Pengertian Masalah Sosial dan 5 Kriteria untuk Menentukannya | Sosiologi Kelas 11

Rabia Edra Nov 28, 2017 • 4 min read


Masalah sosial

Siapa RG Squad yang suka nonton atau dengar lagu Korea? Kira-kira kamu tahu nggak nih fakta menarik yang terjadi di negeri ginseng tersebut? Setiap 100.000 laki-laki yang meninggal di Korea Selatan, 32.5% merupakan korban bunuh diri. Menurut Wikipedia, data ini merupakan yang tertinggi ketiga di dunia, lho. Awalnya persentase bunuh diri tersebut tidak setinggi itu. Namun, karena terus berulang-ulang akhirnya menjadi masalah sosial yang berat. Lalu, sebenarnya apa sih pengertian masalah sosial dan bagaimana cara kita menentukannya? Simak ya.

Sebenarnya, masalah adalah dampak dari berbagai interaksi sosial; interaksi sosial antarindividu, antarindividu dengan kelompok, atau antarkelompok. Dalam keadaan normal, interaksi sosial dapat menghasilkan integrasi. Di sisi lain, interaksi sosial juga dapat menghasilkan konflik dengan pihak lainnya.

Soerjono Soekanto mengungkapkan bahwa pengertian masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Soerjono Soekanto membedakannya menjadi 4 yaitu sebagai berikut:

  • Dari faktor ekonomis. Contoh: kemiskinan dan pengangguran
  • Dari faktor biologis. Contoh: wabah penyakit menular
  • Dari faktor psikologis. Contoh: bunuh diri
  • Dari faktor kebudayaan. Contoh: kenakalan remaja

Meskipun terkesan banyak, tetapi tidak semua masalah di masyarakat digolongkan sebagai masalah sosial, lho. Ada 5 kriteria yang bisa kita pakai untuk menentukannya:

1. Kriteria Umum

Masalah bisa terjadi karena adanya perbedaan antara nilai yang dianut masyarakat dengan kondisi di kehidupan nyata. Ini berarti ada ketidakcocokan antara persepsi masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi dengan kenyataan sebenarnya. Kriteria umum ini juga tidak bisa dipukul rata karena akan bergantung kepada nilai-nilai yang dianut masayarakat setempat. Seperti misalnya, di kebanyakan daerah di Indonesia, memakai bikini di pantai masih dianggap sebagai hal yang kurang sopan, tetapi tidak demikian di Eropa atau Amerika Serikat.

2. Sumber Masalah Sosial

Ada berbagai macam sumber, selain muncul dari kondisi dan proses sosial, juga dapat berasal dari bencana alam, lho. Dampaknya banjir misalnya, bisa saja korban-korbannya menjadi miskin karena segala harta bendanya hanyut terseret banjir. Nah, “kemiskinan” inilah yang merupakan masalah. Bukan banjirnya.

pengertian masalah sosial

3. Pihak yang Menetapkan Masalah Sosial

Masalah sosial tentu tidak bisa “diklaim” oleh individu itu sendiri. Harus ada pihak lain yang menetapkan. Contoh pihak-pihak tersebut adalah: pemerintah, tokoh masyarakat, maupun organisasi sosial yang punya pengaruh besar.

4. Masalah Sosial Nyata dan Laten 

Masalah sosial nyata timbul karena ada tindakan yang melenceng dari norma dan nilai yang berlaku di masyarakat, dan masyarakat merasa yakin dapat mengatasinya. Di sisi lain, masalah sosial laten adalah ketika masyarakat tidak berdaya untuk mengatasinya, seperti korupsi.

5. Perhatian Masyarakat

Kriteria ini penting karena tidak semua masalah sosial akan menjadi perhatian masyarakat. Sebaliknya, tidak semua perhatian sosial merupakan masalah sosial. Misalnya, jatuhnya pengendara sepeda motor akan menarik perhatian masyarakat, tetapi hal itu bukan masalah sosial.

Rangkuman pengertian masalah sosial

Nah, itu tadi adalah pembahasan mengenai masalah sosial dan 5 kriteria yang bisa kita pegang untuk menentukan apakah suatu masalah di masyarakat merupakan masalah sosial atau bukan. Kalau kamu ingin ngobrol sambil belajar bersama tutor berpengalaman, langsung aja daftar ruanglesonline!

New Call-to-action

Sumber referensi:

Sunarto, K.(1993) Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE – UI.

Osborne, R. Loon, BV. (1996) Mengenal Sosiologi For Beginner. Bandung: Mizan.

 

Artikel diperbarui pada 26 November 2020

Beri Komentar