Blog Ruangguru

    Mengenal Objektivitas dalam Kehidupan Sosial

    By Fauzan Adhima · Feb 13, 2018

    sosiologi_10.jpg

    Halo, RG Squad. Ketika kamu bersosialisasi dengan orang sekitar, tentu kamu akan berhadapan dengan suatu objektivitas. Yang dimana objektivitas tersebut memiliki banyak maknanya. Nah, dalam hidup kita ini terdapat objektivitas kehidupan sosial yang menentukan penjelasan seperti realitas objektif, realitas subjektif, dan hukum konstruktif. Dalam artikel di bawah ini, kita akan mempelajarinya bersama secara bertahap ya.

    Realitas Objektif

    Untuk realitas pertama ini kita akan mengetahui jika kehidupan manusia yang sering di hadapi sehari-hari merupakan suatu fakta (benar adanya). Atau dengan kata lain hanya masyarakatlah yang dapat mempengaruhi dan mengubah bentuk perilaku manusia tersebut dengan suatu aturan. Atau yang sebenarnya, hanyalah produknya tersendiri. Dalam hal ini juga, kehidupan manusia itu bisa digambarkan hanya sebagai objek, lho.

    Serta tak luput juga sebagai sasaran dari dalam aturan itu sendiri. Untuk lebih mudahnya kamu dapat memahami materi realitas objektif di bawah ini, kita akan memberikan sedikit gambaran buat kamu ya:

    “Sarana belajar merupakan peranan yang penting terhadap kemajuan belajar seorang siswa. Dengan adanya kelengkapan belajar tersebut dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar yang akan dicapai siswa.”

    Contoh Ketika Objek Diperlakukan Subjek.png

    Ilustrasi ketika objek diperlakukan subjek

    Berdasarkan contoh di atas, siswa siswa dapat menjadi objek dari sarana belajar yang diciptakan oleh si manusia itu sendiri. Prestasi belajar siswa pun dipengaruhi oleh sarana belajar, yang merupakan faktor eksternal di luar dirinya. Dalam sudut pandang suatu kehidupan ojektif tidak mempertimbangkan motivasi dan kemampuan seseorang secara pribadi. Dapat dikatakan bahwa prestasi siswa dipengaruhi oleh sarana belajar, tanpa melihat minat, motivasi dan upaya pribadinya.

    Sifat dari realitas sosial objektif dapat juga berlaku umum, seperti halnya hukum fakta sosial dari Emiel Durkheim yang juga mempunyai sifat memaksa di luar individu masing - masing. Objek Realitas ini juga dapat dikatakan sebagai pengetahuan manusia yang bersifat massal (umum). Untuk contoh yang kedua sebagai berikut

    “ Dengan rajin belajar maka prestasi siswa akan meningkat”

    Contoh Ketika Subjek Memperlakukan.png

    Ilustrasi Ketika Subjek Memberlakukan

    Nah, dari contoh diatas tadi kita dapat melihat realitas objektif (pengetahuan massal) yang berarti diberlakukannya aturan untuk rajin belajar, membuat siswa sebagai objek aturan serta dapat meningkatnya prestasi dari siswa tersebut. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dengan pandangan tersebut juga dapat menimbulkan pertanyaan, lho.

    Lalu, seperti apa ya sebenarnya perwujudan dari rajin belajar tersebut? Memang, realitas objektif ini sendiri tidak melihat karakter unik dari masing - masing individu. Melainkan, masyarakat sepakat bahwa rajin belajar merupakah langkah yang kongkret untuk meningkatkan pretasi dari siswa (objek) itu sendiri. Namun, dari pemahaman di atas ini sendiri akan sangat banyak ragam maknanya, lho.

