Menangkal Hoax Dengan Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik

Fahri Abdillah

Apr 16, 2018 • 5 min read

konsep pelajaran SMA Sejarah X Kelas X


Sejarah_10Squad, kamu tahu nggak yang dimaksud dengan cara berpikir diakronik dan sinkronik dalam sejarah? Kedua cara berpikir itu penting lho buat kamu memahami peristiwa-peristiwa pada masa lampau, juga peristiwa yang tengah terjadi belakangan ini.

Kenapa penting? Karena jika kamu sudah memahami kedua cara berpikir tersebut, kamu bisa menangkal berita-berita hoax. Selain itu kamu juga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang ke kamu, baik dari guru, juga dari teman-teman kamu. Supaya nggak terjadi nih hal-hal seperti ini:

“Jhonny, coba dong ceritakan ke ibu dan ke teman-teman kamu bagaimana proses terjadinya reformasi di Indonesia,” pertanyaan guru ke kamu.

“A… e…. mm… itu…. karena mahasiswa berhasil menduduki gedung MPR dan DPR bu. Terus Presiden Soeharto akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya,” jawab kamu.

“Aduh Jhony…. kan ibu minta kamu ceritain proses terjadinya. Jawabnya yang runtut dong, supaya bisa tahu sebab akibatnya dan ibu bisa tahu pemahaman dan pendapat kamu tentang peristiwa itu,” jawab ibu guru.

patrikMimik muka kalo nggak bisa jawab pertanyaan (Sumber: comicvine.gamespot.com)

Kalimat pernyataan ibu guru itu benar. Untuk menceritakan sebuah peristiwa sejarah, kita harus memiliki pemahaman yang baik agar tidak muncul pemahaman-pemahaman yang keliru. Hal itu bisa kamu lakukan dengan cara berpikir diakronik dan sinkronik. Supaya lebih jelas, simak pembahasan di bawah ini ya.

DIAKRONIK

Secara etimologis, kata diakronik berasal dari bahasa Yunani yaitu dia dan chronos. Dia artinya melintas, melampaui, atau melalui, sedangkan chronos artinya waktu. So, diakronik itu artinya sesuatu yang melintas, melampaui, atau melalui dalam batasan-batasan waktu.

Cara berpikir diakronik sering dikaitkan dengan cara berpikir kronologis. Kronologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu chronos yang berarti waktu dan logos yang berarti ilmu atau uraian. Jadi, kronologi adalah ilmu tentang waktu yang membantu dalam menyusun peristiwa-peristiwa sesuai dengan urutan waktu terjadinya.

Contohnya: Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat, pada 8 Maret 1942.

Ketika kamu mampu berpikir dalam aspek diakronik, kamu akan mampu berpikir secara runtut, teratur, juga berkesinambungan. Kenapa bisa begitu? Karena diakronik menekankan pada proses. Dengan begitu, dengan cara berpikir diakronikmu, kamu dapat mengidentifikasi suatu masalah dengan tepat. Kamu juga bisa terhindar dari pemahaman anakronik lho.

Apa itu anakronik? Anakronik artinya menempatkan tokoh, objek, peristiwa, atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan urutan waktunya.

ciri-ciri dikronik

Baca Juga: Jenis-Jenis Sumber Sejarah

Selain kronologis, kamu juga harus memahami istilah periodisasi. Kronologi dan periodisasi dapat membantumu untuk benar-benar bisa berpikir secara diakronik. Periodisasi bisa digunakan untuk meninjau peristiwa-peristiwa masa lalu secara menyeluruh. Kamu bisa membaginya dengan banyak aspek kelompok, mulai dari sistem politik, ekonomi, kepercayaan, agama, sosial, dan budaya.

Contohnya: Perkembangan sejarah antara zaman praaksara dan zaman aksara di Nusantara, salah satu aspek yang dilihat adalah budaya.

Periodisasi dapat memudahkan kamu untuk memahami hal-hal seperti:

  • Perkembangan manusia dari waktu ke waktu.
  • Kesinambungan antarperiode.
  • Kemungkinan pengulangan fenomena.
  • Perubahan dari periode awal hingga periode berikutnya.
Periodisasi Indonesia

SINKRONIK

Cara berpikir sinkronik adalah cara berpikir yang mengutamakan penggambaran ruang yang meluas, namun tidak terlalu memikirkan dimensi waktunya. Melalui pendekatan sinkronis, kita bisa menganalisa sejarah tertentu pada waktu tertentu. Misalnya penggambaran sosial dan politik Indonesia pada tahun 1998. Penggambaran sejarah di sini hanya menganalisis struktur dan fungsi sosial dan politik di tahun 1998 saja.

ciri-ciri sinkronik

Sinkronik seringkali digunakan dalam ilmu sosial, seperti sosiologi, politik, antropologi, ekonomi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Meski begitu, baik ilmu sejarah maupun ilmu sosial saling berkaitan. Ada kalanya ketika ingin meneliti sejarah, kamu bisa menggunakan ilmu sosial, begitupun sebaliknya.

Contoh: Kondisi sosial dan politik Indonesia pada orde baru tahun 1966 sampai tahun 1998 yang ditulis oleh seorang ahli ilmu sosial dan politik

kegunaan sejarah bagi ilmu sosial

Bagaimana Squad? Kalau dilihat dari penjelasannya, cara berpikir diakronik dan sinkronik sangat penting bagi kehidupan kita. Ketika kamu, teman kamu, keluarga kamu, serta masyarakat di sekitar kamu sudah bisa memandang suatu hal melalui pendekatan diakronik dan sinkronik, isu-isu yang berkembang belakangan ini dengan sangat mudah dibuktikan kebenarannya. Jadi, masyarakat semakin cerdas dan tidak lagi mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dimunculkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Supaya kamu tambah cerdas dalam melihat suatu permasalahan baiknya kamu belajar lebih giat lagi. Belajar giat yang bisa membuat kamu paham tidak hanya hapal, yaitu dengan menggunakan produk ruangbelajar. Melalui video belajar animasi, kamu bisa lebih memahami maksud dari materi yang dijelaskan oleh tutor.

ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts