Orang Tua Harus Persiapkan 3 Hal ini Sebelum Anak Mengikuti Ujian Mandiri

Aisya Maura Jun 11, 2018 • 3 min read


Halo, Bapak/Ibu! Bagaimana persiapannya dalam menemani sang buah hati menghadapi masa seleksi masuk penerimaan perguruan tinggi? Selain seleksi melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN, beberapa perguruan tinggi menyelenggarakan proses penerimaan mahasiswa melalui jalur lain, Pak/Bu, yaitu Ujian Mandiri. Apakah sebelumnya Bapak/Ibu pernah mendengar tentang Ujian Mandiri? Ujian Mandiri (UM) adalah salah satu proses seleksi masuk penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi tertentu yang diadakan setiap tahun. Nah, untuk menemani buah hati yang akan mengikuti UM  tentu membutuhkan amunisi yang berbeda pula, lantas apakah Bapak/Ibu sudah mulai mencari tahu mengenai apa saja yang harus dipersiapkan sebelum anak mengikuti Ujian Mandiri? Mari, simak penjelasannya di bawah! 

motheranddaughter2x
(Sumber: cahsd.com)

1. Bimbingan Belajar yang Lebih Mahal

Ujian Mandiri umumnya diselenggarakan setelah SBMPTN telah selesai dilaksanakan. Bahkan, beberapa perguruan tinggi sengaja melaksanakan Ujian Mandiri setelah pengumuman penerimaan mahasiswa baru jalur SBMPTN diedarkan. Tujuannya agar para siswa tidak patah semangat dan memiliki kesempatan lagi untuk mengejar perguruan tinggi impiannya. Oleh karena itu, tidak heran jika persaingan dalam Ujian Mandiri masih tergolong cukup ketat. Saat ini, berbagai bimbingan belajar menawarkan paket belajar khusus untuk Ujian Mandiri, yang tentunya tidak murah. Karena sistem belajar yang lebih intensif serta total durasi belajar yang lebih lama, maka biaya bimbel Ujian Mandiri yang harus dibayarkan menjadi lebih besar. Untuk memastikan buah hati mendapatkan pendidikan yang berkualitas, Bapak/Ibu tidak boleh salah pilih dalam menentukan bimbingan belajar ya, Pak/Bu. 

2. Biaya Kuliah yang Lebih Besar

Selain biaya bimbel yang lebih mahal, apabila buah hati diterima di perguruan tinggi impian melalui jalur Ujian Mandiri, Bapak/Ibu harus terlebih dahulu mengetahui bahwa biaya perkuliahan yang dibebankan menjadi lebih mahal. Hal tersebut dikarenakan adanya uang pangkal yang dibebankan sebanyak 1 kali pada awal pendaftaran ulang serta biaya uang kuliah tunggal (UKT) yang dibebankan per semester termasuk golongan tinggi. Besarnya uang pakal dan UKT berbeda-beda bergantung dengan kebijakan yang diterapkan di perguruan tinggi tersebut. Oleh karena itu, perlu perencanaan keuangan yang matang apabila buah hati Bapak/Ibu diterima perguruan tinggi melalui jalur ujian mandiri. 

parents-adult-children-570x225(Sumber: nerdwallet.com)

3. Dukungan Moral pada Buah Hati

Bapak/Ibu, pemberian dukungan moral pada buah hati merupakan hal yang sangat penting, terutama di masa seleksi penerimaan mahasiswa baru. Diakui atau tidak, buah hati Bapak/Ibu pada satu saat pasti merasakan kesedihan  karena belum diterima di perguruan tinggi impiannya. Kehadiran Bapak/Ibu di sampingnya mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri serta semangat untuk terus mengejar impiannya. Seringkali sisi psikologis anak tidak menjadi fokus utama, yang karenanya hanya memperkeruh suasana. Mulai sekarang, Bapak/Ibu bisa mulai bertanya pada buah hatinya mengenai kesulitan apa yang dirasakan saat ini dan bertukar solusi untuk menyelesaikannya. Jadi pendengar yang baik untuk buah hati Anda dan menjadi teman baginya untuk bertukar pikiran. 

Tiga hal di atas adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan Bapak/Ibu sebelum anak mengikuti Ujian Mandiri. Selain itu, agar persiapan buah hati semakin maksimal untuk menghadapi Ujian Mandiri, Bapak/Ibu dapat menggunakan fitur ruangles dari Ruangguru untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar. Melalui ruangles, buah hati Bapak/Ibu ditemukan dengan guru berkualitas yang siap untuk menjelaskan materi-materi yang sebelumnya kurang dipahami. Tetap semangat dalam menemani buah hati menghadapi seleksi penerimaan perguruan tinggi ya, Pak/Bu!

ruangles

Beri Komentar