanya sesuai si pembuat. Kalau kamu memasukkan satu sendok makan gula, berarti teh manis kamu mengandung 50 kalori, 13,65 gram gula, dan 13,65 gram karbohidrat.

Artinya, dengan mengonsumsi 3 butir kurma untuk berbuka, kamu mendapat asupan 69 kalori dibandingkan teh manis yang 50 kalori. Apalagi di dalam kurma mengandung serat, protein, kalium, magnesium, copper, mangan, besi, dan vitamin B6 yang berguna bagi tubuh. Sebaliknya, segelas teh manis tidak mengandung nutrisi. Bentuknya yang cair juga membuat tubuh lebih cepat menyerap. Hasilnya, gula dalam darah akan meningkat lebih cepat secara drastis.

Dalam situs nutrition.org.uk, makanan yang sehat untuk dikonsumsi saat berbuka haruslah yang rendah lemak dan mengandung gula alami. Hindari konsumsi makanan dan minuman yang sekali banyak dengan pemanis tambahan.

Beberapa makanan yang sehat untuk berbuka adalah susu, smoothies (jus buah), kurma, buah-buahan, serta sup. Jangan lupa juga perbanyak minum air supaya kamu tidak dehidrasi ya!

Sekarang sudah paham kan? Yang terpenting bukan “manis”-nya. Tapi dari mana manis itu berasal. Gula alami seperti yang ada dalam buah-buahan bagus, tapi kalau gula yang terlalu banyak seperti dalam segelas boba, lebih baik dihindari. Apalagi kamu makan banyak makanan dan minuman manis dalam sekali lahap. Beuh, itu mau buka puasa apa mukbang?

ruangbelajar

Beri Komentar