Perbedaan Content Writer dan Copywriter yang Perlu Anda Ketahui

Jumroh

Apr 10, 2019 • 4 min read

Sukses Kerja tips & trick


Artikel ini membahas tentang perbedaan  profesi content writer dan copywriter

--

Rekan Kerja, apakah Anda tahu perbedaan content writer dan copywriter? Tak jarang orang-orang sering menganggap kedua profesi ini memiliki tugas yang sama, namun pada kenyataannya berbeda. Memang sama-sama menulis, namun segmentasi dan tujuan dari tulisannya berbeda. Mau tahu lebih jelasnya? Yuk, simak artikel berikut.

1. Meskipun sama-sama menulis, tulisan keduanya memiliki tujuan yang berbeda

Perbedaan content writer dan copywriter

Tujuan dan segmentasi penulisan kedua profesi ini berbeda (Sumber: WOBC Magazine)

Seperti disebutkan sebelumnya, banyak dari kita yang masih keliru akan tugas kedua profesi ini. Seorang content writer memiliki tugas untuk membuat konten tulisan atau artikel yang relevan untuk blog atau website. Artikel tersebut haruslah informatif dan mampu menarik perhatian pembaca untuk betah berlama-lama berada di website mereka. Selain itu, content writer juga bertanggung jawab untuk meningkatkan jumlah pengunjung website dengan mengajak pembaca melalui tulisan-tulisan yang menarik.

Sedangkan copywriter adalah profesi yang erat kaitannya dengan pemasaran sehingga tugasnya adalah menulis ads copy yang bertujuan untuk pemasaran produk baik barang maupun jasa. Tulisan yang disajikan harus mampu membuat pembaca membeli apa yang mereka tulis, dengan kata lain copywriter ini bekerja untuk mempromosikan suatu produk kepada konsumen atau pembacanya. Secara tidak langsung, seorang copywriter juga akan terlibat dalam menulis slogan, jingle lirik, siaran pers, katalog, brosur dan lainnya yang berhubungan dunia pemasaran. Nah, dari segi tugas apakah Anda sudah bisa membedakannya?

Baca juga: Menulis Surat Lamaran Kerja Sederhana

2. Gaya tulisan yang dihasilkan berbeda sehingga kemampuan yang dibutuhkan keduanya berbeda

Perbedaan content writer dan copywriter

Gaya penulisan dan kemampuan content writer dan copywriter berbeda, sehingga hasil tulisan yang dihasilkan pun berbeda (Sumber: Jaychristteves.com)

Seorang content writer harus memiliki beberapa kemampuan seperti kreatif, berwawasan luas, dan tentunya harus memiliki kemampuan dalam melakukan riset. Riset ini akan berguna untuk mereka dalam mengembangkan konten yang akan mereka buat. Riset ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, baik dengan data, wawancara, dan lainnya. Selain itu, seorang content writer juga harus mampu membuat keyword yang pas agar artikel tersebut masuk di SEO teratas. Biasanya kemampuan ini bisa Anda latih dengan rajin mengecek google trend.

Jika seorang content writer harus menulis dengan informatif, maka seorang copywriter menulis dengan persuasif, tulisan tersebut mampu membujuk atau menyuruh pembaca untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang ditulis oleh copywriter tersebut. Selain itu, seorang copywriter harus mampu memainkan kata-kata mereka dalam memasarkan produk pada sebuah tulisan. Jika seorang content writer lebih menulis untuk menyampaikan informasi, maka copywriter menulis untuk memasarkan informasi produk. Salah satu produk yang dibuat oleh seorang copywriter adalah tagline dan voice over.

3. Content writer menulis dengan riset mengenai isu dan tema, sementara copywriter meriset solusi untuk ditawarkan ke masyarakat terkait produk

Perbedaan content writer dan copywriter

Pola penulisan antara content writer dan copywriter sangat berbeda (Sumber: Get Craft)

Content writer dan copywriter memang memiliki tugas utama yang sama yaitu menulis, namun mereka memiliki pola kerja yang berbeda. Seorang content writer, biasanya akan membuat konten mengacu pada rumus 5W +1H yang biasa digunakan dalam penulisan jurnalistik. Kemudian mereka akan mulai mencari ide tulisan apa yang akan mereka buat dengan cara melakukan riset terhadap isu-isu tertentu dan mengamatinya. Setelah mengamati dan memperdalam isu tersebut barulah mereka akan mulai menulis konten tersebut.

Sedangkan untuk copywriter, mereka akan menulis sesuai dengan apa yang diminta oleh klien. Langkah selanjutnya setelah mereka selesai di-brief terkait produk dan jasa yang akan ditawarkan, mereka lalu harus mencari keunggulan-keunggulan yang bisa ditonjolkan dari produk tersebut. Setelah menemukan keunggulannya, mereka akan melakukan riset, kira-kira masalah apa yang bisa diatasi oleh produk yang mereka tawarkan tersebut. Setelah semua selesai, barulah seorang copywriter akan menulis sesuai dengan segmentasi pasar yang cocok dengan produk yang mereka tawarkan.

Perbedaan besar antara content writer dan copywriter yaitu terletak pada tujuan penulisannya. Content writer memiliki tujuan agar tulisannya menghibur dan memikat audiens sehingga mereka betah berlama-lama di website mereka. Sedangkan copywriter memiliki tujuan untuk mengiklankan atau mempromosikan sesuai yang mereka tulis. Nah, Rekan Kerja, apakah sekarang Anda sudah bisa membedakannya? Jika Anda memiliki hobi menulis atau sering posting di blog, tak ada salahnya untuk mencoba kedua profesi tersebut. Jika masih bingung untuk memulainya, cobalah untuk membaca tips dan triknya di aplikasi ruangkerja. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan artikel-artikel menarik lainnya yang bisa membantu karier Anda. Unduh aplikasinya sekarang. Gratis!

New call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts