Pengertian atau Bagian Antigen dan Antibodi Pada Tubuh| Biologi Kelas 11

Mengenal Antigen dan Antibodi

Squad, sudah pernah mendengar istilah tentang Antigen dan Antibodi? Itu berbeda atau sama saja, ya? Nah, ternyata antigen dan antibodi itu nggak sama, lho. Supaya lebih jelas, yuk, mengenal antigen dan antibodi! 

Antigen (imunogen)

Antigen merupakan zat yang merangsang respons imunitas, terutama dalam menghasilkan antibodi. Antibodi yang dihasilkan berupa zat molekul besar seperti protein dan polisakarida, contohnya permukaan bakteri. Antigen dapat berupa bakteri, virus, protein, karbohidrat, sel-sel kanker, atau racun.

Bagian-bagian antigen

Antigen memiliki 2 bagian yang harus kamu ketahui. Kedua bagian tersebut adalah epitop dan hapten.   

1. Determinan antigen (epitop)

Epitop merupakan bagian antigen yang dapat membangkitkan respons imunitas, atau dengan kata lain, dapat menginduksi pembentukan antibodi. Satu antigen tersusun dari 2 atau lebih molekul epitop. 

2. Hapten

Hapten adalah molekul kecil yang hanya bisa menginduksi produksi antibodi jika bergabung dengan carrier yang bermolekul besar. Oleh karena itu, hapten memiliki sifat imunogenik. Hapten dapat berupa obat, antibiotik, dan kosmetik.

Antibodi (imunoglobulin)

Antibodi atau imunoglobulin adalah protein larut yang dihasilkan oleh sistem imunitas sebagai respons terhadap keberadaan suatu antigen dan akan bereaksi dengan antigen tersebut. Ada lima kelas imunoglobulin yang harus kamu ketahui nih. Yuk, belajar bersama-sama! 

IgG

IgG berjumlah paling banyak (80%) dan akan lebih besar pada kontak ke 2, 3, dan seterusnya. IgG dapat menembus plasenta dan memberikan imunitas pada bayi. Selain itu, IgG juga merupakan pelindung terhadap mikroorganisme dan toksin, dapat mengaktivasi komplemen, dan dapat meningkatkan efektivitas sel fagositik.

IgA

Berjumlah 15%, IgA dapat ditemukan pada zat sekresi seperti keringat, ludah, air mata, ASI, dan sekresi usus. IgA berfungsi untuk melawan mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh.

IgM

IgM adalah antibodi yang pertama kali tiba di lokasi infeksi, menetap di pembuluh darah dan tidak masuk ke jaringan. IgM berumur pendek dan berfungsi untuk mengaktivitasi komplemen dan memperbanyak fagositosis.

IgD

IgD memiliki fungsi memicu respons imunitas dan banyak ditemukan di limfosit B. Meskipun demikian, IgD berjumlah sedikit pada limpa dan serum darah.

IgE

Antibodi ini terikat pada reseptor sel mast dan basofil. IgE menyebabkan pelepasan histamin dan mediator kimia lainnya. Selain itu, IgE banyak ditemukan dalam darah dengan konsentrasi rendah dan kadarnya meningkat ketika bereaksi terhadap alergi.

Interaksi Antibodi dan Antigen

Tahukah kamu? Antibodi memiliki sisi pengikat antigen pada daerah variabel dan antigen memiliki sisi penghubung determinan (epitop). Oleh karena itu, kedua sisi akan berikatan membentuk kompleks antigen dan antibodi. Nah, mekanisme pengikatan antibodi ke antigen dapat melalui beberapa cara, lho. Yuk kita simak satu persatu!

1. Fiksasi komplemen

Dalam fiksasi komplemen terjadi aktivasi sistem komplemen oleh kompleks antigen-antibodi. Komplemen memiliki 20 protein serum yang berbeda. Ketika infeksi, protein serum pertama teraktivasi dan mengaktifkan protein serum selanjutnya secara jalur berantai (efek domino). Hasil reaksi komplemen tersebut akan melisiskan sel-sel patogen dan virus. Fiksasi komplemen menghasilkan 2 jenis efek yang disebut dengan sitolisis dan inflamasi. Seperti apa, ya? Simak gambar di bawah ini, ya! 

Mengenal Antigen dan Antibodi

2. Netralisasi

Netralisasi menyebabkan antibodi menutup sisi penghubung determinan antigen, sehingga antigen tidak berbahaya dan akhirnya dapat dicerna oleh sel fagosit.

3. Aglutinasi (penggumpalan)

Yang dimaksud dengan aglutinasi adalah kondisi ketika satu antibodi memiliki minimal 2 pengikatan. Semua sisi pengikatan tersebut berikatan dengan antigen berupa materi partikel seperti sel darah merah atau bakteri. Oleh karena itu, kompleks besar dengan mudah difagosit oleh makrofag.

4. Presipitasi (pengendapan) 

Presipitasi adalah pengikatan silang molekul-molekul antigen yang terlarut dalam cairan tubuh. Setelah terendapkan, antigen dikeluarkan dan dibuang melalui fagositosis.

Setelah kenalan dengan antigen dan antibodi, kamu nggak akan ketuker dong ya, yang mana antigen dan yang mana antibodi? Nah, supaya makin jago, kuy belajar lebih lanjut tentang antigen dan antibodi pakai Ruangguru On-The-Go! kalau belajar pakai Ruangguru On-The-Go!, kamu bisa nonton video belajar tanpa kuota lho. Gimana caranya? Cukup colok aja USB-nya di HP-mu! Yuk, dapatkan Ruangguru On-The-Go! sekarang. 

ruangguru on the go

Beri Komentar