5 Tips Mendidik Siswa Berkebutuhan Khusus

Tedy Rizkha Heryansyah Okt 14, 2020 • 5 min read


anak berkebutuhan khusus

Mendidik siswa berkebutuhan khusus, bagi seorang guru memanglah tidak mudah.Banyak tantangan yang harus dihadapi. Tidak jarang ada guru yang merasa bingung dan frustasi yang pada akhirnya tidak memperhatikan sejauh mana perkembangan anak tersebut. Berikut akan dihadirkan tips mendidik siswa dengan kebutuhan khusus yang bisa menjadi acuan Bapak/Ibu Guru dalam mengajar.

----

Sejatinya setiap anak yang lahir di dunia memiliki bakatnya masing-masing. Tak terkecuali mereka yang memiliki kebutuhan khusus dibanding anak-anak lainnya. Sayangnya, keberadaan anak berkebutuhan khusus ini tak jarang menjadi ajang perundungan oleh teman-temannya.

Berdasarkan catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di awal tahun 2020, tercatat bahwa dalam kurun waktu 2011 hingga 2019 baik di bidang pendidikan dan sosial angkanya mencapai 2.473 laporan. Melihat angka tersebut yang menurut KPAI grafiknya terus meningkat, kiranya peran guru sebagai pengganti orang tua di sekolah perlu diberikan perhatian khusus.

perundungan anak berkebutuhan khusus

 

sumber foto: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Guru sebagai pendidik juga bertanggungjawab tidak hanya kemampuan kognitif dari anak berkebutuhan khusus, tapi juga bertanggungjawab membentuk mental dan karakter si anak. Dengan begitu, harapan tumbuhnya rasa percaya diri dari anak berkebutuhan khusus bisa meminimalisir atau bahkan menghilangkan perundungan yang dialaminya.

Bagaimana caranya? Berikut 5 tips yang bisa Bapak/Ibu Guru terapkan untuk mendidik siswa berkebutuhan khusus.

1. Menahan Diri untuk Memberikan Bantuan

Perlu ditanamkan dalam diri Bapak/Ibu Guru bahwa tugas atau peran utamannya ialah mendidik bukan membantu anak. Ada perbedaan mendasar antara keduanya, Mendidik akan fokus pada memfasilitasi anak memperoleh pengalaman belajar. Sedangkan membantu lebih terfokus penyelesaian tugas dengan waktu yang cepat. Nah, Bapak/Ibu Guru seminimal mungkin harus bisa menahan diri memberikan bantuan kepada anak. Biarkan mereka melakukan eksplorasi dengan dirinya sendiri.

2. Latih Siswa Belajar dari Kesalahan

Dalam hal ini bukan membiarkan anak melakukan kesalahan secara terus-menerus ya Bapak/Ibu Guru. Perlu Anda pastikan bahwa anak bisa belajar dari kesalahan yang telah dibuatnya. Bapak/Ibu Guru bisa membicarakan dengan anak ketika ia melakukan kesalahan. Bantu mereka dengan cara melatih kemampuan eksplorasinya untuk memikirkan “kenapa bisa salah”. Jangan lupa ajarkan cara menghindari kesalahan yang sama. Bagi anak-anak yang kesulitan berkomunikasi, bisa memberikan informasi secara sederhana (sesuaikan dengan batas pemahaman anak).

Baca Juga: Tips Mengajar Selama Masa Pandemi

3. Catat Data Perkembangan Kemandirian Anak

Melakukan catatan perkembangan data kemandirian anak perlu dilakukan. Hal ini membantu Anda memantau dan membandingkan kemampuan anak sebelum dan sesudah penerapan strategi yang Anda lakukan. Nantinya, dari data yang Bapak/Ibu Guru punya, bisa diberikan desain pembelajaran yang pas supaya dampaknya lebih signifikan. Selain itu, data ini juga bisa diinformasikan kepada irang tua supaya bisa saling bersinergi memperlakukan anak dengan baik.

