Winny: “Semakin Mengenal Guru, Semakin Kagum Dengan Sosok Guru”

Ruangguru Mar 1, 2016 • 6 min read


Winny Yuliana, Junior Business Analyst di Ruangguru.com
Winny Yuliana, Junior Business Analyst di Ruangguru

Pada People Behind The Scene kali ini, kita akan berkenalan dengan salah satu anggota Ruangguru yang sangat berperan dalam proses seleksi dan pengembangan kapasitas guru-guru di Ruangguru. Winny Yuliana, atau akrab dipanggil Winny, adalah Junior Business Analyst di Ruangguru. Gadis kelahiran Jakarta ini menyukai tulisan Habiburrahman El Shirazy, seperti Ayat-Ayat Cinta 2. Winny yang merupakan lulusan Universitas Padjajaran jurusan Psikologi, awalnya magang di Ruangguru sampai akhirnya menjadi pegawai full time.

Seperti apa pengalaman Winny di Ruangguru? Yuk kita simak ceritanya! :)

RG: Bagaimana awal cerita kamu bisa magang lalu bekerja di Ruangguru?

Winny: Awalnya, saya mengetahui Ruangguru karena pernah mengikuti acara yang diadakan oleh Ruangguru yang membahas tentang startup. Dari situ saya menjadi tertarik dengan startup ini, karena menurut saya startup yang bergerak di bidang pendidikan itu ‘tidak biasa’. Kemudian saya follow media sosial-nya mulai dari Twitter, Facebook maupun Instagram.

Lalu, saya melihat ada kabar lowongan untuk magang posisi Content Development dan saya mencoba untuk apply. Alhamdulillah saya pun lolos wawancara dan menjalani magang selama 3 bulan. Setelah menyelesaikan program magang, saya akhirnya mendapatkan tawaran untuk bekerja full time di Ruangguru.

RG: Apa yang membuat kamu tertarik bekerja di startup?

Winny: Dari acara yang pernah saya ikuti itu, saya menjadi terinspirasi untuk berpartisipasi dalam startup. Saya menjadi tertantang untuk masuk ke perusahaan yang menuntut saya untuk lebih kreatif, tanpa dibatasi dengan sistem yang telah ada.

Di sisi lain, bekerja di startup itu membuat kita untuk harus nyaman dengan ambiguitas dan siap menghadapi kegagalan. Menurut saya, itu merupakan hal yang menarik untuk memiliki kondisi lingkungan kerja seperti itu karena bisa mendorong kita untuk bisa mengembangkan diri lebih cepat dengan adanya tuntutan yang tinggi.

RG: Lalu, apa yang membuat kamu tertarik dengan bidang pendidikan?

Winny: Awalnya saya tidak menyadari ketertarikan saya dalam bidang pendidikan, tetapi setelah melihat ke belakang, saya baru menyadari bahwa pengalaman yang saya miliki banyak yang berhubungan dengan bidang pendidikan. Pengalaman saya di antaranya:

Tahun 2014:

  • Fasilitator untuk training “Bandung Muda Juara” yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk mengedukasi siswa tingkat SMP Al-Farisi mengenai self and social development
  • Salah satu fasilitator untuk Pelatihan Pengembangan Diri yang diadakan ITENAS (Institut Teknologi Nasional) untuk mengedukasi mahasiswa baru dalam merencanakan program studi maupun konsep diri.

Tahun 2015:

  • Salah satu fasilitator untuk Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan yang diadakan oleh ITENAS untuk mengedukasi siswa mengenai membangun dan mengembangkan proyek kewirausahaan.
  • Salah satu fasilitator untuk Pelatihan Pengembangan Kepemimpinan yang diadakan oleh ITENAS untuk mengedukasi mahasiswanya dalam performa kepemimpinan di kehidupan sehari-hari maupun berorganisasi.
  • Guru freelance pelajaran Matematika, Fisika dan Bahasa Inggris di Jakarta untuk kurikulum tingkat SMP.

Berkat pengalaman tersebut, saya jadi tertarik untuk meneruskan ketertarikan saya di bidang pendidikan. Meskipun posisi saya di Ruangguru tidak tertulis membutuhkan seseorang yang memiliki latar belakang di bidang Psikologi, banyak hal yang saya pelajari saat kuliah yang bisa di aplikasikan di sini. Dan, justru itulah yang membedakan saya dengan yang lain karena kemampuan saya.

RG: Apa posisimu sekarang di Ruangguru? Apa saja yang kamu kerjakan?

Winny: Posisi saya di Ruangguru adalah sebagai Junior Business Analyst untuk Tim Guru. Di sini, saya bertanggung jawab untuk mengembangkan dan melaksanakan berbagai inisiatif yang bisa dilakukan untuk mendukung rekrutmen dan pengembangan kapasitas guru di Ruangguru. Saya menentukan kriteria maupun pengalaman guru seperti apa yang kami butuhkan. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan demand yang ada, mulai dari pelajaran apa yang paling dicari maupun waktu ketersediaan mengajar agar kebutuhan calon murid dapat terpenuhi.

RG: Hal apa saja yang dilakukan dalam seleksi guru?

