Manfaat Tanah dan Bagaimana Cara Menjaganya

Geografi_10

Squad, mendengar konservasi hewan atau konservasi air pasti sudah akrab di telinga kamu. Bagaimana dengan konservasi tanah? Konservasi menurut KBBI artinya adalah pemeliharaan dan pelindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian. Ternyata, tanah sebagai sumber daya alam yang penting juga perlu dikonservasi lho. Yuk cari tahu manfaat tanah dan bagaimana cara menjaganya, Squad.

Tanah merupakan salah satu sumber daya yang sering dimanfaatkan oleh manusia. Menanam tumbuhan, membangun rumah, hingga beraktivitas pun memerlukan tanah. Selain untuk hal-hal tersebut, apakah kamu bisa menyebutkan manfaat tanah yang lainnya?

Manfaat tanah dalam kehidupan

Ke-11 manfaat tanah tersebut tidak akan kita rasakan jika tanah tercemar atau rusak. Untuk menjaga tanah agar tidak rusak, konservasi tanah menjadi penting. Jadi, sebenarnya apa itu konservasi tanah?

pengertian konservasi tanah

 

Baca juga: Mengenal Sedimentasi dan Jenis-Jenisnya

 

Ada beberapa cara melakukan konservasi tanah yang biasanya dilakukan, yaitu:

1. Cara vegetatif

Cara yang dilakukan dengan memanfaatkan tanaman sedemikian rupa sehingga tanah bisa terhindar dari air hujan dan aliran permukaan. Caranya dapat dilakukan sebagai berikut:

Konservasi Tanah Cara Vegetatif

 

2. Cara mekanis

Cara mekanis adalah cara yang konservasi yang dilakukan dengan mengubah bentuk fisik tanah. Pasti pernah dengar terasering dong? Itu adalah salah satu contoh konservasi tanah cara mekanis.

Salah satu tujuan cara mekanis adalah untuk memperkecil aliran air yang mengalir di permukaan tanah, agar tanah yang terbawa air sedikit. Konservasi secara mekanis dapat dilakukan dengan tiga cara:

a. Pembuatan teras

Teras atau sengkedan adalah bagian tanah yang dibuat agak tinggi dengan memotong lereng sehingga bisa menghadang atau memperkecil aliran permukaan. Beberapa jenis pembuatan teras adalah teras pematang, teras datar, teras bangku, dan teras kredit.

Terasering di Bali, Indonesia

Terasering di Bali, Indonesia. (Sumber: brilio.net).

 

b. Pembuatan saluran pembuangan air

Untuk menampung air yang mengalir di permukaan tanah. Saluran pembuangan dibantu dengan saluran diversi (pembagi) untuk membelokkan air ke saluran pembuangan. Saluran teras berfungsi untuk menangkap air pada lereng. Saluran pembuangan pun ditanami rumput seperti rumput gajah agar tidak mudah terkikis.

 

c. Bangunan pengendali

Bangunan pengendali adalah bangunan yang dapat menahan atau mengendalikan laju erosi. Bangunan pengendali dapat berupa cek dam, sumur serapan, danau, dan lahan resapan.

Waduk Sermo, Yogyakarta adalah contoh bangunan pengendali

Waduk Sermo, Yogyakarta adalah contoh bangunan pengendali. (Sumber: travelerindonesia.net).

 

3. Cara kimiawi

Cara terakhir adalah dengan cara kimiawi. Seperti namanya, kamu pasti tahu cara ini dilakukan dengan memberikan bahan kimia ke tanah. Cara kimiawi ini dilakukan untuk memadatkan struktur tanah. Struktur tanah perlu dipadatkan karena tanah yang padat memiliki kemungkinan erosi yang lebih kecil. Selain itu, cara kimiawi ini juga untuk menyeimbangkan kandungan organik dalam tanah, karena tanah dengan kandungan organik kurang dari 2% umumnya peka terhadap erosi. Salah satu cara kimiawi yang sering dilakukan adalah dengan menambahkan zat kapur pada tanah yang bersifat asam.

Berbagai manfaat tanah dan bagaimana cara menjaganya tentu perlu kamu tahu, Squad, biar kamu bisa bantu merawat lingkungan ini untuk bumi yang lebih baik. Buat kamu yang punya ide lain untuk konservasi tanah, bisa banget diskusi di RungguruDigitalbootcamp, lho. Jangan lupa tuliskan ide kamu di kolom komentar, ya!

New Call-to-action

Beri Komentar