    Realitas Subjektif

    Kehidupan manusia yang sering dihadapi sehari - hari dapat dilihat dari sudut pandang pelaku atau subjeknya. Kenyataannya justru banyak realitas yang tidak terjelaskan ketika dilihat dari sisi objeknya saja. Jadi, supaya memiliki penjelasan yang baik (komprehensif) perlu dilihat dari kacamata pelaku atau subjeknya ya. Sebagai contoh dibawah ini

    “Jenifer memiliki gagasan yang sedikit unik dari kebanyakan orang, dimana ia belajar justru sambil mendengarkan music rock, selain itu intensitas belajar yang sedikit namun rutin dinilainya ampuh untuk mencapai prestasi yang diinginkan, menurutnya prestasi bukanlah nilai dan piala, akan tetapi kebermanfaatannya untuk orang lain.

    Contoh Ketika Subjek Memberlakukan.png

    Ilustrasi Ketika Subjek Memberlakukan

    Berdasarkan contoh di atas, jenifer berperan sebagai subjek yang berusaha untuk mengungkapkan gagasan-gagasan baru terhadap cara-cara yang selama ini telah disepakati bersama oleh sebagian besar orang. Dan mengapa jenifer ini melakukan hal yang tidak umum di mata masyarakat ya, Squad? Karena, jenifer dinilai sebagai subjek aktif yang mengkonstruksi hal yang sudah dipahami oleh masyarakat tentang cara belajar dan pemahaman prestasi. Lalu, ada apa lagi ya dalam kehidupan objektivitas sosial ini? Yuk, kita simak pembahasan yang terakhir dibawah

    Baca juga: Pengertian Sosiologi dan Objek Studinya

    Kehidupan Sosial Merupakan Proses Objektivikasi 

    Apakah kalian tahu yang dimaksud dengan objektivikasi? Objektivikasi merupakan proses gagasan dari masing-masing individu yang terekstrenalisasi dengan cara diinteraksikan kepada individu yang lainnya. Dan ketika gagasan itu disepakati dan menjadi gagasan umum di masyarakat, itulah realitas sebenarnya yang berubah menjadi realitas objektivitas ini. Agar kalian lebih mudah mengerti, kamu dapat melihat contoh berikut ya!

    “Alfredo merupakan ilmuan yang tinggal di desa nelayan. Selama proses penelitian, dia mengugkapkan terjadinya penurunan populasi penyu di laut akibat penangkapan besar oleh nelayan. Karena kedekatanya dengan para nelayan Alfredo sering sekali berkumpul dan mengobrol denganya. Ketika saling berkumpul, ia mengungkapkan gagasannya kedapa nelayan untuk tidak menangkap penyu. Hal tersebut langsung saja disepakati oleh nelayan, karena seblumnya dari merekapun sudah sadar bahwa penangakapan penyu berakibat terhadap kepunahannya. Akhirnya, seluruh nelayan secara bertahap tidak lagi menangkap penyu, secara adatpun sepakat bahwa penangkapan penyu akan mendapatkan sanksi. Aturan yang telah dibuat dan disepakati bersama di sosialisasikan kepada pemuda-pemuda di desa tersebut yang nantinya akan berprofesi sebagai nelayan.”

    Contoh Proses Objektifikasi.png

    Ilustrasi Proses Objektivikasi

    Dari ilustrasi diatas dapat kita simpulkan, suatu kehidupan sosial merupakan proses yang ter-objektivikasi dan individu didalamnya selalu memiliki gagasan untuk menciptakan suatu aturan untuk mengatur kehidupannya. Dan semua elemen ini bergerak secara dialektis (saling mempengaruhi).

    Jadi, kesimpulan dari mengenal objektivitas dalam kehidupan sosial ini adalah suatu realitas yang terbentuk secara sosial. Sebagai contoh sebuah institusi media yang akan menjadi objek mempengaruhi dan dipengaruhi oleh masyarakatnya. Okay, sekian dulu pembahasan secara detail mengenai realitas objek. Materi ini dapat kamu dapatkan di ruangbelajar. So, langsung cek aja ya!

    New Call-to-action

    Share this:

    Tags: konsep pelajaran, SMA, Kelas X, sosiologi x

    Tulis Komentarmu

    Paling Banyak Dibaca

    Subscribe Blog Ruangguru