Winny: Pertama, yaitu menguji seberapa jauh calon guru menguasai materi. Untuk menguji hal tersebut, kami memberikan tes kepada guru berupa soal untuk dikerjakan sesuai dengan tingkat murid yang akan diajarkan.

Kedua, kami melakukan micro teaching sebagai simulasi belajar untuk mengetahui kemampuan calon guru dalam mengajar. Micro teaching ini ada yang dilakukan secara tatap muka maupun online. Untuk yang kemampuan mengajar secara online, ini penting untuk diuji terutama untuk guru yang akan mengajar melalui aplikasi kami. Jadi kami bisa melihat bagaimana calon guru berinteraksi dengan murid dalam memecahkan soal yang ditanyakan. Apalagi, masih ada guru yang belum terbiasa dengan sistem mengajar secara online.

RG: Apa saja kendala yang dihadapi saat mencari guru?

Winny: Menurut saya, mencari guru "paket lengkap" merupakan tantangan tersendiri. Ruangguru mencari guru yang siap mengajar baik dalam penguasaan materi, keterampilan mengajar, hingga attitude menjadi guru karena kami ingin memberikan yang terbaik kepada seluruh murid di Ruangguru.

RG: Sebagai lulusan Psikologi, hal apa saja yang bisa kamu aplikasikan di pekerjaanmu?

Winny: Ada dua hal yang saya aplikasikan di pekerjaan saya: observasi dan wawancara. Dengan observasi saya mencoba menilai kualitas guru dengan memperhatikan perilaku yang ditunjukkan selama proses seleksi. Pada tahap wawancara, saya menentukan kriteria seperti apa yang dicari dari seorang guru, seperti pengalaman yang dibutuhkan, serta bagaimana menggali pengalaman yang dimiliki dengan memberikan pertanyaan yang konkrit.

Bagi saya, dengan memberikan pertanyaan yang tepat, kita juga akan mendapatkan jawaban sesuai dengan yang kita cari untuk mengetahui potensi terbaik dari seseorang.

RG: Bagaimana kesan kamu berinteraksi dengan guru?

Winny: Dengan sering berinteraksi dengan guru, membuat saya semakin kagum dengan sosok guru. Ini merubah bagaimana cara pandang saya terhadap seorang guru dan memberikan kesan tersendiri.

Hal yang paling saya kagumi dari guru adalah kepekaannya dengan kebutuhan orang lain. Ini terlihat saat guru sedang berinteraksi dengan murid. Seorang guru selalu memastikan apakah muridnya sudah sepenuhnya mengerti atau belum, lalu mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki murid. Misalnya, ada saja murid pelajaran Matematika yang hitungannya kuat tetapi untuk memahami konsep rumus tertentu masih lemah. Dari situ, seorang guru mencoba mencari cara yang efektif agar murid bisa meningkatkan kemampuan memahami konsep. Dan semakin saya sering bertemu dengan guru, saya menyadari bahwa sikap seperti itulah yang dimiliki oleh seorang guru dimana pun.

Selain itu, guru itu juga tepat waktu, sehingga lebih menghargai waktu orang lain juga. Guru itu juga cerdas karena sangat kritis dan banyak bertanya. Inilah hal yang membuat saya semakin kagum. Dengan kekaguman tersebut, saya menjadi nyaman untuk berinteraksi dengan guru karena dipikiran saya sudah tertanam citra positif. Apalagi guru itu juga rela mengorbankan waktunya untuk orang lain. Menurut saya, mengajar itu bukanlah hal yang mudah tetapi mereka tetap semangat untuk menjalani hal itu. Semakin mengenal guru, semakin saya kagum dengan sosok guru.

RG: Apa hal yang kamu senangi di Ruangguru?

Winny: Saya sudah bergabung selama 9 bulan bila terhitung dari magang. Yang saya sukai di sini adalah lingkungannya yang dipenuhi oleh anak muda. Jadinya bisa santai, tanpa merasakan adanya pressure yang disebabkan oleh gap umur. Terkadang, kalau bekerja dengan rentang umur yang terlampau jauh, akan ada rasa segan yang membuat kita jadi kurang leluasa dalam berinteraksi.

Dengan rekan kerja yang relatif seumur, saya jadi bisa mendapatkan teman maupun sahabat di kantor ini. Jadinya, akan lebih mudah untuk mendapatkan support system. Meskipun seandainya ada saja yang umurnya beda jauh, tetapi mereka memiliki jiwa muda pula jadinya tetap bisa santai.

Hal lainnya, pakaiannya juga kasual jadinya tidak perlu kerepotan untuk mencari baju kantor dan tetap bisa memakai baju saat kuliah dulu, hihi.

RG: Apa harapan dan impian kamu untuk Ruangguru?

Winny: Semoga niat baik Ruangguru untuk memajukan pendidikan Indonesia bisa tercapai. Selain itu, harapan saya kedepannya akan terus berinovasi dalam menentukan strategi yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut.

RG: Wah, menarik sekali ya pengalamanmu. Terima kasih Winny sudah berbagi cerita :)

Beri Komentar