Mengenal Sistem Koloid

Created by : Karina Dwi Adistiana
on Mar 8, 2018 3:54:56 PM

Kimia_11.jpg

RG Squad, kalian pasti pernah makan burger ‘kan? Di dalam burger biasanya dibubuhi mayones di antara lapisan daging dan sayurannya. Duh jadi laper. Eh, tapi bukan itu yang mau dibahas. Kamu tahu nggak apa saja bahan untuk membuat mayones? Ternyata mayones dibuat dari campuran beberapa bahan di antaranya minyak dan telur. Dalam kimia, campuran antara dua zat atau lebih biasa disebut koloid. Ada banyak sekali sistem koloid dalam kehidupan kita. Apakah sistem koloid itu? Apa saja fenomena sistem koloid dalam kehidupan sehari-hari? Kuy, simak penjelasan di bawah ini, Squad!

Koloid merupakan campuran dari dua zat atau lebih yang tersebar secara merata dengan ukuran partikel terdispersi antara 1-1000 nm. Sedangkan, sistem koloid adalah bentuk campuran yang keadaanya terletak di antara larutan dan suspensi (campuran kasar) dan memiliki sifat-sifat yang khas.

Berdasarkan pengertian di atas, kamu tahu nggak apa saja contoh dari sistem koloid ini? Ya, betul. berbagai bahan makanan yang merupakan campuran dua zat (larutan dan suspensi) itu juga termasuk ke dalam sistem koloid. Seperti misalnya, mayones, keju, nasi, dan roti. Contoh di luar bahan makanan? Cat, kosmetik, dan obat-obatan juga termasuk. Bahkan, darah yang ada di dalam tubuh kita itu sistem koloid. Kok bisa? Hayo, coba kamu ingat. Kira-kira apa saja komposisi darah di dalam tubuh kita?

Berdasarkan fasenya, sistem koloid terbagi menjadi dua yaitu fase terdispersi dan fase pendispersi. Berdasarkan kedua fase tersebut, jenis koloid dibagi menjadi 8 golongan:

fase koloid.png

Sistem koloid mempunyai sifat khas yang berbeda dengan sifat sistem-sistem dispersi lainnya. Sifat-sifat koloid yang khas misalnya Efek Tyandall, Gerak Brown, adsorpsi dan koagulasi. Kita bahas satu per satu yuk Squad.

EFEK TYNDALL

Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Ketika berkas cahaya diarahkan ke larutan, cahaya tersebut akan diteruskan sehingga kita tidak bisa melihatnya. Kenapa? Hal ini dikarenakan larutan bersifat homogen. Di sisi lain, ketika berkas cahaya diarahkan ke partikel-partikel koloid dan suspensi, berkas sinar akan dihamburkan sehingga jejaknya dapat terlihat.

efek tyndall.jpg

 Ilustrasi Efek Tyndall (Sumber: chemistryonline.guru)

Contoh Efek Tyndall dalam kehidupan sehari-hari yaitu saat di bioskop. Sorot lampu proyektor akan tampak jelas ketika ada asap rokok yang melewatinya, sehingga gambar film yang ada di layar menjadi tidak jelas. Hal ini karena adanya hamburan cahaya oleh partikel-partikel asap rokok yang menyebabkan daya tembus lampu proyektor menjadi berkurang.

 

GERAK BROWN

Gerak Brown adalah gerak acak, gerak tidak beraturan atau gerak zig zag partikel koloid. Gerakan ini terjadi karena benturan tidak teratur antara partikel koloid terdispersi dan medium pendispersi. Benturan ini mengakibakan partikel koloid bergetar dengan arah tidak beraturan dan jarak yang pendek. Gerak zig zag akibat benturan dari partikel pendispersi menyebabkan sistem koloid tetap stabil, tetap homogen, dan tidak mengendap.

Gambar terkait

Ilustrasi Gerak Brown (Sumber: pinterest.com)

 

ADSORPSI

Adsorpsi merupakan peristiwa menempelnya muatan di permukaan parikel-partikel koloid. Adsorpsi terjadi karena adanya kemampuan partikel koloid untuk menarik (ditempeli) oleh partikel-partikel kecil. Kemampuan untuk menarik ini disebabkan adanya tegangan permukaan koloid yang cukup tinggi. Alhasil, ketika ada partikel kecil yang menempel ke koloid, partikel itu akan cenderung tidak mudah lepas (tetap menempel). Zat-zat teradsorpsi dapat terikat kuat membentuk lapisan yang tebalnya tidak lebih dari satu atau dua lapisan partikel. Partikel koloid mampu menyerap molekul netral atau ion-ion pada permukaannya. Ketika partikel koloid menyerap ion bermuatan, ion-ion tersebut akan menempel pada permukaannya dan partikel koloid tersebut menjadi bermuatan.

 

Hasil gambar untuk adsorpsi

Adsropsi pada Fe(OH)3 (Sumber: nafiun.com)

 

KOAGULASI

Koagulasi adalah peristiwa terjadinya pengendapan pada koloid. Penggumpalan partikel terjadi karena adanya kerusakan stabilitas sistem koloid atau karena penggabungan partikel koloid yang berbeda muatan sehingga membentuk partikel yang lebih besar. Koagulasi dapat dipengaruhi oleh pemanasan, pendinginan, penambahan elektrolit, pembusukan, pencampuran koloid yang berbeda muatan, dan elektroforesis. Contoh koagulasi koloid dalam kehidupan sehari-hari yaitu pada penggumpalan susu yang basi dan telur yang direbus hingga membeku.

Hasil gambar untuk koagulasi koloid

Ilustrasi sifat koagulasi (Sumber: bisakimia.com)

 

 Baca Juga: Dampak Pembakaran Bahan Bakar terhadap Lingkungan

Oke Squad, sekarang kamu sudah jauh lebih paham 'kan materi sistem koloid ini? Kalau kamu masih punya pertanyaan, langsung saja tanyakan melalui ruangguru digitalbootcamp. Kamu bisa bertanya sekaligus berdiskusi bersama 20 teman-teman se-Indonesia lho, dan dibimbing oleh tutornya langsung. Seru 'kan? Ayo gunakan sekarang supaya #BelajarJadiSeru!

New Call-to-action

Tags: konsep pelajaran SMA Kelas XI kimia xi

Tulis Komentarmu