Mau Punya Kemampuan Berpikir ala Sherlock Holmes? Ini 5 Cara Melatihnya

Shabrina Alfari

Jan 12, 2019 • 4 min read

Wow ternyata


kemampuan berpikir

Squad, tentu kamu tahu ‘kan siapa itu Sherlock Holmes? Yap, tokoh fiktif ini selalu berhasil membuat kita terpukau dengan kepiawaiannya memecahkan kasus-kasus rumit. Kemampuan berdeduksi secara tepat dan cepat, kemampuan menyamar, dan keterampilan forensik dari sang detektif saat menyelidiki kasus menjadi ciri khas utamanya. Mungkin semua kemampuan itu terlihat mustahil dimiliki oleh orang biasa di dunia nyata ya? Namun ternyata penulis karakter Holmes, Sir Arthur Conan Doyle, terinspirasi dari Dr. Joseph Bell dalam menciptakan karakter detektif ini, lho.

Nah, kamu juga bisa Squad mengasah kemampuan berpikir ala Sherlock Holmes yang didasarkan pada observasi mendalam dan rasional atau yang disebut dengan controlled thinking. Mau tahu gimana caranya? Yuk, asahlah beberapa hal berikut ini.

1. Asah kemampuan deduksi dengan berpikir kritis

kemampuan berpikirBerpikir kritis (Sumber: studysmarter.de)

Deduksi merupakan metode berpikir logis dengan mengaplikasikan kemampuan berpikir kritis sesuai dengan apa yang telah kamu ketahui. Berpikir kritis sangat penting untuk kamu kuasai, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Kamu bisa terhindar dari hoax dan mampu menganalisa suatu hal secara mendalam. Cara berpikir kritis sendiri dapat kamu latih dengan selalu menganalisa apa saja yang kamu lihat dan bertanya mengenai kebenarannya. Bertanyalah sebanyak mungkin, hingga kamu mendapatkan informasi yang detail.

Kemampuan berpikir kritis akan menghindari kamu dari persepsi yang subjektif atau asal-asalan. Kamu menjadi lebih berhati-hati dalam menilai sesuatu hanya dari informasi yang sedikit. Sherlock Holmes juga selalu berusaha tidak subjektif dan berhati-hati dalam menilai suatu hal. Ia sadar bahwa keadaan diri yang emosional dapat mengganggu proses berpikir kritis, karenan deduksinya menjadi kurang akurat.

2. Perhatikan hal-hal kecil dan catat detailnya

kemampuan berpikirPerhatikan setiap hal kecil (Sumber: radiotimes.com)

Salah satu kebiasaan dari Sherlock Holmes adalah kemampuannya untuk bisa selalu menerka karakter setiap orang yang dia temui hanya dari observasi serta petunjuk yang minim. Conan Doyle juga menulis dapat A Case of Identity bahwa menurutnya hal-hal kecil adalah hal yang paling penting. Jika kamu sulit untuk mengobservasi sesuatu, cobalah latih kebiasaan ini dengan membawa buku kecil dan fokus kepada detail kecil. Kemudian catat deskripsinya atau gambar benda-benda yang kamu lihat. Cara ini bisa membantu kamu mengasah kemampuan berpikir analitis, lho.

Kamu bisa menerapkan hal ini di sekolah misalnya. Amati salah satu temanmu dan catat apa saja yang kamu ketahui darinya berdasarkan hal-hal yang kamu amati. Perhatikan temanmu saat ia masuk ke ruangan kelas untuk mencatat penampilan dan cara berjalannya. Apakah temanmu terlihat terburu-buru karena tali sepatunya belum terpasang atau dari bajunya yang tidak disetrika rapi.

3. Latih kemampuan observasi

kemampuan berpikirLatih kemampuan observasi (Sumber: tenor.com)

Sherlock Holmes bisa mengetahui Dr. John Watson pernah berada di zona perang hanya dari penampilannya saat mereka pertama bertemu. Nggak usah dipertanyakan lagi, kemampuan observasinya memang sangat tajam ‘kan Squad? Mungkin kamu tidak terlalu menyadari hal-hal mendasar yang terjadi di sekitarmu. Padahal observasi adalah langkah utama agar kita bisa mendapatkan informasi lebih mendalam akan sesuatu. Kemampuan observasi yang tinggi seperti Sherlock Holmes ini bisa kamu latih dengan mulai memberikan perhatian lebih kepada sekitarmu. So, jangan lihat smartphone terus dan jadi mengabaikan keadaan sekitarmu ya.

4. Perluas wawasanmu

kemampuan berpikirPerluas wawasan pengetahuanmu (Sumber: bbc.co.uk)

Walaupun terkesan dingin, Sherlock Holmes sudah terbukti pintar dan cerdas. Tidak hanya karena Holmes memiliki kemampuan observasi dan deduksi yang tinggi, tetapi ia juga memiliki pengetahuan dan wawasan yang sangat luas. Sherlock mempunyai banyak pengetahuan di berbagai bidang, sebut saja kriminal, forensik, kimia, musik, seni, dan sebagainya. Untuk bisa memiliki kemampuan berpikir seperti Sherlock ini kamu harus punya sifat penasaran (curious) akan segala hal Squad. Baik itu untuk memperluas pengetahuanmu atau karena kamu tertarik, wawasan yang luas dapat membantu kamu untuk membangun ide menjadi deduksi yang lebih akurat.

5. Sisihkan waktu untuk bermeditasi

kemampuan berpikirLuangkan waktu untuk bermeditasi (Sumber: youtube.com)

Saat memecahkan sebuah kasus Sherlock selalu menyempatkan diri untuk bermeditasi dengan cara menyendiri di apartemennya. Hal ini merupakan salah satu caranya untuk mendapat pemahaman yang lebih baik akan informasi apa saja yang telah ia dapat. Seorang psikolog bernama Maria Konnikova menjelaskan bahwa meditasi merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan ketajaman berpikir. Meditasi membantu kita untuk bisa lebih perhatian pada diri sendiri dan hal-hal yang berkecamuk di dalam pikiran.

Cara berpikir seperti Sherlock Holmes ini tidak hanya berguna untuk kamu yang ingin jadi dekektif, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari. Kemampuan analisis, observasi, dan ketajaman berpikir akan sangat berguna saat menghadapi ujian atau tantangan lainnya. Apalagi soal-soal Ujian Nasional dan SBMPTN mendatang yang akan menggunakan tipe soal HOTS. Tentunya kamu perlu mengasah kemampuan berpikirmu menjadi lebih baik ‘kan? Selain melatih cara berpikir ala Sherlock Holmes, kamu juga bisa belajar bersama guru privat terbaik di ruangles agar lebih siap hadapi ujian!

New Call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts