Vulkanisme : Pengertian, Jenis & Gejala | Geografi Kelas 10

Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Vulkanisme

Squad, setelah mengenal tentang tektonisme, sepertinya sekarang saatnya beralih ke vulkanisme, nih Squad! Siapa yang sudah mengenal vulkanisme? Squad, vulkanisme adalah pergerakan magma yang berada di dalam perut bumi. Magma tersebut berbentuk cair dan berpijar. Magma tersebut bergerak naik ke permukaan bumi melalui diatrema, yaitu saluran yang mirip pipa. Jika sudah sampai di permukaan bumi, magma berubah nama, lho! Hayo tebak, namanya jadi apa? Yap, betul banget, namanya berubah menjadi lava, Squad. Sekarang, yuk kita simak, apa saja sih yang harus kamu ketahui tentang vulkanisme! Kuy, keep scrolling ya. 

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Angin

Squad, tahukah kamu, peristiwa vulkanisme bisa membentuk kulit bumi menjadi cekungan, lho! Cekungan tersebut berfungsi sebagai mangkuk penampung lava, yang kemudian kita sebut sebagai kawah. Kawah yang sangat luas tetapi tidak terdapat di puncak gunung disebut dengan kaldera. 

jenis erupsi dan gejala vulkanisme

Gejala-Gejala Vulkanisme

Squad, dalam setiap peristiwa vulkanisme atau letusan gunung api, selalu ada materi-materi dari dalam bumi yang turut keluar. Materi-metari tersebut bisa berupa materi cair yang berupa lava atau materi padat yang disebut bahan piroklastika. Bahan piroklastika itu sendiri terdiri dari batu-batu besar atau bom, batu-batu kecil atau lapili, kerikil, pasir, dan abu vulkanis. 

Gejala Awal Vulkanisme

Squad, kira-kira apa saja ya, yang termasuk ke dalam gejala awal vulkanisme? Nah, berikut adalah tanda-tanda gejala awal vulkanisme:

gejala awal vulkanisme

Gejala-Gejala Post Vulkanis

Squad, di sekitar gunung api yang sudah tidak aktif atau sedang beristirahat ternyata ada gejala-gejala alami yang disebut sebagai gejala post vulkanis. Gejalanya apa saja, ya? Kuy simak informasinya di bawah ini! 

gejala post vulkanisme

3 Tipe Gunung Api

Squad, jika membicarakan tentang vulkanisme, tentu saja kita harus membicarakan tentang gunung api juga. Ada 3 tipe gunung api lho, Squad! Keberagaman tipe gunung api tersebut terjadi karena adanya lipatan dan penumpukan kulit bumi. Kira-kira, apa saja ya ketiga tipe gunung api tersebut? Kuy kita cek! 

A. Gunung Api Kerucut

Sesuai namanya, gunung api kerucut atau gunung api strato memiliki bentuk seperti kerucut lho, Squad. Jenis gunung api ini merupakan yang paling banyak ada di permukaan bumi. Gunung api kerucut terjadi karena adanya erupsi efusif (lelehan magma) dan erupsi eksplosif (letusan magma). Gunung api kerucut juga paling banyak terdapat di Indonesia. Contohnya Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

contoh vulkanisme Gunung merapi

Gunung Merapi (Sumber: Hipwee.com)

B. Gunung Api Perisai

Kenapa ya, gunung api perisai diberi nama demikian? Nah, ternyata gunung api perisai dinamakan demikian karena memiliki lereng yang landai seperti perisai. Faktor yang melatarbelakangi terbentuknya gunung api perisai adalah lava cair yang membeku karena adanya lava cair yang membeku. Proses pembekuan lava cair ini terjadi karena adanya erupsi effusif. Lelehan tersebut kemudian membentuk badan gunung. Contoh gunung api perisai adalah Gunung Maona Loa, Kilauea yang terletak di Kepulauan Hawaii. 

contoh vulkanisme Gunung Maona Lao

Gunung Maona Loa, Kilauea, Kepulauan Hawaii (Sumber: emaze.com)

C. Gunung Api Corong

Gunung api corong disebut juga dengan gunung api maar. Gunung api corong ini terbentuk karena letusan kuat yang kemudian membentuk timbunan eflata. Timbunan eflata ini berbentuk seperti corong. Lereng gunung api corong tidak terlalu curam dan memiliki kepundan, yaitu bagian tengah yang kedap air. Contohnya antara lain Danau Klakah di Gunung Lamongan.

Nah Squad, sekarang kamu sudah tahu kan, ternyata vulkanisme juga berpengaruh pada proses terjadinya gunung api. Kamu mau belajar lebih lanjut lagi? Yuk, belajar dengan video beranimasi di ruangbelajar. 

ruangbelajar

Beri Komentar