mencatat data anak berkebutuhan khusus

 

sumber foto: freepik.com

4. Ajari Siswa untuk Percaya Diri Menolak Bantuan

Bagi anak-anak yang tidak memiliki kebutuhan khusus, mengambil buku atau hanya sekadar pindah tempat duduk merupakan hal yang mudah. Tapi, berbeda dengan anak-anak spesial ini, Bagi mereka, bisa melakukan hal-hal tersebut bisa menjadi hal yang besar dan menumbuhkan kepercayaan diri. Latih anak untuk bisa menumbuhkan kepercayaan diri mereka dan tidak harus meminta bantuan orang lain. Jangan lupa ajarkan juga kapan mereka harus meminta bantuan. Jika kepercayaan diri mereka sudah tertanam, maka mereka tidak akan selalu bergantung kepada orang lain dan meyakinkan dalam diri mereka bahwa “aku bisa melakukan ini”.

5. Beri Kesempatan Siswa untuk Berinteraksi dengan Orang Lain

Selain keluarga, teman sebaya menjadi lingkungan yang bisa mengembangkan kemampuan anak untuk berinteraksi. Dalam hal ini guru juga perlu memastikam bahwa teman sebayanya harus juga merasa nyaman dan tidak terpaksa ketika dijadikan role model untuk temannya yang berkebutuhan khusus. Dengan memiliki hubungan yang baik antarteman sebayanya, anak yang memilki kebutuhan khusus bisa melihat kemandirian dan rasa percaya diri dari temannya. Pada ujungnya nanti, perundungan bisa hilang jika diantara mereka sudah bisa saling mengerti.

cara mendidik siswa berkebutuhan khusus

Nah, itu tadi 5 tips mendidik siswa berkebutuhan khusus yang bisa Bapak/Ibu Guru terapkan. Memang tidak mudah membangun kepercayaan diri dan karakter dari anak berkebutuhan khusus, tapi bukan tidak mungkin jika ada keinginan yang kuat dari guru dan orang tua murid yang bisa saling bersinergi.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Ruangguru berkomitmen menyediakan kemudahan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring. Kini telah hadir produk ruangkelas yang bisa Bapak/Ibu Guru gunakan secara gratis tanpa biaya apa pun. Dengan berbagai macam fitur unggulan di ruangkelas, diharapkan bisa memudahkan Bapak/Ibu Guru melakukan kegiatan belajar mengajar dengan siswa-siswi secara efektif dan efisien. Daftar di ruangkelas sekarang juga!.

ruangkelas untuk guru

Sumber Referensi

‘Sejumlah Kasus Bullying Sudah Warnai Catatan Masalah Anak di Awal 2020, Begini Kata Komisioner’, Tim KPAI, kpai.go.id (daring). Tautan: KPAIhttps://www.kpai.go.id/berita/sejumlah-kasus-bullying-sudah-warnai-catatan-masalah-anak-di-awal-2020-begini-kata-komisioner-kpai (diakses 12 Oktober 2020)

‘Mengembangkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus dalam Belajar (bagian 1)’, PPPPTK dan PLB, p4tktkplb.kemdikbud.go.id (daring). Tautan: https://p4tktkplb.kemdikbud.go.id/index.php/pages/sejarah-lembaga/mengembangkan-kemandirian-anak-berkebutuhan-khusus-dalam-belajar-bagian-1 (diakses 12 Oktober 2020)

‘Mengembangkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus dalam Belajar (bagian 2)’, PPPPTK dan PLB, p4tktkplb.kemdikbud.go.id (daring). Tautan:https://p4tktkplb.kemdikbud.go.id/index.php/pages/sejarah-lembaga/mengembangkan-kemandirian-anak-berkebutuhan-khusus-dalam-belajar-bagian-2 (diakses 12 Oktober 2020)

Gambar/Foto

Foto Bullying/Perudungan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, twitter.com (daring). Tautan: https://twitter.com/kpp_pa/status/1118371771680530432/photo/1

Foto Guru Mencatat Data, Cookie_Studio, freepik.com (daring). Tautan: https://www.freepik.com/free-photo/productive-smart-businesswoman-studying-report-hold-documents_9228858.htm#page=1&query=study%20report&position=23

Photo by Cliff Booth from Pexels
https://www.pexels.com/photo/happy-young-people-watching-on-a-laptop-4058223/

Beri Komentar