Mengapa Utang Indonesia Sampai Sebanyak Rp4,416 Triliun?

Rabia Edra

Oct 30, 2018 • 4 min read

Wow ternyata


Hai, Squad! Siapa nih di antara kamu yang mengikuti berita tentang ekonomi Indonesia di televisi, koran, ataupun sosial media? Kalau kamu sempat perhatikan, banyak sekali nih masyarakat yang menuai protes akibat angka utang Indonesia yang begitu tinggi hingga mencapai 4,416 Triliun hingga akhir bulan kemarin. Kira-kira kenapa sih negara kita harus berhutang sebanyak itu? Yuk, kita pelajari bersama alasannya.

1. Membangun infrastruktur

utang indonesiaContoh infrastruktur yang dibangun (Sumber: freepressjournal.in)

Kamu tahu apa itu infrastruktur? Pelabuhan, jalan tol, bandara adalah beberapa contoh insfrastruktur yang dibangun dengan menggunakan dana utang. Hal ini dianggap pemerintah sebagai kegiatan produktif yang nantinya akan mendatangkan pendapatan untuk negara kita. Setuju, dong? Infrastruktur tersebut setelah selesai pembangunannya nanti mampu meningkatkan distribusi atau pengiriman barang dan jasa. Tidak ada lagi harga-harga barang yang melonjak tinggi di wilayah Indonesia Timur. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat, kemiskinan dan ketimpangan pun dapat terminimalisir.

Sejauh ini, pemerintahan Presiden Jokowi-Jusuf Kalla membuktikan setidaknya sudah ada 15 bandara baru yang diresmikan selama 4 tahun beliau memimpin. Ada yang tahu di mana? Antara lain di Tambrauw (Papua Barat), Anambas (Riau), Maratua (Kalimantan Utara), dan Morowali (Sulawesi Tengah). Selain itu, ada pula  369 kilometer spoor rel kereta, dan 397 kilometer jalan tol yang sudah ‎beroperasional. Wah, hebat!

2. Menutupi Kekurangan Anggaran

utang IndonesiaSri Mulyani menyarankan investasi untuk kekurangan anggaran (Sumber: tilik.id)

Kebutuhan negara kita dalam waktu satu tahun sangat banyak sekali. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dirancang setiap tengah tahun, belum tentu mampu membiayai segala rencana program yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan bahwa kementerian atau pemerintah daerah tidak boleh hanya mengandalkan anggaran yang ada. Ibu Sri bilang, “Butuh waktu 20 tahun untuk bisa membiayai seluruh proyek yang ada jika menggunakan APBN”. Coba kamu bayangkan kalau harus menunggu waktu selama itu? Bisa-bisa Indonesia semakin tertinggal.   

Dikutip dari kompas.com, Ibu Sri mendorong agar kementerian dan pemerintah daerah mencari cara pembiayaan program melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Jadi, pemerintah kita menawarkan skema agar pihak swasta dapat mendanai sekaligus berinvestasi pada proyek pemerintah.

3. Menjalin Hubungan Luar Negeri dengan Negara Lain

utang indonesiaPresiden Jokowi dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Sumber: mediaharapan.com)

Squad, tahukah kamu bahwa Indonesia tidak melakukan utang dengan sembarang pihak, lho. Pemerintah kita akan sangat hati-hati untuk mencari sumber pinjaman, salah satunya dengan strategi membangun hubungan bilateral. Ada negara-negara tertentu yang ditargetkan untuk memberi bantuan dana pada negara kita. Salah satu contohnya, yaitu Jepang. Mungkin banyak yang belum tahu bahwa sejak tahun 2009, Indonesia telah melakukan penjualan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi mata uang Jepang, Yen bernama Samurai Bonds. Maksudnya kira-kira apa, ya?

Begini, Indonesia menerbitkan sertifikat berhargai bagi para investor Jepang yang mau melakukan investasi/pendanaan, tanpa mereka harus menukarkan mata uangnya dalam bentuk rupiah. Lebih memudahkan untuk menarik investor, bukan? Dalam konteks ini, negara kita bukan hanya membutuhkan pendanaan dari Jepang tapi juga sekaligus ingin merekatkan hubungan dua negara.

Squad, sekarang sudah pada tahu ‘kan apa saja kegunaan dari utang Indonesia? Jangan berpikir negatif dulu, ya! Sebab, nggak semua masalah peminjaman dana dari pihak lain untuk membiayai proyek di Indonesia itu buruk. Nah, ternyata belajar ekonomi itu seru ya? Pelajari topik yang lain lagi yuk di ruangbelajar, dan buatlah #BelajarJadiMudah.

ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts